alexametrics

Periskop

Properti Masih Jadi Investasi Menggiurkan

loading...
Properti Masih Jadi Investasi Menggiurkan
Foto/Ilustrasi
A+ A-
JAKARTA - Saat ini investasi sudah menjadi bagian penting dalam kehidupan. Jenis investasi pun beragam, mulai investasi dalam bentuk emas, reksa dana, obligasi, deposito, valuta asing, dan properti.

Dari beberapa jenis investasi tersebut, properti masih menjadi investasi yang paling menjanjikan dan banyak diminati masyarakat, termasuk kaum milenial. Hal ini karena harga properti yang selalu naik setiap tahunnya. Selain itu, produk investasinya pun nyata atau bisa dilihat dan disentuh sehingga dinilai lebih aman karena pemilik bisa mengendalikan sendiri investasi tersebut.

Konsultan properti Ratdi Gunawan mengatakan, berinvestasi di bidang properti memang tidak bisa dihitung dalam waktu cepat. Untuk melihat dan merasakan hasil investasi di sektor ini dibutuhkan waktu 5 sampai 10 tahun. Ini karena kita harus melihat dahulu apakah investasi tersebut bisa naik atau tidak, serta mendapatkan gain atau yield atau tidak.



Ratdi menambahkan, pada 2019 generasi umur 20 sampai 40 tahun yang berminat untuk investasi properti mencapai 24,29%, investasi emas 18,38%, deposito 3,86%, dan saham 43,93%.

"‎Keuntungan dari berinvestasi di sektor properti adalah nilai sewa dan capital gain yang terjadi akibat progres penjualan maupun pembangunan," ungkap Ratdi.

Sementara untuk lokasi CEO Indonesia Property Watch (IPW) Ali Tranghanda menuturkan, wilayah Indonesia Timur masih mengambil tempat terdepan dari bagian Barat. Sementara di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek), para pengembang mulai mengubah petanya ke koridor timur seperti Bekasi.

"Harga tanah di kawasan ini masih terbilang kompetitif, yakni sekitar Rp3 juta hingga Rp9 juta per meter persegi. Dengan kisaran harga tersebut, masih memiliki peluang untuk berkembang," jelas Ali.

Jika berbicara jenisnya, banyak sekali tawaran yang diberikan ketika Anda memilih untuk memulai investasi properti. Seperti tanah, rumah tapak, apartemen atau kondominium, dan ruko. Namun, dari beberapa jenis pilihan tersebut, tentunya akan ada nilai positif dan negatifnya.

Bila Anda memilih untuk investasi properti dalam bentuk tanah, jangan lupa memeriksa dengan cermat dan teliti legalitas tanah tersebut. Pastikan pula ukuran tanah sesuai dengan sertifikat dan pastikan juga kejelasan batasan-batasannya.

"Investasi tanah kosong memiliki beberapa keuntungan antara lain biaya perawatan yang minim. Kita bisa mendapatkan untung maksimal jika menjualnya untuk jangka panjang, misalnya lima tahun ke depan," jelas Ali.

Ali menambahkan, jika menyewakan tanah kosong umumnya yield-nya tidak terlalu besar, yaitu hanya 0,5% sampai 2% per tahun. Yield maksudnya adalah keuntungan yang diperoleh dari nilai sewa per tahun.

Namun, investasi ini memiliki kekurangan, yaitu bila tanah Anda memiliki ukuran yang terlalu luas, maka itu akan susah mencari pembeli, kecuali dalam bentuk kaveling. "Menjual tanah kaveling jelas lebih mudah ketimbang menjual tanah yang luas," kata Ali.

Berbeda halnya bila Anda memilih berinvestasi pada rumah tapak. Investasi rumah memang selalu menguntungkan, mengingat rumah adalah kebutuhan pokok. Namun, investor harus tetap memperhatikan dengan baik lokasinya.

"Untuk investasi rumah bisa mendapatkan yield 3% sampai 5%. Jika ingin mendapatkan hasil yang baik, pilihlah lokasi yang strategis. Misalnya, dekat dengan keramaian, perkantoran, atau pabrik," ungkapnya.

Kalau Anda tergiur dengan hasil yang lebih tinggi, pilihlah bisnis indekos dibandingkan rumah sewa. Lewat investasi ini Anda akan mendapat keuntungan 5% sampai 7% per tahun. Berbeda dengan bisnis kontrakan, Anda harus lebih teliti dalam hal perawatan‎.

Berbeda juga bila Anda memilih berinvestasi apartemen. Kebutuhan akan hunian vertikal ini selalu meningkat dari tahun ke tahun seiring dengan semakin terbatasnya lahan.

"Investasi apartemen dan kondominium berpotensi menorehkan yield 7% sampai 12% per tahun. Nilai sewa apartemen bisa tiga kali lipat dari sewa rumah dan ruko yang hanya 3% sampai 4% per tahun," kata Ali. ‎

Sebagai contoh, Anda bisa meraih keuntungan yang lumayan besar bila menyewakan satu unit apartemen yang berlokasi di tengah kota bisnis. Dalam waktu 3 sampai 5 tahun ke depan, Anda bisa menyewakan dengan harga Rp5 juta sampai Rp6 juta per bulan. Berarti nilai sewa setahunnya bisa mencapai Rp60 jutaan. (Aprilia S Andyna)
(ysw)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Facebook
  • Disqus
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak