alexametrics

Tiga Lapis Sistem Keamanan Lengkapi Cluster Burgundy Residence

loading...
Tiga Lapis Sistem Keamanan Lengkapi Cluster Burgundy Residence
Cluster Burgundy Residence memberikan fasilitas keamanan bagi para penghuni yakni triple security system, dimana terbaru dengan sistem berbasis teknologi, yakni face recognition. Foto/Dok
A+ A-
BEKASI - Istilah cluster dalam perumahan rasanya sudah tidak asing lagi di telinga. Perumahan dengan model cluster memang sedang populer dan diminati oleh banyak kalangan. Sebelum memilih perumahan cluster, ada baiknya pahami hal yang harus diketahui.

Umumnya perumahan cluster didesain serupa agar menandakan satu jenis cluster yang sama. Rumahpun dibangun tanpa pagar sehingga memberi kesan terbuka terhadap tetangga. Meski demikian penghuni dijamin oleh pengembang untuk tidak khawatir perihal keamanan. Pasalnya akan ada sistem keamanan yang ditawarkan seperti double security system hingga triple security system.

Sebagai contoh adalah PT Summarecon Agung Tbk. yang mengembangkan cluster Burgundy Residence di dalam kawasan Summarecon Bekasi. Cluster yang sudah dikembangkan sejak tahun 2017 ini telah sukses menjual lebih dari 386 unit untuk tahap satu, dua dan tiga.



Cluster yang dibandrol dengan harga mulai dari Rp910 jutaan ini memberikan fasilitas keamanan bagi para penghuni yakni triple security system. Mekanisme keamanan sudah dapat dirasakan mulai dari gerbang utama The Orchard, Summarecon Bekasi di Jl Perjuangan, Bekasi.

Gerbang utama The Orchard ini dijaga oleh security selama 24 jam dan setiap orang yang masuk kawasan ini wajib melapor. Kemudian mekanisme keamanan kedua terdapat di Gerbang cluster Burgundy Residence. Di sini, para penghuni wajib menunjukkan kartu identitas penghuni kepada security di pintu masuk cluster atau dengan sistem keamanan berbasis teknologi, yakni face recognition.
Tiga Lapis Sistem Keamanan Lengkapi Cluster Burgundy Residence

Teknologi teranyar ini untuk pertama kalinya diperkenalkan di cluster Burgundy Residence. Para penghuni terlebih dahulu harus mendaftarkan citra wajah tampak depan dan sidik jari ke dalam sistem di pos penjagaan cluster.

Penggunaannya pun tergolong mudah. Penghuni yang akan masuk, harus memperlihatkan wajah di hadapan kamera dan secara otomatis portal pos penjagaan Burgundy Residence akan terbuka. Lantas bagaimana dengan penghuni yang belum mendaftarkan face recognition? Setiap penghuni di Burgundy Residence diberikan kartu identitas penghuni yang dapat dipindai ketika memasuki pos penjagaan. Dari kartu itulah portal akan terbuka secara otomatis.

"Teknologi face recognition yang pertama kali dikenalkan pada akhir 2019 ini sangat meningkatkan keamanan penghuni, karena selain penghuni tidak dapat keluar masuk cluster dengan mudah. Jika ada kurir online yang ingin menjemputnya di rumah, akan diantar oleh security," ujar Vina Rafasya sebagai penghuni Burgundy Residence.

Hal itu sambung dia, membuat tidak sembarang orang dapat mengakses Burgundy Residence dan keamanan tetap terjaga. Selain face recognition, ada pula CCTV yang dipasang di beberapa titik cluster untuk mengawasi aktivitas dalam kawasan.
(akr)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Facebook
  • Disqus
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak