Para Pemimpin Eropa Bersiasat Cairkan Aset Rusia Rp3.307 Triliun

Senin, 03 Maret 2025 - 06:31 WIB
loading...
Para Pemimpin Eropa...
Para pemimpin yang berasal dari Eropa Timur mendesak Uni Eropa (UE) agar mencairkan aset Rusia yang dibekukan senilai ratusan miliar dolar, ketika hubungan dengan AS memburuk. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Para pemimpin yang berasal dari Eropa Timur mendesak Uni Eropa (UE) agar mencairkan aset Rusia yang dibekukan senilai ratusan miliar dolar untuk mendanai perang Ukraina karena hubungan dengan AS memburuk.

Para pemimpin dari Polandia, Estonia, dan Finlandia dalam seminggu terakhir kompak menyuarakan agar UE melikuidasi cadangan bank sentral Rusia, yang bernilai antara USD200 miliar (setara Rp3.307 triliun dengan kurs Rp16.538 per USD) dan USD300 miliar.

Baca Juga: 5 Fakta Penting Kesepakatan Harta Karun Mineral Langka Ukraina dan AS

Cadangan bank sentral Rusia yang berlokasi di Eropa -termasuk mata uang, emas, dan obligasi pemerintah- disita sebagai bagian dari perluasan sanksi Barat ketika Rusia meluncurkan invasi skala penuh ke Ukraina pada Februari 2022, lalu.

Sampai saat ini para pemimpin Eropa Timur masih mencoba mencari cara, di tengah pertanyaan seputar legalitas membuka aset yang telah dibekukan. Kecemasan atas konsekuensi dari mencairkan aset Rusia dan peluang alternatif bagi UE sebagai alat tawar-menawar dalam pembicaraan damai menjadi pertimbangan.

Pada Juli tahun lalu, negara-negara G7 menyetujui kesepakatan penting untuk menggunakan hasil atau keuntungan yang didapatkan dari aset Rusia yang dibekukan untuk mendanai upaya pertahanan Ukraina. Ditambah bisa membantu mendanai pinjaman mencapai 50 miliar euro ke negara itu, meski setelahnya kemajuan dari upaya tersebut seakan berhenti.

Para pemimpin Eropa menumpuk tekanan

Urgensi agar membuka jalan baru untuk mencari pendanaan telah dipercepat sejak pelantikan Donald Trump pada Januari, setelah presiden AS itu mengesampingkan Eropa dan Ukraina dalam awal pembicaraan damai dengan Rusia. Ia bahkan, memberikan konsesi verbal awal kepada Putin, yang menakut-nakuti Eropa.

Kemenangan mudah, sejauh ini yang menyangkut negara-negara Timur dan Baltik Uni Eropa, adalah melikuidasi aset cadangan bank sentral yang ditinggalkan Rusia.

Perdana Menteri Polandia, Donald Tusk dalam postingannya di X pekan lalu menuliskan: "Cukup berbicara, saatnya untuk bertindak! Mari kita biayai bantuan kita untuk Ukraina dari aset beku Rusia."

Selanjutnya Perdana Menteri Ceko Petr Fiala mengikutinya dalam pidato yang disiarkan langsung melalui televisi, dengan mengatakan, "Untuk dukungan militer lebih lanjut terhadap Ukraina, kita harus menggunakan uang dari aset Rusia yang dibekukan dari seluruh Eropa," katanya.

Ia juga menambahkan bahwa Trump telah "memutuskan untuk sepenuhnya mengubah" kebijakan luar negeri AS. "Kecepatan, dorongan, dan retorika tentu mengejutkan, tetapi pergeseran Amerika Serikat dari fokusnya pada Eropa seharusnya tidak mengejutkan kita," kata Fiala.

Sementara itu Menteri Luar Negeri Estonia, Margus Tsahkna mengatakan kepada Reuters: "Keputusan untuk menggunakan keuntungan rejeki nomplok (aset Rusia) adalah langkah ke arah yang benar. Saya melihat bahwa waktunya sudah matang sekarang untuk mengambil langkah selanjutnya."

Pada Februari tahun lalu, mantan Menteri Keuangan Janet Yellen menandai dirinya sebagai pendukung awal untuk melikuidasi ratusan miliar dolar aset Rusia yang disita.

"Saya percaya ada hukum internasional, ekonomi, dan moral yang kuat untuk bergerak maju. Ini akan menjadi tanggapan yang menentukan terhadap ancaman Rusia yang belum pernah terjadi sebelumnya terhadap stabilitas global," kata Yellen seperti dilansir Fortune.

Namun belakangan terjadi perpecahan di Uni Eropa, ketika Jerman, Prancis, Italia, dan Komisi Eropa menolak seruan untuk membuka dana dari aset Rusia yang akan digunakan untuk kebutuhan Eropa atau Ukraina secara khususnya.

Oposisi mencuat yang berawal dari ketakutan bahwa penyitaan aset pasar bebas akan menghadirkan kekhawatiran di kalangan investor internasional dan menekan legitimasi Eropa dalam jangka panjang.

Baca Juga: Duel AS-Rusia Berakhir, Putin Perlahan Tinggalkan BRICS

Sebaliknya negara-negara ini lebih suka melihat aset beku tersebut sebagai alat tawar-menawar yang kuat dalam negosiasi dengan Rusia, poin yang diulangi Presiden Prancis Emmanuel Macron selama diskusi dengan Trump minggu ini.

(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Dikepung Sanksi Barat,...
Dikepung Sanksi Barat, Rusia Malah Cetak Rekor Hampir Semua Warganya Punya Kerjaan!
Hindari Selat Hormuz!...
Hindari Selat Hormuz! India Diam-Diam Gandeng Rusia Buka Jalur Es Ekstrem
Bos Raksasa Minyak Rusia:...
Bos Raksasa Minyak Rusia: AS Untung Besar di Balik Penutupan Selat Hormuz
Rupiah Keok Lawan Dolar...
Rupiah Keok Lawan Dolar AS, Hari Ini Berakhir Sentuh Rp17.839
Daftar Negara Pengguna...
Daftar Negara Pengguna Energi Nuklir Terbesar di Dunia, Siapa Juaranya?
Ekonomi Singapura Melesat...
Ekonomi Singapura Melesat 6% Berkat Demam AI, Mengapa Masih Kirim Sinyal Bahaya?
Tiru Strategi Iran,...
Tiru Strategi Iran, Ukraina Tembakkan 323 Drone ke Wilayah Rusia pada Malam Hari
Teken Kerja Sama Hukum,...
Teken Kerja Sama Hukum, Indonesia dan Rusia Perkuat Mutual Legal Assistance
10 Mata-mata Perang...
10 Mata-mata Perang Dingin yang Tak Pernah Takut Mati
Rekomendasi
Menteri Zionis: AS Akan...
Menteri Zionis: AS Akan Segera Berada di Jalur Bentrokan dengan Israel
PAMA Group Tanam 2.000...
PAMA Group Tanam 2.000 Bibit Mangrove di Pesisir Semarang: 'Jadi Benteng Alami dari Perubahan Iklim'
Imam Shalat, Piala Dunia,...
Imam Shalat, Piala Dunia, dan Tempat Muktamar
Berita Terkini
ONDA Bidik Kebutuhan...
ONDA Bidik Kebutuhan Renovasi Rumah dengan Sistem Terintegrasi
Usai Perang dengan Iran,...
Usai Perang dengan Iran, Trump Janji Ekonomi AS Segera Bangkit
Gandeng Mitra Global,...
Gandeng Mitra Global, PT WCS Dorong Ekosistem Pertanian Berbasis Digital
Telkom Catat Pendapatan...
Telkom Catat Pendapatan Rp146,7 Triliun, DPR Minta Soliditas Dijaga
Kemenkop dan Rumah Energi...
Kemenkop dan Rumah Energi Dorong Koperasi Jadi Motor Transisi Energi
Plaza Seremoni IKN Karya...
Plaza Seremoni IKN Karya Brantas Abipraya Raih Penghargaan Lanskap Internasional MLAA 2026
Infografis
37 Pesawat AS Hancur...
37 Pesawat AS Hancur dan Rusak dalam Perang Iran, Kerugian Rp28 Triliun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved