Gebuk Dolar AS, Bank Indonesia Bakal Gandeng China

Jum'at, 25 Juni 2021 - 19:44 WIB
loading...
Gebuk Dolar AS, Bank...
Ilustrasi. FOTO/Yorri Farli
A A A
JAKARTA - Bank Indonesia (BI) akan berkolaborasi dengan China dalam upaya mengurangi ketergantungan terhadap dolar AS. Hal itu akan diwujudkan melalui kerja sama local currency settlement (LCS) atau penggunaan mata uang lokal dalam transaksi perdagangan dengan China akan dilakukan pada Juli 2021.

Saat ini Indonesia telah menggandeng empat bank sentral negara asia dalam melaksanakan LCS Framework, yakni Bank Negara Malaysia (BNM), Bank Of Thailand (BOT), Bangko Sentral ng Pilipinas, dan Bank Sentral Jepang.

Baca Juga: Duh, Beban Utang Pemerintah Sudah Sangat Mengkhawatirkan!

Direktur Eksekutif Kepala Departemen Pengembangan Pasar Keuangan Bank Indonesia, Donny Hutabarat mengatakan, kerja sama Indonesia dengan beberapa bank sentral negara lain ini dilakukan untuk mendorong penggunaan mata uang lokal dalam penyelesaian transaksi perdagangan bilateral dan investasi langsung. "Dengan China, kita sedang siapkan regulatory-nya. Juli atau kuartal III launching dan diterapkan,” ujar Donny dalam video conference, Jumat (25/6/2021).

Baca Juga: Benarkah Utang RI Masih Aman? Ini Jawaban Luhut

Donny menambahkan, saat ini minat pelaku usaha maupun industri perbankan di Tanah Air cukup tinggi untuk menerapkan LCS dengan China, begitu pun sebaliknya dengan pelaku usaha di China. Selain itu, tujuan kerja sama ini juga tentunya untuk meningkatkan penggunaan mata yang lokal dan mengurangi ketergantungan terhadap dolar AS. “Minat indikasi kalau kita diskusi dengan pelaku dan perbankan minatnya tinggi. Nanti dengan China saya rasa juga paling cepat penggunaan LCS,” kata dia.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
EskaIasi Laut Merah...
EskaIasi Laut Merah Tekan Rupiah, Dolar AS Ditutup ke Rp17.936 Sore Ini
Uang Beredar Tumbuh...
Uang Beredar Tumbuh 8,7%,  Per Juni 2026 Tembus Rp10.432,8 Triliun
Kredit Perbankan Juni...
Kredit Perbankan Juni 2026 Tumbuh 12,67%, BI Optimistis Capai Target Tahun Ini
Transaksi BI-FAST Capai...
Transaksi BI-FAST Capai 1,53 Miliar di Triwulan II 2026, Nilainya Tembus Rp3.777 Triliun
Gejolak Global Meningkat,...
Gejolak Global Meningkat, Gubernur BI Prediksi Ekonomi Indonesia 2026 Tumbuh 4,9-5,7%
Tok! BI Tahan Suku Bunga...
Tok! BI Tahan Suku Bunga Acuan Juli 2026 di level 5,75 Persen
Mengancam Bumi, China...
Mengancam Bumi, China Siap Pindahkan Asteroid 2015 XF261
China Pastikan Kendaraan...
China Pastikan Kendaraan Listrik Berukuran Besar Merusak Jalan
Fiscal Dominance dan...
'Fiscal Dominance' dan Depresiasi Rupiah
Rekomendasi
Pembangunan Jalan Tol...
Pembangunan Jalan Tol Akses Pelabuhan Patimban Capai 68%
Prabowo Singgung Londo...
Prabowo Singgung Londo Ireng: Sekarang Pakai Baju Wartawan, Pengamat, hingga LSM
Prabowo dan Gibran Hadiri...
Prabowo dan Gibran Hadiri Puncak Harlah ke-28 PKB di JCC
Berita Terkini
Hari Anak Nasional,...
Hari Anak Nasional, Jasa Raharja Ajak Generasi Muda Jadi Pelopor Keselamatan
Gonjang-ganjing Sektor...
Gonjang-ganjing Sektor Energi, Singapura Rombak Kabinet Besar-besaran
Di Balik Penghargaan...
Di Balik Penghargaan CCEPC Indonesia, Gao Hai Komitmen Bangun Kemitraan Jangka Panjang
Pertamina Trans Kontinental...
Pertamina Trans Kontinental Ajak Siswa Lestarikan Ekosistem Laut
PLN EPI Tawarkan Kontrak...
PLN EPI Tawarkan Kontrak hingga 5 Tahun untuk Pemasok Biomassa
Ancaman Blokade Laut...
Ancaman Blokade Laut Merah, Asia Nego Arab Saudi Alihkan Rute Tanker Minyak ke Afrika
Infografis
10 Negara dengan Cadangan...
10 Negara dengan Cadangan Emas Terbesar Dunia, AS Masih Teratas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved