Uni Eropa Balas Tarif Trump: Produk AS Terancam Kena Pajak 25%
Kamis, 13 Maret 2025 - 10:33 WIB
loading...
A
A
A
Kepala Federasi BGA Jerman, Dirk Jandura, memperingatkan, harga barang-barang AS bisa naik, dengan jus jeruk, bourbon, dan selai kacang menjadi produk yang paling terpengaruh. "Margin dalam perdagangan sangat rendah, sehingga tidak bisa diserap oleh perusahaan-perusahaan," ungkapnya.
Uni Eropa menargetkan ekspor AS senilai €26 miliar yang dapat terkena tarif. Juru bicara Uni Eropa, Olof Gill, menegaskan bahwa mereka telah mempersiapkan langkah ini dengan matang, namun tetap membuka kemungkinan untuk meredakan ketegangan dengan AS.
Sementara itu, Presiden Dewan Uni Eropa, António Costa, mendesak AS untuk menurunkan ketegangan, meski Presiden Trump bersumpah akan membalas langkah Uni Eropa. Ekspor Austria ke AS, yang merupakan pasar terbesar kedua setelah Jerman, juga terancam terdampak.
Baca Juga: Siapkan Skenario Terburuk, Uni Eropa Siapkan Peta Jalan Pertahanan sebagai Pengganti NATO
Bagi sektor minuman, baik produsen Eropa maupun AS, situasinya semakin sulit. Pemulihan pasar wiski Amerika yang sempat terhambat akibat tarif Uni Eropa sejak 2020 kini terancam kembali mundur. Proyek-proyek besar di sektor ini, termasuk produksi cognac di Prancis, juga diprediksi akan terpukul berat.
Uni Eropa menargetkan ekspor AS senilai €26 miliar yang dapat terkena tarif. Juru bicara Uni Eropa, Olof Gill, menegaskan bahwa mereka telah mempersiapkan langkah ini dengan matang, namun tetap membuka kemungkinan untuk meredakan ketegangan dengan AS.
Sementara itu, Presiden Dewan Uni Eropa, António Costa, mendesak AS untuk menurunkan ketegangan, meski Presiden Trump bersumpah akan membalas langkah Uni Eropa. Ekspor Austria ke AS, yang merupakan pasar terbesar kedua setelah Jerman, juga terancam terdampak.
Baca Juga: Siapkan Skenario Terburuk, Uni Eropa Siapkan Peta Jalan Pertahanan sebagai Pengganti NATO
Bagi sektor minuman, baik produsen Eropa maupun AS, situasinya semakin sulit. Pemulihan pasar wiski Amerika yang sempat terhambat akibat tarif Uni Eropa sejak 2020 kini terancam kembali mundur. Proyek-proyek besar di sektor ini, termasuk produksi cognac di Prancis, juga diprediksi akan terpukul berat.
Lihat Juga :