Raksasa Gas Rusia Gazprom Berjuang Bangkit usai Menelan Kerugian Rp210,5 Triliun
Jum'at, 21 Maret 2025 - 11:18 WIB
loading...
A
A
A
Perusahaan mulai memangkas biaya sebagai akibat dari kerugian yang terus berlanjut, setelah bertahun-tahun menikmati pendapatan energi yang sangat besar.
Pada bulan Januari, Gazprom mengkonfirmasi sedang mempertimbangkan untuk memberhentikan staf administrasi di tengah laporan jumlah karyawan terancam berkurang hingga 40%.
Tahun lalu, Gazprom juga mengutarakan pihaknya telah menjual beberapa aset properti mewahnya, termasuk berbagai hotel milik Gazprom, yang biasanya digunakan untuk memberi penghargaan kepada karyawan dengan liburan dan untuk menyelenggarakan konferensi.
Menurut sebuah laporan Reuters, Gazprom sedangkan mempertimbangkan untuk menjual kantor pusat ekspor bergaya palazzo di St Petersburg, akibat langsung dari penurunan permintaan ke Barat. Gazprom Export telah memangkas jumlah karyawan dari 600 sebelum invasi ke Ukraina menjadi hanya tersisa beberapa lusin.
Seorang perwakilan untuk Gazprom tidak segera menanggapi permintaan komentar seperti dilansir Fortune.
Pada bulan Januari, Gazprom mengkonfirmasi sedang mempertimbangkan untuk memberhentikan staf administrasi di tengah laporan jumlah karyawan terancam berkurang hingga 40%.
Tahun lalu, Gazprom juga mengutarakan pihaknya telah menjual beberapa aset properti mewahnya, termasuk berbagai hotel milik Gazprom, yang biasanya digunakan untuk memberi penghargaan kepada karyawan dengan liburan dan untuk menyelenggarakan konferensi.
Menurut sebuah laporan Reuters, Gazprom sedangkan mempertimbangkan untuk menjual kantor pusat ekspor bergaya palazzo di St Petersburg, akibat langsung dari penurunan permintaan ke Barat. Gazprom Export telah memangkas jumlah karyawan dari 600 sebelum invasi ke Ukraina menjadi hanya tersisa beberapa lusin.
Seorang perwakilan untuk Gazprom tidak segera menanggapi permintaan komentar seperti dilansir Fortune.
Lihat Juga :