alexametrics

Rupiah Jatuh ke Rp13.900, BI: Bukan Karena Banjir Jakarta

loading...
Rupiah Jatuh ke Rp13.900, BI: Bukan Karena Banjir Jakarta
Rupiah pada siang ini melemah ke level Rp13.900 per dolar Amerika Serikat. Foto/SINDOnews
A+ A-
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terendam melawan dolar Amerika Serikat (USD) pada perdagangan Selasa (25/2/2020). Indeks Bloomberg mencatat mata uang kecintaan kita terdepresiasi 29 poin atau 0,21% ke level Rp13.900 per USD.

Awal perdagangan, rupiah dibuka berbalik menguat alias reboud 3 poin atau 0,03% ke level Rp13.868 per USD, berbanding penutupan Senin lalu di Rp13.871 per USD.

Kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia pada Selasa ini, menempatkan kurs tengah rupiah di Rp13.893 per USD, melemah 30 poin atau 0,21% dari posisi Rp13.863 per USD pada Senin kemarin.



Data Yahoo Finance mencatat rupiah menyusut 35 poin atau 0,25% ke level Rp13.895 per USD, dimana pada Senin kemarin berada di Rp13.860 per USD. Sepanjang pagi hingga siang ini, rupiah bergerak di Rp13.860-Rp13.900 per USD.

Rupiah menjadi mata uang yang lemah dibanding mata uang Asia lainnya pada Selasa siang ini. Selain rupiah, peso Filipina melemah 0,21% dan baht Thailand tertekan 0,17%.

Sementara itu, beberapa mata uang Asia lainnya menguat lawan dolar AS, seperti won Korea Selatan bertambah 0,61%, yuan China menguat 0,21%, rupee India gagah 0,17%, dan dolar Taiwan terapresiasi 0,14%.

Terkait pelemahan rupiah pada siang ini, Kepala Departemen Pengelolaan Moneter Bank Indonesia, Nanang Hendarsah, mengatakan bukan disebabkan oleh banjir yang merendam beberapa wilayah Jakarta pada Selasa ini.

"Rupiah melemah siang ini bukan karena banjir di Jakarta. Melemahnya rupiah disebabkan keluarnya dana asing dari surat berharga negara. Karena aksi flight to quality oleh investor global dari aset emerging market," terang Nanang saat dihubungi SINDOnews di Jakarta, Selasa (25/2/2020).

Melansir dari Reuters, indeks USD bergerak stabil pada Selasa karena kekhawatiran penyebaran virus corona berdampak terhadap ekonomi global. Investor pun berharap bank sentral Amerika Serikat, The Fed, dapat menurunkan suku bunga acuan, setelah penurunan suku bunga pada Juni tahun lalu. Indeks USD pun pada siang ini diperdagangkan datar di 99,321.
(ven)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Facebook
  • Disqus
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak