alexametrics

Terdampak Corona, Harga Bawang Putih Kisaran Rp60.000/Kg di Bandung

loading...
Terdampak Corona, Harga Bawang Putih Kisaran Rp60.000/Kg di Bandung
Harga bawang putih di tingkat pengecer di Kota Bandung masih cukup tinggi, akibat terdampak kekhawatiran akan penyebaran virus corona. Foto/Dok
A+ A-
BANDUNG - Harga bawang putih di tingkat pengecer di Kota Bandung masih cukup tinggi, akibat terdampak kekhawatiran akan penyebaran virus corona. Kendati pemerintah telah melakukan berbagai upaya, hingga kini harga satu kilogram bawang putih masih di kisaran Rp60.000.

Sebelumnya harga eceran bawang putih hanya di kisaran Rp 22.000 sampai 24.000 per kg. Kenaikan tersebut diperkirakan akibat berkurangnya pasokan. Mahal harga bawang putih, dikeluhkan oleh pedagang di Pasar Kosambi, salah satunya, Kios PD Doa Ibu, Jaka.

Ia menerangkan, harga bawang putih tinggi karena menurut suplayernya barangnya kosong akibat terdampak virus corona sehingga harga jualnya mahal. Saat ini dia menjual Rp50.000/kg yang membuat pembeli berkurang.



"Omzet turun drastis. Pembeli sepi turun hampir 50%. Biasanya, mereka membeli bawang putih 1 Kg, tapi karena mahal dikurangi jadi setengah. Begitu juga yang biasa beli setengah Kg membelinya jadi seperempat," ujar Jaka di Bandung, Senin (17/2/2020).

Padahal sambung dia biasanya per hari bisa menjual 20 Kg akan tetapi saat ini menjual 5 Kg juga kesulitan yang dampaknya menggerus omzet.

Selain bawang putih, harga sembako yang lain pun banyak yang naik. Yakni, bawang bombay harganya naik menjadi Rp45.000. Padahal, sebelumnya harganya Rp15.000-18/000 per kg.

Beberapa komditas lain juga mengalami peningkatan seperti gula putih yang awalnya sebesar Rp11.000 sekarang Rp13.500. Minyak goreng biasanya Rp20.000 sekarang Rp25.000 per 2 Kg. Tepung terigu harga per Kg nya naik dari Rp7.000 menjadi Rp8.000.

Pedagang lainnya Husen mengaku, dia menjual bawang putih per Kg nya sekitar Rp40 sampai Rp50.000. Karena harga beli ke suplayernya sudah mahal. "Tapi ya karena harganya tinggi, omzet saya turun. Pembeli berkurang, pasokan barang ga ada jadi jualannya lesu," katanya.
(akr)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Facebook
  • Disqus
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak