BRICS Bubar, Ancaman Tarif Trump 150% Diklaim Jadi Penyebabnya
Sabtu, 22 Februari 2025 - 04:56 WIB
loading...
A
A
A
Trump mengklaim pemerintahan pendahulunya, Joe Biden juga menganggap BRICS sebagai ancaman, tetapi gagal bertindak untuk menghentikannya. Namun, dia mengklaim bahwa satu ancaman darinya membalikkan keadaan.
Mereka berkata, bagaimana dengan negara-negara BRICS? Mereka akan mengambil alih dolar, kekuatan dolar. Mereka akan menciptakan mata uang baru untuk menguasai dunia. "Saya berkata, tidak, mereka tidak... Beri tahu mereka tarif 150%. Plus, kami tidak akan berbisnis dengan mereka," kata Trump, menaikkan taruhannya pada ancaman tarifnya, yang sebelumnya 100%.
Seperti diketahui BRICS, yang saat ini memiliki sepuluh anggota dan menyumbang sekitar 36% dari PDB global, telah meningkatkan upaya untuk mengurangi ketergantungan pada mata uang Barat dalam perdagangan bilateral sejak beberapa tahun terakhir.
Terutama setelah Barat menargetkan Rusia dengan segudang sanksi menyusul eskalasi konflik Ukraina pada tahun 2022, yang secara efektif menendang negara itu dari sistem keuangan Barat.
Sementara itu telah muncul spekulasi tentang mata uang BRICS dalam beberapa tahun terakhir, meski sebagian besar negara anggota membantah membahasnya. Namun, anggota BRICS telah meningkatkan penggunaan mata uang nasional untuk melindungi kepentingan mereka dan membuat perdagangan antar mitra lebih mudah.
Mereka berkata, bagaimana dengan negara-negara BRICS? Mereka akan mengambil alih dolar, kekuatan dolar. Mereka akan menciptakan mata uang baru untuk menguasai dunia. "Saya berkata, tidak, mereka tidak... Beri tahu mereka tarif 150%. Plus, kami tidak akan berbisnis dengan mereka," kata Trump, menaikkan taruhannya pada ancaman tarifnya, yang sebelumnya 100%.
Seperti diketahui BRICS, yang saat ini memiliki sepuluh anggota dan menyumbang sekitar 36% dari PDB global, telah meningkatkan upaya untuk mengurangi ketergantungan pada mata uang Barat dalam perdagangan bilateral sejak beberapa tahun terakhir.
Terutama setelah Barat menargetkan Rusia dengan segudang sanksi menyusul eskalasi konflik Ukraina pada tahun 2022, yang secara efektif menendang negara itu dari sistem keuangan Barat.
Sementara itu telah muncul spekulasi tentang mata uang BRICS dalam beberapa tahun terakhir, meski sebagian besar negara anggota membantah membahasnya. Namun, anggota BRICS telah meningkatkan penggunaan mata uang nasional untuk melindungi kepentingan mereka dan membuat perdagangan antar mitra lebih mudah.
Lihat Juga :