8 Miliarder Teknologi Babak Belur di 2025 usai Boncos Rp4.333 Triliun

Rabu, 12 Maret 2025 - 21:52 WIB
loading...
8 Miliarder Teknologi...
Delapan miliarder teknologi menerima hantaman keras pada awal tahun 2025, usai kekayaan kolektifnya boncos hingga USD266 miliar atau setara Rp4.333 triliun. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Delapan miliarder teknologi menerima hantaman keras pada awal tahun 2025, usai kekayaan kolektifnya boncos hingga USD266 miliar atau setara Rp4.333 triliun (dengan kurs Rp16.289 per USD). Penyebabnya lantaran kebijakan tarif Presiden Donald Trump terus membuat banyak investor ketakutan.

Kekayaan delapan taipan teknologi menyusut sekitar USD266 miliar tahun ini, dimana angka tersebut melebihi nilai pasar sebagian besar perusahaan terbesar di Amerika termasuk Salesforce, McDonald's, dan Wells Fargo.

CEO Tesla dan SpaceX, Elon Musk memimpin daftar sebagai miliarder yang menderita kerugian terbesar, menurut Bloomberg Billionaires Index. Kekayaan Musk tergerus hingga 30% dalam 10 minggu terakhir usai saham Tesla anjlok hingga 45% pada periode tersebut.

Baca Juga: Belum Banyak yang Tahu, 5 Orang Ini Jadi Konglomerat Setelah Usia 40 Tahun

Musk diperkirakan harus merelakan duitnya mencapai sekitar USD132 miliar. Selanjutnya Jeff Bezos dari Amazon, Larry Ellison dari Oracle, Michael Dell dari Dell Technologies, dan Jensen Huang dari Nvidia masing-masing telah melihat kekayaan mereka berkurang lebih dari USD20 miliar seiring kejatuhan harga saham perusahaan.

Pergerakan saham Amazon dan Oracle sama-sama turun sekitar 11%, sedangkan Dell dan Nvidia merosot pada kisaran 20%. Melengkapi grup ini adalah salah satu pendiri Alphabet, Larry Page dan Sergey Brin, dimana masing-masing hartanya turun sekitar USD18 miliar dan USD17 miliar pada tahun ini.

Semua itu usai saham perusahaan induk Google mengalami kejatuhan hingga 12%. Sedangkan kekayaan Steve Ballmer terpangkas sekitar USD13 miliar setelah saham Microsoft ambles 10%.

Kekayaan bersih delapan raksasa teknologi secara kolektif turun sebesar USD64 miliar, hanya dalam satu hari saja yakni Senin kemarin karena Nasdaq Composite turun 4%, untuk menjadi kerugian satu hari tertajam sejak 2022.

Seperti dilansir Bussines Insider, aksi jual dipicu oleh Trump yang memperingatkan akan ada "periode transisi" untuk ekonomi AS dalam wawancara Fox News pada hari Minggu.

Presiden tidak mengesampingkan, kemungkinan munculnya resesi Amerika. Dia menekankan, fokusnya adalah pada memperkuat Amerika dan mencapai kemakmuran jangka panjang: "Anda tidak bisa benar-benar mengawasi pasar saham."

Sebagai informasi agenda ekonomi Trump secara luas difokuskan pada penyetaraan hubungan perdagangan AS menggunakan tarif, membatasi imigrasi, memangkas peraturan, memotong pajak, dan mengurangi anggaran pemerintah federal. Kebijakannya telah menghidupkan kembali kekhawatiran inflasi dan memicu kekhawatiran resesi.

Ketidakpastian yang meningkat telah meredam desas-desus seputar AI yang telah mengangkat saham teknologi dan pasar yang lebih luas ke rekor tertinggi tahun ini. Salah satu konsekuensinya adalah 16 orang terkaya di dunia menjadi korban, setelah penurunan USD87 miliar pada hari Senin, menurut daftar orang kaya Bloomberg.

Di sisi lain kekayaan Bill Gates dari Microsoft dan Mark Zuckerberg dari Meta masih naik dikisaran USD4 miliar dan USD5 miliar pada tahun ini hingga akhir sesi Senin, lalu.

Baca Juga: 5 Miliarder AS Raup Untung Rp4.524 Triliun Saat Periode Pilpres

Tiga lainnya dalam daftar berada di zona hijau untuk tahun 2025 karena mereka kurang terpapar teknologi: seperti Warren Buffett dari Berkshire Hathaway naik sekitar USD14 miliar, sementara Bernard Arnault dari LVMH dan Amancio Ortega dari Inditex naik antara USD6 miliar dan USD7 miliar.

(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Elon Musk Jadi Kuadriliuner...
Elon Musk Jadi Kuadriliuner Pertama di Dunia, Seberapa Banyak Uangnya?
Tarif Trump 18% Mengancam...
Tarif Trump 18% Mengancam Komoditas Unggulan Nasional, RI Rayu AS Minta Pengecualian
10 Presiden Terkaya...
10 Presiden Terkaya Sepanjang Sejarah AS, Trump Jauh Lebih Unggul dari Pendahulunya
Buntut Dugaan Kerja...
Buntut Dugaan Kerja Paksa, Indonesia Terancam Digetok Tarif Baru dari AS
Gaya Hidup Miliarder,...
Gaya Hidup Miliarder, Begini Cara Keluarga Trump Membelanjakan Hartanya
Rupiah Keok Lawan Dolar...
Rupiah Keok Lawan Dolar AS, Hari Ini Berakhir Sentuh Rp17.839
Elon Musk Triliuner...
Elon Musk Triliuner Pertama di Dunia, Kekayaannya Rp19.706,5 Triliun Setara 73 Kali Anggaran MBG
10 Atlet Dengan Bayaran...
10 Atlet Dengan Bayaran Tertinggi 2026: Messi Dikalahkan Petinju Canelo Alvarez
Roket Blue Origin Meledak...
Roket Blue Origin Meledak saat Uji Coba, Kemunduran Terbaru bagi Miliarder Jeff Bezos
Rekomendasi
PBB Ungkap Israel Bunuh...
PBB Ungkap Israel Bunuh Lebih dari 20.000 Anak Palestina
Venezuela Umumkan Keadaan...
Venezuela Umumkan Keadaan Darurat setelah Diguncang 2 Gempa Dahsyat, 32 Orang Tewas
Kekeringan Meluas, BNPB...
Kekeringan Meluas, BNPB Laporkan Ribuan Warga Terdampak
Berita Terkini
LPS Naikkan Tingkat...
LPS Naikkan Tingkat Bunga Penjaminan Bank Umum Jadi 3,75%
Mandiri Tunas Finance...
Mandiri Tunas Finance dan APPI Beri Pelatihan Strategi Keuangan bagi UMKM
Kinerja Keuangan Impresif,...
Kinerja Keuangan Impresif, MNC Kapital Rombak Direksi dan Bidik Penambahan Modal
Rupiah Menguat, IHSG...
Rupiah Menguat, IHSG Hari Ini Ditutup Melejit Nyaris 2%
AHY Targetkan Bandara...
AHY Targetkan Bandara Soekarno-Hatta Tembus 10 Besar Terbaik Dunia di 2029
Apindo: DSI Bisa Perkuat...
Apindo: DSI Bisa Perkuat Tata Kelola Ekspor Tanpa Menambah Beban Dunia Usaha
Infografis
18 Kolonel AD Pecah...
18 Kolonel AD Pecah Bintang usai Promosi Jabatan di Februari 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved