AS Caplok Pelabuhan Utama Terusan Panama, Keluarkan Duit Rp368 Triliun

Kamis, 06 Maret 2025 - 05:32 WIB
loading...
A A A
Sebagai informasi Terusan Panama sepanjang 51 mil (82 km) melintasi negara Amerika Tengah dan merupakan penghubung utama antara samudra Atlantik dan Pasifik. Setiap tahun ada 14.000 kapal melewati terusan Panama, termasuk kapal kontainer yang membawa mobil, gas alam dan barang-barang lainnya, bahkan hingga kapal militer.

Dibangun pada awal 1900-an. AS mempertahankan kendalinya atas zona terusan Panama sampai tahun 1977, ketika perjanjian secara bertahap menyerahkan tanah itu kembali ke Panama. Setelah periode kontrol bersama, Panama mengambil kendali tunggal pada tahun 1999.

Trump sempat melontarkan beberapa argumen untuk merebut kembali kendali terusan Panama dan daerah sekitarnya. Dia berpendapat bahwa pengaruh China adalah ancaman keamanan nasional.

Ia juga mengungkapkan, investasi dan peran AS dalam pembangunan awal terusan Panama, membuatnya layak untuk mengambil kembali kendali atas kanal. Menurutnya kapal-kapal AS dikenakan biaya terlalu tinggi saat melewati terusan tersebut.

Dalam kunjungan ke Panama pada bulan Februari, Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio menuntut agar negara itu membuat "perubahan segera" terhadap apa yang disebutnya "pengaruh dan kontrol" China atas kanal tersebut.

Hal itu direspons oleh Panama yang menolak klaim pemerintah AS, serta Presiden Jose Raul Mulino menegaskan bahwa terusan Panama bakal tetap berada di bawah kendalinya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Arus Kas ETF Bitcoin...
Arus Kas ETF Bitcoin Tembus Rp1,36 Triliun di Pertengahan Juli 2026
Heboh Surat Dinas ke...
Heboh Surat Dinas ke AS dengan Keluarga Bocor, Menteri PU: Saya Nggak Jadi Berangkat
60 Negara Jadi Sasaran...
60 Negara Jadi Sasaran Tarif Baru Trump, Termasuk Sekutu Dekat AS!
Rupiah Tertekan Sore...
Rupiah Tertekan Sore Ini, Dolar AS Menguat Tembus Rp17.930
Matikan Selat Hormuz!...
Matikan Selat Hormuz! AS dan Irak Deal Bangun Jalur Pipa Minyak Senilai Rp1.074 triliun
AS-Iran Saling Gempur,...
AS-Iran Saling Gempur, Harga Minyak Dunia Melonjak Tembus USD88 per Barel
Perang Iran Menjadi...
Perang Iran Menjadi Warisan Buruk Kebijakan Luar Negeri Amerika Serikat
Trump akan Bicara dengan...
Trump akan Bicara dengan Hizbullah jika Presiden Lebanon Mau
Menlu Rubio Ungkap AS...
Menlu Rubio Ungkap AS Masih Bersedia Negosiasi dengan Iran
Rekomendasi
Mendagri Tito: Pelibatan...
Mendagri Tito: Pelibatan Sektor Swasta Akan Optimalkan Realisasi Program Perumahan Rakyat
Trump Setujui Arab Saudi...
Trump Setujui Arab Saudi Perkaya Uranium, Mungkinkan Riyadh Memiliki Bom Nuklir?
Apa Itu Kokushobi? Cuaca...
Apa Itu Kokushobi? Cuaca Ekstrem yang Terjadi Pertama Kalinya di Jepang
Berita Terkini
Relevansi Jadi Kunci...
Relevansi Jadi Kunci Utama Membangun Kekuatan Merek di Era Digital
Eropa Mulai Terbelah,...
Eropa Mulai Terbelah, Enam Negara Tolak Sanksi Baru terhadap Rusia
GAPKI Tegaskan Industri...
GAPKI Tegaskan Industri Sawit RI Terapkan Standar Keselamatan Kerja Berkelanjutan
Arus Kas ETF Bitcoin...
Arus Kas ETF Bitcoin Tembus Rp1,36 Triliun di Pertengahan Juli 2026
Airlangga Bocorkan Lahan...
Airlangga Bocorkan Lahan BUMN di Bali Jadi Opsi Calon Lokasi PFII
Soal Pindar, KPPU Didorong...
Soal Pindar, KPPU Didorong Utamakan Tindakan Pencegahan
Infografis
Bagher Ghalibaf, Negosiator...
Bagher Ghalibaf, Negosiator Iran dan Tangan Kanan Mojtaba yang Mampu Tundukkan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved