Generali Indonesia Bayar Klaim Lebih dari Rp1,3 Triliun di 2024
Kamis, 27 Februari 2025 - 21:47 WIB
loading...
Direksi Generali Indonesia menyerahkan klaim manfaat asuransi kesehatan kepada salah satu nasabah, dalam acara ramah tamah di kantor pusat perusahaan di Jakarta, Kamis (27/2/2025). FOTO/Ist
A
A
A
JAKARTA - PT Asuransi Jiwa Generali Indonesia ( Generali Indonesia ) sepanjang tahun 2024 telah membayarkan klaim senilai lebih dari Rp1,3 triliun untuk lebih dari 286.000 kasus klaim yang terdiri dari klaim manfaat kesehatan, klaim manfaat meninggal dunia dan klaim manfaat penyakit kritis.
Dibandingkan tahun sebelumnya, tren klaim Generali Indonesia mengalami peningkatan. Hal ini dipengaruhi oleh nilai klaim kesehatan yang meningkat sebesar 19% (yoy). Sebaliknya nilai klaim meninggal dunia yang dibayarkan mengalami penurunan sebesar 1,55% (yoy) dibandingkan dengan tahun sebelumnya.
Baca Juga: Diskon Tarif Listrik 50% Berakhir Besok, Ini Batas Maksimal Pembelian Token
Peningkatan pembayaran klaim itu sejalan dengan kian tingginya inflasi medis di Indonesia. Data terbaru menyebutkan bahwa inflasi medis Indonesia tahun 2025 diperkirakan mencapai 19% atau lebih dari 7 kali lipat dari prediksi inflasi secara umum yang hanya berkisar di 2,6%.
Inflasi medis ini tentunya telah memicu kenaikan harga obat-obatan maupun layanan medis, yang akan berdampak besar terhadap biaya kesehatan. Klaim kesehatan yang masih terus meningkat ini juga menunjukkan masyarakat masih sangat membutuhkan proteksi asuransi.
Dibandingkan tahun sebelumnya, tren klaim Generali Indonesia mengalami peningkatan. Hal ini dipengaruhi oleh nilai klaim kesehatan yang meningkat sebesar 19% (yoy). Sebaliknya nilai klaim meninggal dunia yang dibayarkan mengalami penurunan sebesar 1,55% (yoy) dibandingkan dengan tahun sebelumnya.
Baca Juga: Diskon Tarif Listrik 50% Berakhir Besok, Ini Batas Maksimal Pembelian Token
Peningkatan pembayaran klaim itu sejalan dengan kian tingginya inflasi medis di Indonesia. Data terbaru menyebutkan bahwa inflasi medis Indonesia tahun 2025 diperkirakan mencapai 19% atau lebih dari 7 kali lipat dari prediksi inflasi secara umum yang hanya berkisar di 2,6%.
Inflasi medis ini tentunya telah memicu kenaikan harga obat-obatan maupun layanan medis, yang akan berdampak besar terhadap biaya kesehatan. Klaim kesehatan yang masih terus meningkat ini juga menunjukkan masyarakat masih sangat membutuhkan proteksi asuransi.
Lihat Juga :