Ajak Masyarakat Tingkatkan Transisi Energi Berkeadilan Dimulai dari Ramadan
Kamis, 20 Februari 2025 - 21:06 WIB
loading...
A
A
A
Pokja Bimbingan Teknis Konservasi Energi dari Dirjen EBTKE, Kementerian ESDM, Eko Sudarmawan menjelaskan, “Kami telah meluncurkan berbagai program untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya penghematan energi. Di salah satu area di Jakarta, kami berhasil mendorong pengurangan tagihan listrik di hingga 75% rumah tangga dalam waktu 3 bulan saja, melalui langkah-langkah sederhana yang dapat diterapkan sehari-hari.”
Eko lebih lanjut menjelaskan, rata-rata di rumah tangga, penggunaan AC menyumbang 50-60% konsumsi listrik. Selain itu dengan tata pencahayaan yang lebih banyak memanfaatkan cahaya matahari di siang hari, masyarakat dapat mengurangi tagihan listrik hingga 15%. Penggunaan lampu LED juga direkomendasikan sebagai alternatif yang lebih hemat energi.
Baca Juga: Rekomendasi untuk Memastikan Transisi Energi Terbarukan Inklusif dan Adil
Koordinator Nasional Greenfaith Indonesia, Hening Parlan menambahkan, bahwa bulan Ramadan adalah waktu yang penuh berkah dan introspeksi. “Jika kita tidak bijak dalam mengelola energi, kita justru memperbanyak pemborosan. Saya mengajak semua untuk 'puasa energi'—di rumah dan di masjid. Mari kita matikan lampu saat tidak digunakan, terutama saat kita beribadah, untuk mengurangi konsumsi energi.”
"Kami berharap buku fikih transisi energi berkeadilan dan acara ini dapat menginspirasi umat Islam untuk menjadikan energi terbarukan sebagai bagian dari keseharian, khususnya dalam menyambut Bulan Suci Ramadan," tutup Aldy Permana dari Muslims for Shared Action on Climate Impact (MOSAIC) Indonesia.
Eko lebih lanjut menjelaskan, rata-rata di rumah tangga, penggunaan AC menyumbang 50-60% konsumsi listrik. Selain itu dengan tata pencahayaan yang lebih banyak memanfaatkan cahaya matahari di siang hari, masyarakat dapat mengurangi tagihan listrik hingga 15%. Penggunaan lampu LED juga direkomendasikan sebagai alternatif yang lebih hemat energi.
Baca Juga: Rekomendasi untuk Memastikan Transisi Energi Terbarukan Inklusif dan Adil
Koordinator Nasional Greenfaith Indonesia, Hening Parlan menambahkan, bahwa bulan Ramadan adalah waktu yang penuh berkah dan introspeksi. “Jika kita tidak bijak dalam mengelola energi, kita justru memperbanyak pemborosan. Saya mengajak semua untuk 'puasa energi'—di rumah dan di masjid. Mari kita matikan lampu saat tidak digunakan, terutama saat kita beribadah, untuk mengurangi konsumsi energi.”
"Kami berharap buku fikih transisi energi berkeadilan dan acara ini dapat menginspirasi umat Islam untuk menjadikan energi terbarukan sebagai bagian dari keseharian, khususnya dalam menyambut Bulan Suci Ramadan," tutup Aldy Permana dari Muslims for Shared Action on Climate Impact (MOSAIC) Indonesia.
(akr)
Lihat Juga :