Harta Karun Mineral Ukraina Sudah Lama Diincar Sekutunya

Minggu, 16 Februari 2025 - 12:59 WIB
loading...
Harta Karun Mineral...
Saat Trump menginginkan akses ke cadangan mineral Ukraina dengan imbalan bantuan militer, ternyata harta karun mineral Ukraina sudah lama jadi incaran sekutunya. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Pernyataan Presiden AS, Donald Trump yang menginginkan akses ke cadangan mineral kritis Ukraina dengan imbalan bantuan militer yang dibutuhkan Ukraina, menjadi sinyal adanya pendekatan transaksional dalam perang Rusia Ukraina . Namun sikap Trump tidak sepenuhnya mengejutkan, lantaran AS negara-negara Barat lainnya diyakini sudah lama mengincar harta karun kekayaan mineral Ukraina.

"Kami memasukkan ratusan miliar dolar. Mereka memiliki tanah jarang yang besar. Dan saya menginginkan tanah jarang, dan mereka bersedia melakukan (itu)," kata Trump kepada wartawan di Oval Office beberapa waltu lalu, tanpa merinci apa yang dilakukan apabila Ukraina tidak menyetujuinya.

Baca Juga: 5 Harta Karun Ukraina yang Ingin Direbut Rusia, Semuanya Wow!

Sebelumnya Trump juga memberikan saran bahwa setiap bantuan yang diberikan kepada Kiev harus diberikan label sebagai pinjaman dan akan dikondisikan pada negosiasi antara Ukraina dengan Rusia.

Sebagai informasi sepanjangan pemerintahan Presiden AS Joe Biden, tercatat AS telah memberi Ukraina bantuan militer senilai USD65,9 miliar sejak Rusia meluncurkan invasi skala penuh ke negara itu pada Februari 2022.

Biden berpendapat bantuan itu diperlukan karena kemenangan Ukraina menjadi kunci keamanan untuk Amerika sendiri. Sedangkan Trump telah menjelaskan bahwa dia tidak percaya AS harus terus memberikan bantuan tanpa mendapatkan imbalan.

Sementara itu Trump tidak memberikan rincian apa pun tentang apa yang dia inginkan dari Kiev. Sedangkan kesepakatan yang menguraikan kerja sama yang lebih dalam antara AS dan Ukraina di bidang mineral telah dikerjakan selama berbulan-bulan sebelum dia menjabat pada bulan Januari.

Sebuah nota kesepahaman yang disiapkan di bawah pemerintahan Biden tahun lalu mengatakan, AS akan mempromosikan peluang investasi dalam proyek pertambangan Ukraina kepada perusahaan Amerika dengan imbalan Kiev menciptakan insentif ekonomi dan menerapkan praktik bisnis dan lingkungan yang baik.

Ukraina sudah memiliki perjanjian serupa dengan Uni Eropa, yang ditandatangani pada tahun 2021.

Seorang mitra dari firma hukum global Dentons, Adam Mycyk mengatakan seperti dilansir CNN, bahwa tujuan kesepakatan sementara yakni mengamankan pasokan mineral penting dari Ukraina – tetap tidak berubah, sedangkan pendekatan Trump tampaknya lebih transaksional.

"Masih harus dilihat, apa yang bisa diambil oleh perjanjian semacam itu, tetapi hal itu akan menjadi kepentingan terbaik Ukraina untuk pemulihan pasca-perang dan prospek ekonomi jangka panjang dalam memaksimalkan sebanyak mungkin pemrosesan dan penciptaan nilai mineral yang diekstraksi di Ukraina oleh perusahaan Ukraina," kata Mycyk.

Di sisi lain pemerintah Ukraina sempat membuat argumen bahwa deposit mineralnya adalah salah satu alasan Barat harus mendukung Ukraina – untuk mencegah sumber daya strategis yang penting ini jatuh ke tangan Rusia.

Salah satu pendiri Dana Investasi Berkelanjutan Ukraina, Nataliya Katser-Buchkovska mengatakan, kesepakatan yang akan membawa investasi AS ke sektor pertambangan Ukraina akan bermanfaat bagi kedua belah pihak.

AS diketahui sangat bergantung pada impor untuk mineral yang dibutuhkannya, banyak di antaranya berasal dari China. Dari 50 mineral yang digolongkan sebagai minera; kritis, AS sepenuhnya bergantung pada impor 12 di antaranya dan lebih dari 50% bergantung pada impor 16 lainnya, menurut Survei Geologi Amerika Serikat, sebuah lembaga pemerintah.

Ukraina menurut data pemerintah, memiliki 22 deposit dari 50 bahan penting ini.

"Ini bukan hanya langkah penting untuk pemulihan ekonomi Ukraina pascaperang, tetapi juga kesempatan bagi AS untuk mengatasi masalah rantai pasokan global," kata Katser-Buchkovska, yang menjabat sebagai anggota Parlemen Ukraina dari 2014 hingga 2019 dan merupakan kepala komite parlemen tentang keamanan dan transisi energi.

China Mendominasi Cadangan Mineral Kritis

Meskipun Trump menggunakan istilah 'tanah jarang', namun tidak jelas apakah dia bermaksud merujuk secara khusus pada mineral tanah jarang – sekelompok 17 unsur yang ada di inti bumi dan memiliki sifat magnetik dan konduktif yang membuatnya penting untuk produksi elektronik, teknologi energi bersih dan beberapa sistem senjata.

Ukraina diprediksi tidak memiliki cadangan mineral tanah jarang yang signifikan secara global, tetapi mempunyai beberapa deposit grafit, lithium, titanium, berilium dan uranium terbesar di dunia, yang semuanya diklasifikasikan oleh AS sebagai mineral kritis. Beberapa dari cadangan ini berada di daerah yang saat ini berada di bawah pendudukan Rusia.

China telah lama mendominasi produksi global mineral tanah jarang dan bahan penting strategis lainnya. Menurut Pusat Studi Strategis dan Internasional (CSIS), China bertanggung jawab atas hampir 90% pemrosesan global mineral tanah jarang.

Selain itu, China juga merupakan produsen grafit dan titanium terbesar di dunia, dan prosesor utama lithium. Perang dagang terbaru antara Washington dan Beijing membuatnya semakin penting bagi AS untuk mencari pemasok alternatif.

Kebijakan ekonomi yang diumumkan China sebagai pembalasan atas tarif baru Trump termasuk kontrol ekspor baru pada lebih dari dua lusin produk logam dan teknologi terkait. Meskipun mtidak mencakup bahan paling penting yang dibutuhkan AS, langkah itu menunjukkan bahwa China siap untuk menggunakan kekayaan mineralnya sebagai pengaruh dalam babak baru perang dagang.

Mycyk mengatakan. bahwa permintaan untuk bahan-bahan penting ini diperkirakan bakal melonjak seiring transisi global ke kendaraan listrik dan teknologi energi terbarukan. Baca Juga: Trump Incar Harta Karun Logam Tanah Jarang Ukraina Sebagai Ganti Dukungan AS

"Deposit Ukraina dengan demikian cukup signifikan secara global, menawarkan diversifikasi dari produsen dominan seperti China. Menjaga sumber daya ini di bawah kendali Ukraina sangat penting untuk mempertahankan kedaulatan ekonominya," tambahnya.

(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Dikepung Sanksi Barat,...
Dikepung Sanksi Barat, Rusia Malah Cetak Rekor Hampir Semua Warganya Punya Kerjaan!
Daftar Negara dengan...
Daftar Negara dengan Cadangan Mineral Tanah Jarang Terbesar Dunia, Ada Tetangga Indonesia
Daftar Negara Pengguna...
Daftar Negara Pengguna Energi Nuklir Terbesar di Dunia, Siapa Juaranya?
Rubel Jadi Mata Uang...
Rubel Jadi Mata Uang Terkuat di Dunia, Sanksi Barat ke Rusia Tak Mempan
Eropa Diam-diam Borong...
Eropa Diam-diam Borong Gas Rusia hingga Tembus Rekor, Terjebak Skenario Krisis Energi?
Ekonomi Rusia Menyusut...
Ekonomi Rusia Menyusut tapi Rakyatnya Makin Kaya, Moskow Kebal Sanksi Barat?
Putin: Negara-negara...
Putin: Negara-negara Barat Secara Terbuka Mengatakan Mereka Bersiap Perangi Rusia
Tegang dengan NATO,...
Tegang dengan NATO, Pesawat Pengebom Nuklir Rusia Berkeliaran di Arktik
Rusia Tembak Jatuh 80...
Rusia Tembak Jatuh 80 Drone Ukraina, Kremlin Luncurkan Rudal Balistik Iskander
Rekomendasi
Badan Gizi Nasional...
Badan Gizi Nasional dan Reduksi Orkestrasi Pemenuhan Gizi
Sidang PK Nikita Mirzani...
Sidang PK Nikita Mirzani Ditunda hingga 1 Juli 2026, Kuasa Hukum Ungkap Alasannya
Prabowo Pakai Peci Karanji...
Prabowo Pakai Peci Karanji Hadiri Pekan Petani dan Nelayan di Gorontalo
Berita Terkini
Pascapengumuman MSCI,...
Pascapengumuman MSCI, IHSG Sesi Siang Ambruk 1,62% ke Level 6.002
Harga Emas Terjun Rp18...
Harga Emas Terjun Rp18 Ribu, Hari Ini 1 Gram Dijual Rp2.655.000 per Gram
Iran Bebas Produksi,...
Iran Bebas Produksi, Jual, dan Kirim Minyak Mentah, Bayar Pakai Dolar AS
MNC Sekuritas Gelar...
MNC Sekuritas Gelar SPM Level 2 Bersama IBI Kesatuan Bogor: Mengenal Analisis Teknikal
IHSG Pagi Ini Dibuka...
IHSG Pagi Ini Dibuka Menguat 0,44 Persen ke Level 6.128
MSCI Tahan Status Emerging...
MSCI Tahan Status Emerging Market Indonesia, OJK Pastikan Reformasi Pasar Modal Jalan Terus
Infografis
Spesifikasi Sistem Rudal...
Spesifikasi Sistem Rudal Patriot yang Dikirim AS ke Ukraina
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved