AS Caplok Pelabuhan Utama Terusan Panama, Keluarkan Duit Rp368 Triliun

Kamis, 06 Maret 2025 - 05:32 WIB
loading...
AS Caplok Pelabuhan...
Perusahaan berbasis di Hong Kong telah setuju untuk menjual sebagian besar sahamnya pada dua pelabuhan utama di Terusan Panama kupada perusahaan asal AS. Foto/Dok BBC, Getty.
A A A
JAKARTA - Perusahaan yang berbasis di Hong Kong telah setuju untuk menjual sebagian besar sahamnya pada dua pelabuhan utama di Terusan Panama kepada kelompok yang dipimpin oleh BlackRock, sebuah perusahaan investasi asal AS .

Penjualan ini terjadi setelah Presiden AS, Donald Trump mengeluhkan bahwa Terusan Panama saat ini berada di bawah kendali China. Lantaran itu Trump menekankan, AS seharusnya mengambil kendali atas rute pelayaran utama tersebut.

Melalui anak perusahaan miliknya, CK Hutchison Holding mengoperasikan pelabuhan di pintu masuk Samudra Atlantik dan Samudra Pasifik menuju kanal. Dikatakan bahwa mereka akan menjualnya sebagai bagian dari kesepakatan senilai USD22,8 miliar atau setara Rp368 triliun (kurs rupiah 16.141 per USD).

Baca Juga: Panama Buang Proyek Belt and Road China Dibayangi Ancaman Trump

CK Hutchison, yang didirikan oleh miliarder Hong Kong Li Ka-shing, ditekankan tidak dimiliki oleh pemerintah China. Meski begitu karena basis operasionalnya di Hong Kong, maka CK Hutchison berada di bawah undang-undang keuangan China. Tercatat CK Hutchison sudah mengoperasikan pelabuhan sejak 1997.

Kesepakatan itu mencakup total 43 pelabuhan di 23 negara di seluruh dunia, termasuk dua terminal di kanal. Namun hal ini akan membutuhkan persetujuan dari pemerintah Panama.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Rupiah Tertekan Sore...
Rupiah Tertekan Sore Ini, Dolar AS Menguat Tembus Rp17.930
Matikan Selat Hormuz!...
Matikan Selat Hormuz! AS dan Irak Deal Bangun Jalur Pipa Minyak Senilai Rp1.074 triliun
AS-Iran Saling Gempur,...
AS-Iran Saling Gempur, Harga Minyak Dunia Melonjak Tembus USD88 per Barel
Trump Batal Pungut Biaya...
Trump Batal Pungut Biaya 20% di Selat Hormuz, Negara Teluk Janji Investasi Jumbo ke AS
TUKS Petrokimia Gresik...
TUKS Petrokimia Gresik Raih Predikat Pelabuhan Terbaik Nasional
Trump Minta Tarif 20%...
Trump Minta Tarif 20% Kargo di Selat Hormuz, Bisa Kantongi Rp541 Miliar per Supertanker
Militer AS Tutupi Jumlah...
Militer AS Tutupi Jumlah Korban Luka dan Tewas, Malu karena Kalah Perang Iran?
Korban Jiwa Militer...
Korban Jiwa Militer AS Berjatuhan, Trump: Iran Akan Bayar Berkali-kali Lipat!
Iran Nyatakan Perang...
Iran Nyatakan Perang Skala Penuh, Rudalnya Gempur Pangkalan AS di Kuwait
Rekomendasi
Nathalie Holscher Siap...
Nathalie Holscher Siap Menikah dengan Arpat, Akad Nikah Digelar Besok
Geely Pamer Performa...
Geely Pamer Performa dan Inovasi di Sirkuit Mandalika, Begini Sensasinya
Zelensky Ditekan untuk...
Zelensky Ditekan untuk Pecat Jenderal Tertinggi Ukraina di Tengah Perang Melawan Rusia
Berita Terkini
RUU PFII Lompatan Strategis...
RUU PFII Lompatan Strategis Kejar Ekonomi RI 8%, Purbaya Ungkap 3 Pilar Penopangnya
Lionel Express Hadirkan...
Lionel Express Hadirkan Solusi Distribusi Barang B2B ke Seluruh Indonesia
Perkuat Ekosistem Emas...
Perkuat Ekosistem Emas Nasional, Pegadaian Resmi Jadi Bagian Pendirian Indonesia Bullion Market Association (IBMA)
Nikmati Pengalaman Nonton...
Nikmati Pengalaman Nonton Terbaik di XXI dengan Penawaran Eksklusif dari BRI
Harga Minyak Mendidih...
Harga Minyak Mendidih 1% saat Houthi Blokade Arab Saudi, Bakal Tembus USD100 per Barel?
IHSG Masih Perkasa,...
IHSG Masih Perkasa, Hari Ini Dibuka Menanjak Naik 0,67% ke level 6.273.
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved