Profil Lengkap 5 Dewan Penasihat Danantara, Beserta Riwayat Pendidikan dan Pengalamannya
Senin, 24 Maret 2025 - 15:15 WIB
loading...
A
A
A
Pengalaman Profesional
CEO Asia Pasifik, Credit Suisse (2015–2021)
CEO Asia Tenggara, Credit Suisse (2013–2015)
Kepala Investment Banking Asia Tenggara, Credit Suisse (2002– 2013)
Eksekutif di Deutsche Bank dan ING Barings (1990-2000)
Pencapaian
- Mendorong pertumbuhan eksponensial bisnis Credit Suisse di kawasan Asia Pasifik
- Mantan CEO Credit Suisse Asia Pacific, memimpin operasi bank Swiss tersebut di kawasan Asia.
- Berkontribusi dalam transaksi lebih dari US$200 miliar, termasuk penggalangan dana dan merger & akuisisi selama lebih dari 20 tahun.
- Meraih Outstanding Achievement Award dari FinanceAsia atas kepemimpinannya di industri perbankan investasi Asia.
Sachs dikenal luas karena strategi yang berani dan efektif untuk mengatasi tantangan kompleks termasuk keluar dari kemiskinan ekstrem, perjuangan global melawan perubahan iklim akibat manusia, utang internasional dan krisis keuangan, reformasi ekonomi nasional, dan pengendalian penyakit pandemi dan epidemi.
![Profil Lengkap 5 Dewan Penasihat Danantara, Beserta Riwayat Pendidikan dan Pengalamannya]()
Sachs adalah penerima Penghargaan Tang dalam Pembangunan Berkelanjutan tahun 2022 dan merupakan salah satu penerima Penghargaan Blue Planet tahun 2015, penghargaan global terkemuka untuk kepemimpinan lingkungan. Ia dua kali dinobatkan sebagai salah satu dari 100 pemimpin dunia paling berpengaruh versi majalah Time.
Sachs telah menerima 42 gelar doktor kehormatan, dan penghargaan terbarunya termasuk Penghargaan Tang dalam Pembangunan Berkelanjutan tahun 2022, Legion of Honor berdasarkan keputusan Presiden Republik Prancis, dan Order of the Cross dari Presiden Estonia.
Sebelum bergabung dengan Columbia, Sachs menghabiskan lebih dari 20 tahun sebagai profesor di Universitas Harvard, terakhir sebagai Profesor Perdagangan Internasional Galen L. Stone. Berasal dari Detroit, Michigan, Sachs menerima gelar BA, MA, dan Ph.D. di Harvard.
Pendidikan
PhD in Economics – Harvard University, AS (1978–1980)
MA in Economics – Harvard University, AS (1976–1978)
BA in Economics – Harvard University, AS (1972–1976)
Pengalaman Profesional
Direktur, Center for Sustainable Development, Columbia University, AS (2016–sekarang)
Direktur, Earth Institute, Columbia University, AS (2002–2016)
Profesor Ekonomi, Harvard University, AS (1980–2002)
Penasihat ekonomi bagi pemerintah di berbagai negara (1985–2000)
Pencapaian
- Ekonom dan akademisi global terkemuka dalam bidang pembangunan berkelanjutan dan pengentasan kemiskinan.
- Menjadi penasihat ekonomi Indonesia pasca-krisis 1998, dan aktif mendorong pertumbuhan berkelanjutan serta kerja sama dengan pemerintah dan universitas.
- Menulis karya penting seperti:
Developing Country Debt and Economic Performance (1989) – membahas utang dan ekonomi Indonesia.
The End of Poverty (2005) – strategi pengentasan kemiskinan relevan bagi Indonesia.
- Penerima Blue Planet Prize (2015) dan Tang Prize untuk Pembangunan Berkelanjutan (2022).
- Menjadi penasihat tiga Sekretaris Jenderal PBB dalam kebijakan pembangunan global.
Sebelum berkarier di Capital Group, dia menempuh pendidikan tinggi dan meraih gelar sarjana di bidang fisika dan teologi dari Tulane University. Pria asal Washington D. C. itu kemudian melanjutkan pendidikan dan meraih gelar MBA di bidang keuangan dan perencanaan strategis dari Wharton School, University of Pennsylvania.
![Profil Lengkap 5 Dewan Penasihat Danantara, Beserta Riwayat Pendidikan dan Pengalamannya]()
Taylor sempat bertugas memberikan nasihat kepada perusahaan-perusahaan di ASEAN, AS, dan Inggris tentang strategi bisnis ketika menjadi konsultan di SRI International dan Strategic Planning Associates
Selain banyak berkontribusi pada investasi yang masuk ke Indonesia, Chapman juga menjadi Dewan Pembina Yayasan Karya Salemba Empat yang sudah didirikan sejak 1995. Chapman sempat dipuji oleh Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani atas peran kerja dan kontribusinya di Indonesia.
"Chapman telah panjang berinvestasi di Indonesia dan memiliki kepedulian, perhatian, dan afeksi terhadap Indonesia terutama Generasi Mudanya melalui dukungannya di Yayasan Karya Salemba Empat," ungkap Sri Mulyani.
CEO Asia Pasifik, Credit Suisse (2015–2021)
CEO Asia Tenggara, Credit Suisse (2013–2015)
Kepala Investment Banking Asia Tenggara, Credit Suisse (2002– 2013)
Eksekutif di Deutsche Bank dan ING Barings (1990-2000)
Pencapaian
- Mendorong pertumbuhan eksponensial bisnis Credit Suisse di kawasan Asia Pasifik
- Mantan CEO Credit Suisse Asia Pacific, memimpin operasi bank Swiss tersebut di kawasan Asia.
- Berkontribusi dalam transaksi lebih dari US$200 miliar, termasuk penggalangan dana dan merger & akuisisi selama lebih dari 20 tahun.
- Meraih Outstanding Achievement Award dari FinanceAsia atas kepemimpinannya di industri perbankan investasi Asia.
3. Jeffrey Sachs
Jeffrey D. Sachs merupakan profesor ekonomi terkenal di dunia, penulis buku terlaris, pendidik inovatif, dan pemimpin global dalam pembangunan berkelanjutan.Sachs dikenal luas karena strategi yang berani dan efektif untuk mengatasi tantangan kompleks termasuk keluar dari kemiskinan ekstrem, perjuangan global melawan perubahan iklim akibat manusia, utang internasional dan krisis keuangan, reformasi ekonomi nasional, dan pengendalian penyakit pandemi dan epidemi.

Sachs adalah penerima Penghargaan Tang dalam Pembangunan Berkelanjutan tahun 2022 dan merupakan salah satu penerima Penghargaan Blue Planet tahun 2015, penghargaan global terkemuka untuk kepemimpinan lingkungan. Ia dua kali dinobatkan sebagai salah satu dari 100 pemimpin dunia paling berpengaruh versi majalah Time.
Sachs telah menerima 42 gelar doktor kehormatan, dan penghargaan terbarunya termasuk Penghargaan Tang dalam Pembangunan Berkelanjutan tahun 2022, Legion of Honor berdasarkan keputusan Presiden Republik Prancis, dan Order of the Cross dari Presiden Estonia.
Sebelum bergabung dengan Columbia, Sachs menghabiskan lebih dari 20 tahun sebagai profesor di Universitas Harvard, terakhir sebagai Profesor Perdagangan Internasional Galen L. Stone. Berasal dari Detroit, Michigan, Sachs menerima gelar BA, MA, dan Ph.D. di Harvard.
Pendidikan
PhD in Economics – Harvard University, AS (1978–1980)
MA in Economics – Harvard University, AS (1976–1978)
BA in Economics – Harvard University, AS (1972–1976)
Pengalaman Profesional
Direktur, Center for Sustainable Development, Columbia University, AS (2016–sekarang)
Direktur, Earth Institute, Columbia University, AS (2002–2016)
Profesor Ekonomi, Harvard University, AS (1980–2002)
Penasihat ekonomi bagi pemerintah di berbagai negara (1985–2000)
Pencapaian
- Ekonom dan akademisi global terkemuka dalam bidang pembangunan berkelanjutan dan pengentasan kemiskinan.
- Menjadi penasihat ekonomi Indonesia pasca-krisis 1998, dan aktif mendorong pertumbuhan berkelanjutan serta kerja sama dengan pemerintah dan universitas.
- Menulis karya penting seperti:
Developing Country Debt and Economic Performance (1989) – membahas utang dan ekonomi Indonesia.
The End of Poverty (2005) – strategi pengentasan kemiskinan relevan bagi Indonesia.
- Penerima Blue Planet Prize (2015) dan Tang Prize untuk Pembangunan Berkelanjutan (2022).
- Menjadi penasihat tiga Sekretaris Jenderal PBB dalam kebijakan pembangunan global.
4. Chapman Taylor
Chapman Taylor memutuskan untuk pensiun setelah 30 tahun bekerja di Capital Group. Perusahaan manajemen aset ini mengelola dana investasi yang diinvestasikan di berbagai perusahaan publik di Indonesia.Sebelum berkarier di Capital Group, dia menempuh pendidikan tinggi dan meraih gelar sarjana di bidang fisika dan teologi dari Tulane University. Pria asal Washington D. C. itu kemudian melanjutkan pendidikan dan meraih gelar MBA di bidang keuangan dan perencanaan strategis dari Wharton School, University of Pennsylvania.

Taylor sempat bertugas memberikan nasihat kepada perusahaan-perusahaan di ASEAN, AS, dan Inggris tentang strategi bisnis ketika menjadi konsultan di SRI International dan Strategic Planning Associates
Selain banyak berkontribusi pada investasi yang masuk ke Indonesia, Chapman juga menjadi Dewan Pembina Yayasan Karya Salemba Empat yang sudah didirikan sejak 1995. Chapman sempat dipuji oleh Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani atas peran kerja dan kontribusinya di Indonesia.
"Chapman telah panjang berinvestasi di Indonesia dan memiliki kepedulian, perhatian, dan afeksi terhadap Indonesia terutama Generasi Mudanya melalui dukungannya di Yayasan Karya Salemba Empat," ungkap Sri Mulyani.
Lihat Juga :