Bank Sentral Rusia Memperingatkan Kejatuhan Harga Minyak era 80-an Bisa Terulang

Selasa, 25 Maret 2025 - 15:51 WIB
loading...
A A A
Ia juga mengatakan, kapasitas cadangan OPEC mendekati rekor tertinggi dan menambahkan, hal itu sama dengan volume ekspor minyak mentah Rusia.

"Preseden sejarah – setelah periode harga minyak tinggi pada tahun 1974-1985, 18 (!!) tahun harga minyak rendah," kata presentasi tersebut.

Kejatuhan Soviet Imbas Harga Minyak

Bagi Rusia, sebagai eksportir terbesar kedua di dunia, minyak dan gas telah menjadi kekuatan dan kelemahannya sejak Soviet menemukan salah satu cekungan hidrokarbon terbesar di dunia di Siberia Barat dalam beberapa dekade setelah Perang Dunia Kedua.

Selama beberapa dekade, tingginya harga minyak memungkinkan Kremlin untuk melindungi ekonomi di tengah sanksi. Serta menghabiskannya untuk kampanye politik di luar negeri sehingga pemerintah mendapat dukungan dari Kuba hingga Angola dan Vietnam.

Ketika harga minyak jatuh, ekonomi menghantam dengan konsekuensi geopolitik yang spektakuler seperti pada tahun 1991 saat Uni Soviet runtuh. Runtuhnya harga minyak pada tahun 1980-an membuat tidak mungkin bagi Uni Soviet untuk mengimbangi Amerika Serikat dalam perlombaan senjata.

Masalah keuangan memperburuk dan menyebabkan berakhirnya Uni Soviet, sebuah peristiwa yang telah berulang kali digambarkan oleh Presiden Rusia Vladimir Putin sebagai tragedi.

Harga minyak saat ini diperdagangkan sekitar USD70 per barel - tingkatan yang nyaman untuk Rusia, saat anggaran negara mengasumsikan harga minyak USD69,7 per barel.

Pada tahun 2008, Moskow harus mengerahkan penyangga fiskal dan cadangannya untuk menstabilkan ekonomi dan menahan pengangguran setelah harga minyak turun karena masalah hipotek subprime AS.

Harga minyak juga turun tajam dalam 15 tahun terakhir termasuk selama pandemi virus corona, tetapi sifat penurunan minyak yang hanya jangka pendek tidak secara serius menguji ketahanan ekonomi Kremlin.

Putin berbicara dengan Putra Mahkota Saudi, Mohammed bin Salman pada awal bulan ini dan menggarisbawahi kesepakatan minyak OPEC+ untuk stabilitas pasar minyak global.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kapal Tanker Kembali...
Kapal Tanker Kembali Diserang di Selat Hormuz, Harga Minyak Langsung Terbang
Iran Gunakan Selat Hormuz...
Iran Gunakan Selat Hormuz Jegal Tekanan AS, Pasar Minyak Dunia Ketar-ketir
OPEC+ Sepakat Tambah...
OPEC+ Sepakat Tambah Produksi Mulai Agustus, Harga Minyak Drop Lebih 1%
Dulu Termiskin, Negara...
Dulu Termiskin, Negara Kecil Ini Mendadak Jadi Raja Minyak Baru Akibat Perang Iran!
Babak Baru Perang Energi:...
Babak Baru Perang Energi: OPEC+ Siap Banjiri Pasar Global, Siap-siap Harga Minyak Makin Ambles
Pakar Ungkap Kalkulasi...
Pakar Ungkap Kalkulasi Soal Alasan Harga Pertamax Belum Turun
Menhaj Buka Peluang...
Menhaj Buka Peluang BPIH Haji 2027 Turun jika Harga Minyak Dunia Terus Merosot
DPR Minta Pemerintah...
DPR Minta Pemerintah Evaluasi Harga BBM Non-Subsidi Pascaanjloknya Harga Minyak Dunia
Uni Emirat Arab Resmi...
Uni Emirat Arab Resmi Keluar dari OPEC, Harga Minyak Bakal Meledak?
Rekomendasi
Tren Interior Modern,...
Tren Interior Modern, Ubah Wajah Lebih Estetis dan Fungsional
BPOM di Surabaya Percepat...
BPOM di Surabaya Percepat Izin Edar Produk Nasional Lewat One Stop Services
Membaca Penguatan Kelompok...
Membaca Penguatan Kelompok Rentan dalam Revisi UU HAM
Berita Terkini
Transaksi Olein di JFX...
Transaksi Olein di JFX Naik Tembus Rp7,3 Triliun, Timah Ikut Menguat
S&P Dow Jones Ancam...
S&P Dow Jones Ancam Turunkan Status Pasar Saham Indonesia, BEI Buka Suara
Asabri Kolaborasi Beri...
Asabri Kolaborasi Beri Kemudahan Kepemilikan Kendaraan bagi Peserta
Superbank Gandeng OVO...
Superbank Gandeng OVO Perluas Akses Pembiayaan Digital Satu Aplikasi
Koper Jadi Ukuran Baru...
Koper Jadi Ukuran Baru Kenyamanan, Piece Concept Mulai Dibicarakan Penumpang RI
Lagi-lagi, Rupiah Kembali...
Lagi-lagi, Rupiah Kembali Tembus Rp18.000 per Dolar AS
Infografis
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Libya Cuma Rp427 per Liter
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved