Union Chain Jembatani Kripto dengan Keuangan Tradisional di Asia Tenggara

Senin, 17 Februari 2025 - 18:19 WIB
loading...
Union Chain Jembatani...
Union Chain dirancang untuk menjadi penghubung antara dunia kripto dan sektor keuangan tradisional. FOTO/dok.SINDOnews
A A A
JAKARTA - Union Fintech , perusahaan fintech yang berbasis di Singapura telah meluncurkan Union Chain, sebuah platform blockchain inovatif yang menggunakan teknologi ZKsync. Union Chain dirancang untuk menjadi penghubung antara dunia kripto dan sektor keuangan tradisional (TradFi), dengan mengintegrasikan bursa kripto terpusat (CEX) dan pelaku tokenisasi aset yang berlisensi.

Dengan menggabungkan infrastruktur Union Chain yang teregulasi dan kemampuan skalabilitas serta keamanan ZKsync, platform ini berpotensi mengubah lanskap web3 dan keuangan tradisional. Inovasi ini tidak hanya menawarkan kepatuhan yang lebih baik, tetapi juga memperluas jangkauan dan menghadirkan kecanggihan teknologi yang belum pernah ada sebelumnya.

Pemilihan bursa kripto yang teregulasi di Asia Tenggara untuk berkolaborasi dengan ZKsync semakin menegaskan bahwa Union Chain adalah ekosistem utama bagi entitas yang ingin melakukan tokenisasi aset dunia nyata.

Baca Juga: Nilai Transaksi Aset Kripto RI Melesat Tembus Rp650 Triliun di 2024

Infrastruktur ZK Stack memungkinkan lembaga keuangan untuk menerbitkan dan mengelola Real World Assets (RWA) yang sesuai dengan regulasi, memberikan solusi yang aman dan transparan. Union Chain juga berfungsi untuk memperlancar arus likuiditas kripto ke dalam sektor TradFi melalui peningkatan distribusi, pengemasan, dan kemampuan fiat yang lebih baik. Ini memberikan manfaat besar bagi lembaga keuangan, dengan biaya transaksi yang lebih rendah, sumber likuiditas yang lebih luas, dan potensi hasil yang lebih tinggi melalui on/off-ramp yang terpercaya.

"Kami sangat senang bekerja sama dengan teknologi ZKsync yang terdepan dan bursa kripto teregulasi di Asia untuk menghadirkan likuiditas dan inovasi kripto ke seluruh dunia, sekaligus menetapkan standar baru dalam kepatuhan dan keamanan pengguna," ujar Chairman Union Chain sekaligus CEO Coins.ph Wei Zhou dalam siaran pers, Senin (17/2/2025).

Sementara, Alex Gluchowski, Co-Inventor ZKsync, menambahkan, "Integrasi ZKsync dengan Union Chain merupakan tonggak penting dalam evolusi teknologi blockchain. Kombinasi skalabilitas dan keamanan ZKsync dengan infrastruktur teregulasi Union Chain membawa kita selangkah lebih dekat untuk menjembatani keuangan kripto dan tradisional, serta membentuk masa depan keuangan global."

CEO InvestaX dan IX Swap Julian juga menyoroti pentingnya Union Chain dengan menyatakan, "Union Chain menghadirkan solusi Layer 2 RWA di Ethereum yang sesuai dengan standar institusional. Ekosistem ini menghubungkan jutaan pengguna kripto dengan infrastruktur keuangan yang teregulasi, sekaligus memperlancar arus likuiditas kripto ke pasar TradFi."

Baca Juga: Transaksi Jual Beli Kripto Kena PPN 12%, Efektif 1 Januari 2025

Sementara, William Sutanto, salah satu Direktur Indodax, menambahkan, Union Chain adalah terobosan besar bagi ekonomi digital Indonesia dan Asia Tenggara. Kami melihat potensi besar untuk memanfaatkan blockchain, DeFi, dan tokenisasi dalam mengatasi tantangan keuangan di pasar berkembang. "Dengan solusi pendanaan berbasis RWA yang aman dan transparan, kami mendukung pertumbuhan bisnis UKM," kata dia.

(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Bitcoin Melemah Usai...
Bitcoin Melemah Usai FOMC, Indodax Ingatkan Manajemen Risiko
Sambut Kabar Damai AS-Iran,...
Sambut Kabar Damai AS-Iran, Harga Bitcoin Melesat Tembus USD65.900
Indodax Perkuat Pengawasan...
Indodax Perkuat Pengawasan Transaksi Kripto Berbasis AI
EORMC Merilis Strategi...
EORMC Merilis Strategi Keuangan Hijau, Berkomitmen Pembangunan Berkelanjutan
Ketidakpastian Ekonomi...
Ketidakpastian Ekonomi Dorong Pentingnya Proteksi Keuangan
OKX Rilis Agent TradeKit,...
OKX Rilis Agent TradeKit, Permudah Integrasi AI ke Bursa Kripto
Upbit Indonesia Bagikan...
Upbit Indonesia Bagikan 5 Langkah Memulai Investasi Kripto bagi Pemula
Dua Kali Berturut PINTU...
Dua Kali Berturut PINTU Raih Penghargaan Kepatuhan Hukum
Peluncuran CFX10 Tandai...
Peluncuran CFX10 Tandai Babak Baru Industri Kripto Indonesia
Rekomendasi
Google dan A24 Berkolaborasi...
Google dan A24 Berkolaborasi Kembangkan Teknologi AI di Industri Film
Ketat! Hanya 17 Sekolah...
Ketat! Hanya 17 Sekolah dari Depok yang Lolos ke Babak Jakarta Liga Bintang Juara GTV
Pengaruh Wali Kota Muslim...
Pengaruh Wali Kota Muslim New York Ini Makin Kuat, Siapa yang Didukungnya Menang!
Berita Terkini
ONDA Bidik Kebutuhan...
ONDA Bidik Kebutuhan Renovasi Rumah dengan Sistem Terintegrasi
Usai Perang dengan Iran,...
Usai Perang dengan Iran, Trump Janji Ekonomi AS Segera Bangkit
Gandeng Mitra Global,...
Gandeng Mitra Global, PT WCS Dorong Ekosistem Pertanian Berbasis Digital
Telkom Catat Pendapatan...
Telkom Catat Pendapatan Rp146,7 Triliun, DPR Minta Soliditas Dijaga
Kemenkop dan Rumah Energi...
Kemenkop dan Rumah Energi Dorong Koperasi Jadi Motor Transisi Energi
Plaza Seremoni IKN Karya...
Plaza Seremoni IKN Karya Brantas Abipraya Raih Penghargaan Lanskap Internasional MLAA 2026
Infografis
10 Negara dengan Tingkat...
10 Negara dengan Tingkat Pendidikan Tertinggi di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved