Ada Perubahan Konsumsi dan Belanja saat Ramadan, Perlu Bijak Kelola Keuangan
Selasa, 11 Maret 2025 - 23:30 WIB
loading...
Bank Danamon merespons terhadap perubahan perilaku konsumsi masyarakat selama bulan suci Ramadan. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Bulan suci Ramadan menjadi momen sakral yang selalu diikuti perubahan pola konsumsi dan pola perilaku belanja masyarakat secara signifikan. Data InMobi & Glance mengungkapkan bahwa 40% konsumen Indonesia telah memulai persiapan belanja sejak dua minggu sebelum Ramadan.
Sementara itu, laporan dari Ipsos menyatakan bahwa pengeluaran individu selama bulan Ramadan meningkat hingga 1,6 kali lipat dibandingkan bulan biasa. Survei JakPat 2023 menunjukkan bahwa 87,3% masyarakat berencana untuk mengikuti acara buka puasa bersama dengan keluarga dan kerabat selama Ramadan.
Baca Juga: Cara Perbankan Ikut Meningkat Literasi dan Inklusi Keuangan Masyarakat
Tidak hanya pola konsumsi dan berbelanja masyarakat yang berbeda saat bulan Ramadan, tetapi tradisi Mudik menjadi salah satu hal yang sangat penting bagi banyak orang di Indonesia, terutama saat Lebaran.
Survei terbaru dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub) pada tahun 2024 menunjukkan bahwa angkutan untuk mudik Lebaran terbanyak adalah kereta api sebesar 20,3%, diikuti bus 19,4%, mobil pribadi 18,3%, dan sepeda motor sebesar 16,07%.
Sementara itu, laporan dari Ipsos menyatakan bahwa pengeluaran individu selama bulan Ramadan meningkat hingga 1,6 kali lipat dibandingkan bulan biasa. Survei JakPat 2023 menunjukkan bahwa 87,3% masyarakat berencana untuk mengikuti acara buka puasa bersama dengan keluarga dan kerabat selama Ramadan.
Baca Juga: Cara Perbankan Ikut Meningkat Literasi dan Inklusi Keuangan Masyarakat
Tidak hanya pola konsumsi dan berbelanja masyarakat yang berbeda saat bulan Ramadan, tetapi tradisi Mudik menjadi salah satu hal yang sangat penting bagi banyak orang di Indonesia, terutama saat Lebaran.
Survei terbaru dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub) pada tahun 2024 menunjukkan bahwa angkutan untuk mudik Lebaran terbanyak adalah kereta api sebesar 20,3%, diikuti bus 19,4%, mobil pribadi 18,3%, dan sepeda motor sebesar 16,07%.
Lihat Juga :