Harta Karun Senilai Rp9.000 Triliun Ditemukan di Dasar Danau Ini, Bisa Ubah Masa Depan Dunia
Selasa, 25 Maret 2025 - 09:14 WIB
loading...
Tambang emas putih unik ditemukan di dasar danau. FOTO/Unsplash
A
A
A
JAKARTA - Sebuah deposit besar 'emas putih' senilai USD540 miliar atau setara Rp9.000 triliun telah ditemukan di dasar danau di California Selatan.
Danau Salton merupakan danau terbesar di Amerika Serikat (AS), yang diteliti oleh para ilmuwan sebagai bagian dari proyek penelitian Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral.
Baca Juga: Harta Karun Tanah Jarang Rusia Berkali Lipat dari Ukraina, Kini Disodorkan ke AS
"Ini adalah salah satu deposit air garam lithium terbesar di dunia. Hal ini dapat membuat Amerika Serikat benar-benar swasembada lithium dan berhenti mengimpornya melalui China," ujar Michael McKibben, seorang profesor geokimia di University of California Riverside dilansir dari Indy100, Selasa (25/3/2025).
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan berapa banyak lithium, yang sering disebut sebagai emas putih karena penampilannya seperti pasir di bawah permukaan danau.
Baca Juga: Kucing Caracal Serang Tentara Israel, Dipuji Lebih Membela Palestina ketimbang Negara-negara Islam
Para ilmuwan memperkirakan sekitar 18 juta ton lithium ada di dasar danau dengan 4 juta ton telah dikonfirmasi melalui pengeboran. Dengan pasokan lithium yang sangat besar, AS dapat memproduksi baterai yang cukup untuk memberikan daya kepada 382 juta kendaraan listrik, menjadikannya pemegang lithium terbesar di dunia, mengungguli China. Dengan penemuan ini, Danau Salton kini telah menjadi reservoir lithium terbesar di dunia.
Danau Salton merupakan danau terbesar di Amerika Serikat (AS), yang diteliti oleh para ilmuwan sebagai bagian dari proyek penelitian Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral.
Baca Juga: Harta Karun Tanah Jarang Rusia Berkali Lipat dari Ukraina, Kini Disodorkan ke AS
"Ini adalah salah satu deposit air garam lithium terbesar di dunia. Hal ini dapat membuat Amerika Serikat benar-benar swasembada lithium dan berhenti mengimpornya melalui China," ujar Michael McKibben, seorang profesor geokimia di University of California Riverside dilansir dari Indy100, Selasa (25/3/2025).
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan berapa banyak lithium, yang sering disebut sebagai emas putih karena penampilannya seperti pasir di bawah permukaan danau.
Baca Juga: Kucing Caracal Serang Tentara Israel, Dipuji Lebih Membela Palestina ketimbang Negara-negara Islam
Para ilmuwan memperkirakan sekitar 18 juta ton lithium ada di dasar danau dengan 4 juta ton telah dikonfirmasi melalui pengeboran. Dengan pasokan lithium yang sangat besar, AS dapat memproduksi baterai yang cukup untuk memberikan daya kepada 382 juta kendaraan listrik, menjadikannya pemegang lithium terbesar di dunia, mengungguli China. Dengan penemuan ini, Danau Salton kini telah menjadi reservoir lithium terbesar di dunia.
(nng)
Lihat Juga :