Ekonomi AS Kena Serangan Jantung 3 Tahun Lagi Dibayangi Ledakan Utang Rp589.444 Triliun

Kamis, 06 Maret 2025 - 16:47 WIB
loading...
Ekonomi AS Kena Serangan...
Miliarder Ray Dalio mengingatkan, Washington harus segera berkomitmen untuk memangkas defisit atau bakal menghadapi risiko krisis utang dalam tiga tahun ke depan. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Miliarder Ray Dalio mengingatkan, Washington harus segera berkomitmen untuk memangkas defisit atau bakal menghadapi risiko krisis utang AS dalam tiga tahun ke depan. Pendiri Bridgewater Associates itu meramalkan ekonomi AS bakal mengalami krisis keuangan serius dalam beberapa tahun ke depan.

Prospek bearish berasal dari defisit anggaran federal AS , yang naik menjadi USD1,8 triliun pada tahun fiskal terakhir, yang berakhir pada 30 September 2024. Angka ini mengejutkan untuk menandai defisit federal terbesar ketiga sepanjang sejarah AS.

Baca Juga: Terbesar Ketiga dalam Sejarah AS, Defisit Anggaran 2024 Tembus Rp28 Ribu Triliun

Defisit AS dipicu oleh besarnya bantuan pandemi hingga mencetak rekor pada periode 2020 dan 2021, dengan masing-masing mencapai USD3.132 triliun dan USD2.772 triliun. Sebagai perbandingan, PDB Prancis pada tahun 2023 berada pada kisaran USD3 triliun.

"Jika Anda tidak melakukannya, Anda akan mendapat masalah. Saya tidak bisa memberi tahu kapan tepatnya itu akan datang, ini seperti serangan jantung," saran miliarder itu dalam podcast mingguan 'Odd Lots' seperti dilansir RT.

"Semakin dekat, dugaan saya tiga tahun, atau bahkan bisa satu tahun," ungkapnya.

Meski begitu Ray Dalio mengaku masih ada solusi yang bisa dilakukan untuk mengatasi defisit pemerintah AS dan ancaman krisis utang. Saat ini utang nasional AS mencapai USD36,2 triliun atau setara Rp589.444 Triliun (dengan kurs rupiah 16.282 per USD), menurut data resmi Departemen Keuangan. Pada musim panas lalu pertama kalinya utang AS melewati angka USD35 triliun.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Rupiah Keok Lawan Dolar...
Rupiah Keok Lawan Dolar AS, Hari Ini Berakhir Sentuh Rp17.839
Ekonomi Singapura Melesat...
Ekonomi Singapura Melesat 6% Berkat Demam AI, Mengapa Masih Kirim Sinyal Bahaya?
Dunia di Ambang Kebangkrutan?...
Dunia di Ambang Kebangkrutan? Utang AS Tembus Rp666.215 Triliun
Dalih Iran Soal Penutupan...
Dalih Iran Soal Penutupan Ketat di Selat Hormuz, Stabilitas Harga Energi Masih Jauh
Rupiah Masih Rapuh,...
Rupiah Masih Rapuh, Hari Ini Sentuh Level Rp17.104 per USD
Tahan Harga BBM Subsidi,...
Tahan Harga BBM Subsidi, Purbaya: Instruksi Langsung Presiden!
Bergaji Rp540 Juta per...
Bergaji Rp540 Juta per Tahun, Warga Kelas Pekerja AS Berbondong-bondong Gabung Militer
Popularitas Presiden...
Popularitas Presiden Donald Trump Turun ke Level Terendah, Ini Penyebabnya
Ayah Elon Musk Tuding...
Ayah Elon Musk Tuding Konflik Putranya dan Trump Disebabkan Stres dan PTSD
Rekomendasi
Hore! Stasiun KRL JIS...
Hore! Stasiun KRL JIS Diresmikan Besok
Data BNPB: Karhutla...
Data BNPB: Karhutla di 2 Provinsi Hanguskan 8,3 Hektare Lahan
Mahasiswa Tetap Turun...
Mahasiswa Tetap Turun ke Jalan meski Banyak Aktivis Masuk Pemerintahan, Ini Analisis Ubedilah Badrun
Berita Terkini
BPDP dan AKPY Latih...
BPDP dan AKPY Latih Petani Kotim Tingkatkan Kualitas Panen Sawit Rakyat
Rupiah Menguat Tipis...
Rupiah Menguat Tipis dalam Sepekan, Simak Prediksi Pekan Depan
Langkah Membumi 2026...
Langkah Membumi 2026 Dimulai, Hadirkan Program Sustainability yang Lebih Pop untuk Anak Muda
PENAS XVII 2026 Jadi...
PENAS XVII 2026 Jadi Magnet Investasi Agribisnis, KTNA dan FERACO Perkuat Kolaborasi Industri dan Teknologi Pangan Nasional
Industri Herbal Andalkan...
Industri Herbal Andalkan Figur Publik Perkuat Kepercayaan Konsumen
Tamaris Hidro Bidik...
Tamaris Hidro Bidik Dana Rp1 Triliun lewat Sukuk Ijarah
Infografis
Selama 20 Tahun di Afghanistan,...
Selama 20 Tahun di Afghanistan, AS Tekor Rp4 Triliun Per Hari
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved