Efek Dahsyat Perang Tarif Trump, AS Tambah 151.000 Pekerjaan
Sabtu, 08 Maret 2025 - 12:10 WIB
loading...
Kebijakan perang tarif yang digulirkan Presiden AS Donald Trump telah membuka lebih banyak pekerjaan. FOTO/Reuters
A
A
A
JAKARTA - Kebijakan perang tarif yang digulirkan Presiden AS Donald Trump telah membuka lebih banyak pekerjaan. Pada Februari Amerika Serikat telah menambah 151.000 pekerjaan, menurut Biro Statistik Tenaga Kerja yang dirilis Jumat (7/3).
Trump bulan lalu telah memberlakukan tarif pada barang-barang China, dan Beijing menerapkan tindakan balasan sebagai tanggapan. Dia juga telah menampar tarif impor Kanada dan Meksiko, tetapi kemudian menunda pungutan tersebut setelah pembicaraan dengan Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau dan Presiden Meksiko Claudia Sheinbaum.
Sementara, tingkat pengangguran naik tipis menjadi 4,1% dari 4% di bulan Januari. Laporan ini tanpa memperhitungkan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) terhadap pekerja pemerintah federal oleh Departemen Efisiensi Pemerintah (DOGE) milik Elon Musk.
Baca Juga: Trump Ancam Rusia: Hentikan Perang atau Digempur Tarif Berskala Besar
Pembekuan dana federal yang berulang kali terjadi telah membuat para pekerja yang bergantung pada hibah menjadi rentan, sementara sebagian besar pekerjaan baru terkonsentrasi di sektor-sektor berupah rendah seperti perhotelan dan rekreasi.
Trump bulan lalu telah memberlakukan tarif pada barang-barang China, dan Beijing menerapkan tindakan balasan sebagai tanggapan. Dia juga telah menampar tarif impor Kanada dan Meksiko, tetapi kemudian menunda pungutan tersebut setelah pembicaraan dengan Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau dan Presiden Meksiko Claudia Sheinbaum.
Sementara, tingkat pengangguran naik tipis menjadi 4,1% dari 4% di bulan Januari. Laporan ini tanpa memperhitungkan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) terhadap pekerja pemerintah federal oleh Departemen Efisiensi Pemerintah (DOGE) milik Elon Musk.
Baca Juga: Trump Ancam Rusia: Hentikan Perang atau Digempur Tarif Berskala Besar
Pembekuan dana federal yang berulang kali terjadi telah membuat para pekerja yang bergantung pada hibah menjadi rentan, sementara sebagian besar pekerjaan baru terkonsentrasi di sektor-sektor berupah rendah seperti perhotelan dan rekreasi.
Lihat Juga :