IKM Makanan Mulai Kesulitan Bahan Baku di Tengah Pandemi Corona

Senin, 13 April 2020 - 01:17 WIB
loading...
IKM Makanan Mulai Kesulitan...
Industri kecil dan menengah (IKM) sektor makanan sedang membutuhkan dukungan pasokan bahan baku untuk dapat terus beroperasi di tengah pandemi Covid-19Industri kecil dan menengah (IKM) sektor makanan sedang membutuhkan dukungan pasokan bahan baku untuk da
A A A
JAKARTA - Industri kecil dan menengah (IKM) sektor makanan sedang membutuhkan dukungan pasokan bahan baku untuk dapat terus beroperasi. Dampak pandemi corona atau Covid-19 berpengaruh besar bagi para pelaku usaha baik besar maupun kecil.

"Data yang kami terima, yaitu pasokan bahan baku IKM makanan sulit didapat dan harganya saat ini terbilang meningkat," kata Direktur Jenderal Industri Kecil Menengah dan Aneka (IKMA) Kemenperin, Gati Wibawaningsih IKMA di Jakarta, Minggu (12/4/2020)

Adapun beberapa harga bahan baku yang melonjak tersebut, di antaranya adalah harga kedelai dari Rp6.700 menjadi Rp 8.500, di mana kedelai saat ini masih mudah ditemui di Pulau Jawa. Namun di luar Pulau Jawa seperti Sulawesi, kedelai mulai sulit dicari.

Kemudian gula pasir, harganya naik dari Rp12.500 per kilogram (kg) menjadi Rp18.000 per kg, bahkan ada yang mencapai Rp21.000 per kg di Kota Palu. "Ada pembatasan pembelian gula pasir maksimal 3 kg. Jika ingin membeli kemasan bulk besar, harus di distributor dan dalam jumlah yang besar sekali," ujar Gati.

Meroketnya harga juga terjadi pada bahan baku gula rafinasi, dari Rp9.000 menjadi Rp11.000, kemudian harga buah-buahan yang meningkat sekitar 20%, dan bahan baku susu segar naik dari Rp6.500 per liter menjadi sampai Rp8.500 per liter.

Selain itu harga jahe merah turut naik hingga melebihi 100% yakni dari Rp35.000 per kg menjadi Rp70.000 per kg, bahkan mencapai Rp130.000 per kg di Kota Palu. Untuk harga bawang putih juga tak luput dari kenaikan harga, yakni dari Rp35.000 per kg menjadi Rp55.000 per kg.

Menurut Gati, IKM makanan juga mengalami penurunan omzet hingga 50% bahkan terdapat IKM yang penjualannya menurun hingga 90%. Pada akhirnya, mereka menjual secara obral stok yang ada agar tidak menumpuk di gudang dan supaya mendapat pemasukan.

"Untuk pasar ekspor juga turut mengalami hambatan, karena diberlakukannya karantina atau lockdown. Misalnya ekspor bawang goreng Monita dari Kabupaten Kuningan ke Arab Saudi," tukasnya.

Untuk itu, IKM masih terus menjalankan penjualan secara daring agar tetap mendapatkan pemasukan bagi perusahaan, seraya berharap agar akses pengiriman barang tetap dapat berjalan meskipun akan diberlakukan karantina wilayah.

Dalam menghadapi kondisi tersebut, IKM makanan mengharapkan sejumlah bantuan dari pemerintah, di antaranya berupa bantuan modal usaha, penundaan pembayaran kredit perbankan, stabilisasi harga bahan baku agar kembali seperti semula, dan adanya intervensi pemerintah pusat untuk menjamin ketersediaan bahan baku hingga ke daerah, terutama gula pasir.

Selain itu, diharapkan bantuan dari pemerintah baik hibah maupun pinjaman, penundaan pembayaran iuran PDAM dan PLN, keringanan pembayaran BPJS karena karyawan dirumahkan, penundaan pembayaran pajak, hingga subsidi biaya pengiriman untuk penjualan online, terutama untuk Indonesia Bagian Timur yang mengalami kendala pada mahalnya biaya kirim.

Gati menambahkan, IKM melakukan penggiliran jam kerja, yang berarti akan terjadi pengurangan pendapatan pegawai karena upah dibayar secara harian. "Nampaknya kondisi ini berlaku di sebagian besar IKM makanan," pungkas Gati.
(ant)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Industri Kecil Menengah...
Industri Kecil Menengah Sektor Mamin Tetap Tumbuh di Masa Pandemi
Pemerintah Patok 6,1...
Pemerintah Patok 6,1 Juta UMKM Go Digital
Kemenperin Gencarkan...
Kemenperin Gencarkan Restrukturisasi Mesin dan Peralatan IKM Kosmetik
Dihantam Pandemi, Sejumlah...
Dihantam Pandemi, Sejumlah Industri Kecil di Bandung Terus Bertahan
Lindungi IKM Lokal,...
Lindungi IKM Lokal, Kemenperin Bakal Terapkan Safeguard untuk Garmen
Kemenperin Bakal Tutup...
Kemenperin Bakal Tutup Keran Impor Fesyen yang Ganggu Industri Lokal
Industri Kecil dan Menengah...
Industri Kecil dan Menengah Berpeluang Besar Tumbuh di Klaten
Waspada Jastip dari...
Waspada Jastip dari Luar Negeri Dikenakan Biaya
Produk IKM Tanah Laut...
Produk IKM Tanah Laut Mendapat Perhatian Pengunjung Apkasi Otonomi Expo 2021
Rekomendasi
Pastikan Jokowi Hadiri...
Pastikan Jokowi Hadiri Sidang Roy Suryo dan Dokter Tifa, Andi Azwan: untuk Buktikan Keaslian Ijazah
Presiden Prabowo Jadi...
Presiden Prabowo Jadi Inspektur Upacara Peringatan Hari Bhayangkara di Cikeas
Prancis Lolos ke 16...
Prancis Lolos ke 16 Besar usai Singkirkan Swedia, Mbappe Borong 2 Gol
Berita Terkini
Emisi Global Meningkat,...
Emisi Global Meningkat, Pembiayaan Iklim Justru Seret
Dukung Sekolah Nyaman,...
Dukung Sekolah Nyaman, Pegadaian Praya Edukasi Siswa Siapkan Masa Depan Lewat Emas
Daftar Lengkap Harga...
Daftar Lengkap Harga BBM di SPBU Pertamina! Pertamax Tetap, Turbo Turun Jadi Rp19.300/Liter
Resmi! Harga BBM Nonsubsidi...
Resmi! Harga BBM Nonsubsidi Pertamina Turun per 1 Juli 2026, tapi Pertamax Tetap
Apes, Uni Eropa Terancam...
Apes, Uni Eropa Terancam Kehilangan Pasokan Gas AS usai Tinggalkan Rusia
Dampak Pembiayaan PNM...
Dampak Pembiayaan PNM Diakui, Kini Melayani 23 Juta Nasabah Perempuan Prasejahtera
Infografis
5 Pesepak Bola Dunia...
5 Pesepak Bola Dunia yang Tetap Puasa di Tengah Kompetisi Padat Ramadan 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved