Laba Tugu Insurance Naik 363% Jadi Rp46,02 Miliar di Januari 2025

Jum'at, 28 Februari 2025 - 13:28 WIB
loading...
Laba Tugu Insurance...
Tugu Insurance mencatatkan laba signifikan di Januari 2025. FOTO/dok.SINDOnews
A A A
JAKARTA - PT Asuransi Tugu Pratama Indonesia Tbk (TUGU) atau Tugu Insurance mencatatkan laba (Parent only termasuk Unit Usaha Syariah) Rp46,02 miliar pada periode Januari 2025. Raihan laba ini melesat lebih dari empat kali lipat atau 363% dari periode yang sama tahun sebelumnya (year on year) yang tercatat Rp9,95 miliar.

Peningkatan laba, yang belum memasukan laba anak usaha ini, ditopang oleh pendapatan top line yang juga melesat signifikan. Pendapatan premi diterima meningkat sebesar 83,49% secara yoy menjadi Rp578,39 miliar pada Januari 2025.

Adapun hasil underwriting melesat 367,93% secara yoy menjadi Rp62,29 miliar. Pendapatan TUGU juga masih bertambah dari hasil investasi yang naik 15,17% secara yoy menjadi Rp26,69 miliar. Meski pendapatan meningkat tinggi, TUGU bisa mengendalikan beban operasional. Tercatat beban relatif flat karena hanya naik 1,13% menjadi Rp41,27 miliar.

Baca Juga: TUGU Pertahankan Rating A- dari AM Best, Begini Prospeknya di 2025

Analis NH Korindo Sekuritas, Leonardo Lijuwardi, menilai kinerja TUGU pada awal tahun cukup baik dan memberikan rasa optimistis kepada para investor. "Dengan captive market yang kuat serta ekspansi bisnis kepada non captive market, pendapatan TUGU cukup bagus pada awal tahun ini," ujarnya.

Dia menjabarkan kemampuan TUGU dalam menghasilkan pertumbuhan pendapatan didorong oleh permodalan yang kuat serta kondisi perusahaan yang sehat. Hal ini penting karena bisnis Asuransi adalah kepercayaan, semakin sehat perusahaan itu maka akan semakin percaya para customernya.

"Tidak banyak perusahaan asuransi umum yang memiliki modal sebesar TUGU. Sehingga ini merupakan keunggulan TUGU dalam menangani asuransi korporasi dengan nilai yang besar seperti bisnis migas, tambang, hingga berteknologi tinggi seperti satelit," ujar dia dalam keterangan tertulis, Jumat (28/2/2025).

Ekuitas TUGU (Parent only termasuk Unit Usaha Syariah) tercatat sebesar Rp5,85 triliun pada akhir Januari 2025. Adapun solvabilitas atau Risk Based Capital (RBC) TUGU pada akhir Januari 2025 sebesar 433,74%, jauh lebih tinggi dibandingkan RBC batas syarat OJK di 120% dan juga masih diatas RBC Industri.

"Faktor lainnya yang diperhatikan dalam asuransi selain solvabilitas adalah rentabilitas dan likuiditas. TUGU memenuhi ketiganya secara sehat," ujar Leonardo.

Baca Juga: Ini Strategi Investasi TUGU di Tengah Fluktuasi Nilai Tukar Rupiah

Menurut Leonardo, TUGU merupakan salah satu emiten yang menarik untuk dipegang dalam jangka waktu panjang. Hal ini didasarkan pada kriteria bahwa sejak IPO pada 2018, TUGU selalu mencatatkan pertumbuhan yang positif.

Faktor berikutnya adalah emiten ini selalu memberikan dividen dengan yield yang menarik, di atas rata-rata emiten di BEI. Pada laporan keuangan 2023, dividend yield TUGU di kisaran 12,7%.

"Satu lagi yang menarik adalah TUGU masih undervalue, karena pada harga saham sekarang setara dengan 0,3-0,4x price to book value," ujarnya.

PBV adalah rasio yang membandingkan antara posisi harga saham dengan book value atau nilai buku per saham dari sebuah emiten. Saat ini, rata-rata PBV sektor asuransi mencapai 1 kali, sedangkan saham-saham di IDX Finance berkisar 1,5 sampai 2 kali. Dengan komparasi ini, saham TUGU cenderung masih murah dibandingkan asuransi lainnya, maupun finansial lainnya.

(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pertamina EP Cepu Catat...
Pertamina EP Cepu Catat Kinerja Positif, Siap Percepat Transisi Energi
DADA Buka Registrasi...
DADA Buka Registrasi RUPST 19 Juni, Siapkan Dividen Rp2 Miliar
Andalkan Segmen Rumah...
Andalkan Segmen Rumah Tapak, HBAT Bukukan Penjualan Rp24,53 Miliar di 2025
Antam Tebar Dividen...
Antam Tebar Dividen Jumbo Rp5,04 Triliun, 70% dari Laba Bersih di 2025
Kinerja Tumbuh 21,17%,...
Kinerja Tumbuh 21,17%, Patra Logistik Catat Pendapatan Rp3,25 Triliun di 2025
Free Float 15% Bakal...
Free Float 15% Bakal Kerek Daya Tarik Perusahaan di Mata Investor, Begini Kata BEI
Indramayu Masuk Top...
Indramayu Masuk Top 5 Kinerja Terbaik Daerah Se-Indonesia, Bupati Lucky: Alhamdulillah
Cara Akses eKinerja...
Cara Akses eKinerja BKN dan Membuat SKP ASN dengan Mudah, Simak Panduannya
Survei Lemkapi: Kepuasan...
Survei Lemkapi: Kepuasan Publik terhadap Kinerja Polri Capai 80,1%
Rekomendasi
Mesir Comeback, Mo Salah...
Mesir Comeback, Mo Salah Antar The Pharaohs Gulung Selandia Baru 3-1
Din Syamsuddin Ungkap...
Din Syamsuddin Ungkap Bung Karno Tokoh Dikagumi Dunia Internasional
Stabilitas Harga Rupiah...
Stabilitas Harga Rupiah Pasca BI Rate Naik (Lagi)
Berita Terkini
Rosan Lapor Prabowo...
Rosan Lapor Prabowo soal Perampingan 258 BUMN, 300 Pelat Merah Lain Menyusul
Pergantian Direksi Disorot,...
Pergantian Direksi Disorot, Mampukah Kejayaan Pelni Kembali?
IHSG Menghijau di Awal...
IHSG Menghijau di Awal Pekan, Pagi Ini Sentuh Level 6.217
Harga Emas Malas Bergerak...
Harga Emas Malas Bergerak di Posisi Rp2.668.000 per Gram, Intip Daftar Lengkapnya
Dibayangi Outflow Rp4,5...
Dibayangi Outflow Rp4,5 Triliun, IHSG Pekan Ini Diprediksi Bergerak Fluktuatif
Spesial, Investor Patriot...
Spesial, Investor Patriot Bond Dilindungi dari Tuntutan Pidana hingga Pajak
Infografis
10 Pemain Bintang yang...
10 Pemain Bintang yang Absen di Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved