ABB Berkomitmen Dukung Target Net Zero dan Transisi Energi Indonesia
Rabu, 05 Maret 2025 - 14:38 WIB
loading...
A
A
A
Pemantauan aset utama dan metrik kinerja membantu meningkatkan perlindungan jaringan serta memastikan keandalan operasi pembangkit listrik, sehingga mengurangi risiko pemadaman yang tidak terduga. Bagi Indonesia, penerapan teknologi ini menjadi kunci dalam membangun sektor energi yang lebih kuat, yang mampu mendorong pertumbuhan serta mencapai target keberlanjutan.
Wakil Presiden Energy Industries, Asia Tenggara, ABB Abhinav Harikumar mengatakan, sebagai negara terbesar di Asia Tenggara dengan populasi terbesar di kawasan ini, konsumsi energi Indonesia diperkirakan hampir tiga kali lipat pada 2050 dibandingkan dengan tingkat saat ini. Hal ini didorong oleh pertumbuhan populasi, urbanisasi, dan industrialisasi.
Menurutnya, mencapai keseimbangan antara ketahanan energi, keberlanjutan, dan keterjangkauan hanya dapat terwujud melalui kolaborasi dan kemitraan strategis—melalui kerja sama lintas negara, regional, dan industri. ”Tidak ada solusi tunggal yang dapat diterapkan untuk semua, tetapi dengan berbagi wawasan dan saling belajar, kita dapat bersama-sama memperkuat bauran energi untuk masa depan yang lebih berkelanjutan," ujarnya. Baca juga: Presiden Prabowo: Pemerintah yang Saya Pimpin Akan Fokus Swasembada Energi
Indonesia berada di garis depan transisi energi dengan peran pentingnya dalam membentuk masa depan ASEAN. Sebagai konsumen energi terbesar di kawasan ini, jalur pertumbuhan ekonomi dan populasinya menegaskan pentingnya solusi berkelanjutan.
Dengan memanfaatkan sumber daya energi terbarukan yang melimpah, Indonesia memiliki peluang besar untuk membangun masa depan energi hijau. Yang tidak hanya mendorong pertumbuhan ekonomi, tetapi juga mengatasi perubahan iklim serta memastikan ketahanan dan keterjangkauan energi bagi seluruh masyarakatnya.
Wakil Presiden Energy Industries, Asia Tenggara, ABB Abhinav Harikumar mengatakan, sebagai negara terbesar di Asia Tenggara dengan populasi terbesar di kawasan ini, konsumsi energi Indonesia diperkirakan hampir tiga kali lipat pada 2050 dibandingkan dengan tingkat saat ini. Hal ini didorong oleh pertumbuhan populasi, urbanisasi, dan industrialisasi.
Menurutnya, mencapai keseimbangan antara ketahanan energi, keberlanjutan, dan keterjangkauan hanya dapat terwujud melalui kolaborasi dan kemitraan strategis—melalui kerja sama lintas negara, regional, dan industri. ”Tidak ada solusi tunggal yang dapat diterapkan untuk semua, tetapi dengan berbagi wawasan dan saling belajar, kita dapat bersama-sama memperkuat bauran energi untuk masa depan yang lebih berkelanjutan," ujarnya. Baca juga: Presiden Prabowo: Pemerintah yang Saya Pimpin Akan Fokus Swasembada Energi
Indonesia berada di garis depan transisi energi dengan peran pentingnya dalam membentuk masa depan ASEAN. Sebagai konsumen energi terbesar di kawasan ini, jalur pertumbuhan ekonomi dan populasinya menegaskan pentingnya solusi berkelanjutan.
Dengan memanfaatkan sumber daya energi terbarukan yang melimpah, Indonesia memiliki peluang besar untuk membangun masa depan energi hijau. Yang tidak hanya mendorong pertumbuhan ekonomi, tetapi juga mengatasi perubahan iklim serta memastikan ketahanan dan keterjangkauan energi bagi seluruh masyarakatnya.
(poe)
Lihat Juga :