Boncos Rp4.836 Triliun, Sanksi Barat ke Rusia Jadi Bumerang buat Perusahaan AS
Rabu, 19 Februari 2025 - 07:56 WIB
loading...
A
A
A
"Bisnis AS kehilangan lebih dari USD300 miliar karena meninggalkan pasar Rusia," kata Dmitriev menjelang negosiasi langsung Rusia-AS untuk pertama kalinya atas konflik Ukraina di Arab Saudi.
Angka itu hampir sama dengan jumlah aset bank sentral Rusia yang dibekukan di Barat sebagai bagian dari sanksi. Pejabat itu juga menekankan, bila melihat kerugian yang begitu besar, pencabutan sanksi menurutnya juga demi kepentingan AS dan Rusia.
"Yang kami inginkan adalah dialog yang baik ... menemukan cara ekonomi bersama untuk memecahkan masalah sangat penting, terutama bagi AS," kata Dmitriev.
"Hubungan kami yang lebih baik akan memungkinkan untuk menyelesaikan sejumlah besar tugas dan masalah global yang dihadapi dunia," tambah pejabat yang bertanggung jawab atas aspek ekonomi dari pembicaraan sebagai bagian dari tim Rusia.
Dmitriev mengaku, bahwa Moskow sudah berhubungan dengan anggota pemerintahan Presiden AS Donald Trump menjelang pembicaraan, dan menganggap mereka sebagai "pemecah masalah yang hebat." Dia mengatakan, bahwa sinyal dari Washington sejauh ini positif, dimana Trump dan timnya mengindikasikan bahwa mereka ingin membangun kembali dialog.
Pembicaraan di Ibukota Saudi, Riyadh, diusulkan menyusul panggilan telepon pekan lalu antara Trump dan Presiden Rusia, Vladimir Putin.
Angka itu hampir sama dengan jumlah aset bank sentral Rusia yang dibekukan di Barat sebagai bagian dari sanksi. Pejabat itu juga menekankan, bila melihat kerugian yang begitu besar, pencabutan sanksi menurutnya juga demi kepentingan AS dan Rusia.
"Yang kami inginkan adalah dialog yang baik ... menemukan cara ekonomi bersama untuk memecahkan masalah sangat penting, terutama bagi AS," kata Dmitriev.
Dialog Rusia dan AS
Mengomentari pembicaraan Rusia dan AS, Dmitriev mengatakan "seluruh dunia sedang menunggu untuk melihat apakah AS dan Rusia dapat meningkatkan hubungan.""Hubungan kami yang lebih baik akan memungkinkan untuk menyelesaikan sejumlah besar tugas dan masalah global yang dihadapi dunia," tambah pejabat yang bertanggung jawab atas aspek ekonomi dari pembicaraan sebagai bagian dari tim Rusia.
Dmitriev mengaku, bahwa Moskow sudah berhubungan dengan anggota pemerintahan Presiden AS Donald Trump menjelang pembicaraan, dan menganggap mereka sebagai "pemecah masalah yang hebat." Dia mengatakan, bahwa sinyal dari Washington sejauh ini positif, dimana Trump dan timnya mengindikasikan bahwa mereka ingin membangun kembali dialog.
Pembicaraan di Ibukota Saudi, Riyadh, diusulkan menyusul panggilan telepon pekan lalu antara Trump dan Presiden Rusia, Vladimir Putin.
Lihat Juga :