Kesepakatan Bilateral RI-Vietnam Ditargetkan Rp294,1 T, Wakil Ketua MPR: Harus Dijaga
Selasa, 11 Maret 2025 - 15:34 WIB
loading...
Presiden Prabowo Subianto bertemu Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Komunis Vietnam (PKV), To Lam di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (10/3/2025). Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Wakil Ketua MPR RI, Rusdi Kirana menilai, Vietnam sebagai salah satu mitra strategis Indonesia di kawasan Asia Tenggara. Baik Indonesia maupun Vietnam merupakan sama-sama negara berkembang yang sedang berjuang menuju negara maju.
”Kita harus terus mendorong kerjasama kemitraan dengan Vietnam. Hubungan kedua negara telah berlangsung lama dan punya banyak kesamaan. Indonesia mengalami pertumbuhan yang bagus di kawasan, begitu pula Vietnam sehingga kerjasama kedua negara harus terus ditingkatkan,” tutur Rusdi Kirana di sela menerima kunjungan Sekjen Partai Komunis Vietnam (PKV) To Lam bersama rombongan di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (11/3/2025).
Baca Juga: Prabowo Bakal ke Hanoi Teken Perjanjian ZEE Indonesia-Vietnam
Wakil Ketua Umum DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini mengapresiasi kesepakatan bilateral antara Indonesia dan Vietnam yang ditargetkan mencapai total transaksi USD18 miliar (Rp294,1 triliun) pada tahun 2028.
Rusdi mengatakan, banyak hal yang bisa dikerjasamakan antara Indonesia dengan Vietnam, mulai bidang ekonomi, teknologi maupun perkebunan dan pertanian. Apalagi, kedua negara memiliki banyak kesamaan di sejumlah bidang, dan sama-sama sebagai negara yang sedang bertumbuh.
”Kita harus terus jaga agar terwujud kerja sama strategis yang makin komprehensif ke depannya,” urainya.
Diketahui, dalam kunjungannya ke Indonesia, Sekjen PKV To Lam beserta rombongan juga bertemu dengan Presiden Prabowo Subianto. Menurut Prabowo, Indonesia dan Vietnam telah menjalin kemitraan sejak 1955 yang dibangun di atas fondasi yang kuat yang didirikan oleh Presiden Anda Ho Vho Minh dan Presiden Soekarno dari Indonesia.
”Kita harus terus mendorong kerjasama kemitraan dengan Vietnam. Hubungan kedua negara telah berlangsung lama dan punya banyak kesamaan. Indonesia mengalami pertumbuhan yang bagus di kawasan, begitu pula Vietnam sehingga kerjasama kedua negara harus terus ditingkatkan,” tutur Rusdi Kirana di sela menerima kunjungan Sekjen Partai Komunis Vietnam (PKV) To Lam bersama rombongan di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (11/3/2025).
Baca Juga: Prabowo Bakal ke Hanoi Teken Perjanjian ZEE Indonesia-Vietnam
Wakil Ketua Umum DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini mengapresiasi kesepakatan bilateral antara Indonesia dan Vietnam yang ditargetkan mencapai total transaksi USD18 miliar (Rp294,1 triliun) pada tahun 2028.
Rusdi mengatakan, banyak hal yang bisa dikerjasamakan antara Indonesia dengan Vietnam, mulai bidang ekonomi, teknologi maupun perkebunan dan pertanian. Apalagi, kedua negara memiliki banyak kesamaan di sejumlah bidang, dan sama-sama sebagai negara yang sedang bertumbuh.
”Kita harus terus jaga agar terwujud kerja sama strategis yang makin komprehensif ke depannya,” urainya.
Diketahui, dalam kunjungannya ke Indonesia, Sekjen PKV To Lam beserta rombongan juga bertemu dengan Presiden Prabowo Subianto. Menurut Prabowo, Indonesia dan Vietnam telah menjalin kemitraan sejak 1955 yang dibangun di atas fondasi yang kuat yang didirikan oleh Presiden Anda Ho Vho Minh dan Presiden Soekarno dari Indonesia.
Lihat Juga :