AS Tendang China Jadi Mitra Dagang Terbesar Jerman

Jum'at, 21 Februari 2025 - 09:19 WIB
loading...
AS Tendang China Jadi...
Amerika Serikat (AS) menjadi mitra dagang terbesar Jerman pada tahun lalu untuk pertama kalinya sejak 2015, menggusur China dari posisi teratas karena ekspor ke kekuatan Asia menurun. Foto/Dok
A A A
BERLIN - Amerika Serikat (AS) menjadi mitra dagang terbesar Jerman pada tahun lalu untuk pertama kalinya sejak 2015, menggusur China dari posisi teratas karena ekspor ke kekuatan Asia menurun. PerdaganganChina dan Jerman terlihat di sepanjang 2024, menurut data resmi.

"Perdagangan antara AS dan Jerman, yang memiliki ekonomi terbesar di Eropa, naik 0,1% dibandingkan dengan 252,8 miliar euro (USD264,3 miliar) pada tahun 2023," kata Kantor Statistik Federal Jerman seperti dilansir AP.

Baca Juga: Ekonomi China Terus Melambat, Provinsi Henan Desak Pengusaha Berani Berinvestasi

Perdagangan dengan China, yang merupakan mitra dagang terbesar Jerman setiap tahun dari 2016 hingga 2023, mengalami penurunan 3,1% menjadi 246,3 miliar euro. Belanda menempati posisi ketiga dengan total volume perdagangan 205,7 miliar euro, turun 4,2%.

Sementara itu Jerman belum mencetak pertumbuhan ekonomi yang signifikan dalam lima tahun terakhir. Negara ini selama beberapa tahun terakhir terus memperluas ekspor dan mendominasi perdagangan dunia dalam produk rekayasa seperti mesin industri dan mobil mewah.

Meningkatnya persaingan dari perusahaan China memberikan tekanan, bersama dengan banyak faktor lainnya, dan dalam dua tahun terakhir terpantau ekonomi terbesar Eropa itu selalu mengalami kontraksi.

Pemulihan ekonomi bakal menjadi salah satu tugas paling mendesak pemerintah pada pemilihan di Jerman akhir pekan ini yang juga harus menavigasi kebijakan perdagangan pemerintahan AS yang baru.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
AS Sanksi Perusahaan-perusahaan...
AS Sanksi Perusahaan-perusahaan China, Ekspor Minyak Iran Merosot 80%
Krisis Energi Global,...
Krisis Energi Global, China dan Saudi Aramco Gelar Pertemuan Darurat
Tarif Trump 18% Mengancam...
Tarif Trump 18% Mengancam Komoditas Unggulan Nasional, RI Rayu AS Minta Pengecualian
10 Presiden Terkaya...
10 Presiden Terkaya Sepanjang Sejarah AS, Trump Jauh Lebih Unggul dari Pendahulunya
Bank Sentral China Borong...
Bank Sentral China Borong Emas 19 Bulan Berturut-turut, Ada Apa?
24 Negara Pembeli Minyak...
24 Negara Pembeli Minyak Terbesar AS, Cek Posisi Indonesia
Menlu Iran Ungkap MoU...
Menlu Iran Ungkap MoU dengan AS Mencakup Lebanon dan Blokade Paman Sam
Perbandingan Harga Tiket...
Perbandingan Harga Tiket Piala Dunia 2022 vs 2026 Bikin Melongo: Final Tembus Rp113 Juta
Trump Marah, Tuding...
Trump Marah, Tuding Iran Bocorkan Detail Kesepakatan Damai
Rekomendasi
Unjuk Rasa Mahasiswa...
Unjuk Rasa Mahasiswa Bubar, Polisi Mulai Buka Jalan Jenderal Sudirman Arah Bundaran HI
Kanada vs Bosnia Imbang...
Kanada vs Bosnia Imbang 1-1 di Laga Pembuka Grup B Piala Dunia 2026
4.480 Calon Mahasiswa...
4.480 Calon Mahasiswa Diterima di UM UGM CBT 2026, Kedokteran Paling Ketat
Berita Terkini
AS Sanksi Perusahaan-perusahaan...
AS Sanksi Perusahaan-perusahaan China, Ekspor Minyak Iran Merosot 80%
SIG Resmikan Fasilitas...
SIG Resmikan Fasilitas Ekspor Tuban, Bidik 450.000 Ton Semen ke AS
Penguatan IHSG dan Rupiah...
Penguatan IHSG dan Rupiah Berlanjut, Pasar Respons Positif Kepastian Posisi Menkeu
Perdana, Danantara Terbitkan...
Perdana, Danantara Terbitkan Obligasi Global Senilai USD1,5 Miliar
Sucofindo Gelar ENSIA...
Sucofindo Gelar ENSIA 2026, Dorong Inovasi Berkelanjutan
Kajian 13 Proyek Hilirisasi...
Kajian 13 Proyek Hilirisasi Rampung Juli, Nilainya Ditaksir Capai Rp239 Triliun
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved