Angkasa Pura II Siapkan Layanan VIP bagi Pekerja Migran Indonesia
Jum'at, 04 September 2020 - 15:50 WIB
loading...
A
A
A
Muhammad Awaluddin menuturkan fasilitas khusus yang akan dibahas sejalan dengan telah ditandatangani MoU diantaranya fasilitas jalur khusus dalam rangka memberikan kelancaran kepulangan dan keberangkatan pekerja imigran. Selain itu, ada counter help desk untuk membantu penyediaan informasi bagi pekerja migran Indonesia. Termasuk penyediaan lounge bagi pekerja migran area Terminal Internasional.
Angkasa Pura II juga menyiapkan tempat pemasaran atau display/expose bagi produk-produk UMKM dari para pekerja migran, juga promo dan sosialisasi melalui media digital untuk program pelayanan dan pelindungan bagi pekerja migran.
"Kami akan berkoordinasi dengan stakeholder lain di bandara seperti Imigrasi, Balai Karantina dan Bea Cukai untuk menghadirkan fasilitas khusus tersebut. Di samping lima fasilitas tersebut, PT Angkasa Pura II dan BP2MI juga akan membahas lebih lanjut mengenai kemungkinan adanya fasilitas-fasilitas lain bagi pekerja migran selama berada di bandara," jelas Muhammad Awaluddin.
(Baca Juga: Buka Penempatan Pekerja Migran, RI Bisa Kantongi Devisa Rp3,8 T) Kepala BP2MI Benny Rhamdani mengatakan pekerja migran Indonesia adalah pahlawan yang telah menyumbangkan devisa dalam bentuk remittance hingga mencapai Rp159 triliun pada 2019. "Sehingga layak para pekerja migran Indonesia diperlakukan sebagai warga negara dengan layanan VIP. Layanan khusus ini bagian dari upaya kita memberikan pelayanan yang bersifat VIP," tuturnya.
Lebih lanjut, BP2MI mengapresiasi PT Angkasa Pura II yang juga akan menyediakan area pameran/pemasaran di area terminal penumpang bagi produk-produk hasil dari pekerja migran Indonesia yang kini sudah dapat membuka lapangan usaha.
Angkasa Pura II juga menyiapkan tempat pemasaran atau display/expose bagi produk-produk UMKM dari para pekerja migran, juga promo dan sosialisasi melalui media digital untuk program pelayanan dan pelindungan bagi pekerja migran.
"Kami akan berkoordinasi dengan stakeholder lain di bandara seperti Imigrasi, Balai Karantina dan Bea Cukai untuk menghadirkan fasilitas khusus tersebut. Di samping lima fasilitas tersebut, PT Angkasa Pura II dan BP2MI juga akan membahas lebih lanjut mengenai kemungkinan adanya fasilitas-fasilitas lain bagi pekerja migran selama berada di bandara," jelas Muhammad Awaluddin.
(Baca Juga: Buka Penempatan Pekerja Migran, RI Bisa Kantongi Devisa Rp3,8 T) Kepala BP2MI Benny Rhamdani mengatakan pekerja migran Indonesia adalah pahlawan yang telah menyumbangkan devisa dalam bentuk remittance hingga mencapai Rp159 triliun pada 2019. "Sehingga layak para pekerja migran Indonesia diperlakukan sebagai warga negara dengan layanan VIP. Layanan khusus ini bagian dari upaya kita memberikan pelayanan yang bersifat VIP," tuturnya.
Lebih lanjut, BP2MI mengapresiasi PT Angkasa Pura II yang juga akan menyediakan area pameran/pemasaran di area terminal penumpang bagi produk-produk hasil dari pekerja migran Indonesia yang kini sudah dapat membuka lapangan usaha.
(fai)
Lihat Juga :