Rupiah Hari Ini Ditutup Makin Parah Jadi Rp16.611/USD
Selasa, 25 Maret 2025 - 16:32 WIB
loading...
Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) jatuh semakin parah pada perdagangan hari Ini hingga tembus Rp16.611. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah pada perdagangan hari ini ditutup melemah 44 poin atau 0,27% hingga menyentuh level Rp16.611,5 per dolar AS setelah sebelumnya terjadi depresiasi. Hal ini juga sejalan dengan sentimen global dan domestik.
Kejatuhan kurs rupiah versus dolar AS juga terlihat pada data JISDOR BI (Bank Indonesia) yang terus melemah menjadi Rp16.622/USD. Pelemahan rupiah sangat dalam, bila dibandingkan dengan sesi sebelumnya pada posisi Rp16.561.
Baca Juga: Rupiah Jatuh ke Titik Terlemah, Tersandera Sentimen Global dan Domestik
Pengamat mata uang, Ibrahim Assuaibi mengatakan, pelemahan rupiah salah satunya dari kekhawatiran ekonomi di tengah meningkatnya ketegangan perdagangan global, dimana Presiden AD Donald Trump mengatakan tarif mobil akan segera diberlakukan.
“Selain itu, kehati-hatian Federal Reserve dalam pemangkasan suku bunga kemungkinan telah mencegah sentimen bearish lebih lanjut terakumulasi pada dolar, tetapi kami pikir sebagian besar penerapan tarif AS pada tanggal 2 April mendatang yang memaksa beberapa orang untuk berpikir ulang tentang perdagangan jangka pendek USD,” tulis Ibrahim dalam risetnya, Selasa (25/3/2025).
Kejatuhan kurs rupiah versus dolar AS juga terlihat pada data JISDOR BI (Bank Indonesia) yang terus melemah menjadi Rp16.622/USD. Pelemahan rupiah sangat dalam, bila dibandingkan dengan sesi sebelumnya pada posisi Rp16.561.
Baca Juga: Rupiah Jatuh ke Titik Terlemah, Tersandera Sentimen Global dan Domestik
Pengamat mata uang, Ibrahim Assuaibi mengatakan, pelemahan rupiah salah satunya dari kekhawatiran ekonomi di tengah meningkatnya ketegangan perdagangan global, dimana Presiden AD Donald Trump mengatakan tarif mobil akan segera diberlakukan.
“Selain itu, kehati-hatian Federal Reserve dalam pemangkasan suku bunga kemungkinan telah mencegah sentimen bearish lebih lanjut terakumulasi pada dolar, tetapi kami pikir sebagian besar penerapan tarif AS pada tanggal 2 April mendatang yang memaksa beberapa orang untuk berpikir ulang tentang perdagangan jangka pendek USD,” tulis Ibrahim dalam risetnya, Selasa (25/3/2025).
Lihat Juga :