Hubungan Afsel dan BRICS Makin Kuat usai Tak Lagi Dapat Bantuan AS

Jum'at, 28 Maret 2025 - 16:20 WIB
loading...
Hubungan Afsel dan BRICS...
Kehilangan bantuan dari Amerika Serikat (AS), memaksa Afrika Selatan (Afsel) harus menjalin hubungan yang kuat dengan negara anggota hingga mitra BRICS. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Kehilangan bantuan dari Amerika Serikat (AS), memaksa Afrika Selatan (Afsel) harus menjalin hubungan yang kuat dengan negara anggota hingga mitra BRICS . Politisi Afrika Selatan dan aktivis pemuda, Khalid Muhammad mengatakan, penarikan bantuan AS menjadi peluang buat Afsel untuk memperkuat transformasi.

Seperti dilansir RT, juru bicara partai Kongres Nasional Afrika (ANC) Western Cape itu menyatakan, bahwa Afrika Selatan "perlu mulai bekerja lebih erat, terutama di tingkat ekonomi, dengan mitra BRICS."

"Rusia misalnya, telah menjadi pemain peran kunci dalam hal ini. Juga China menjadi sangat, sangat penting. Brasil, India, bahkan Iran, pasar yang Amerika coba menjauhkan kita, maka kita harus merangkul pasar tertentu itu," tambahnya.

Baca Juga: Bantuan AS ke Afrika Selatan Dibekukan, Terkait BRICS?

Selain itu Ia juga mengutip pernyataan dari Presiden Afrika Selatan, Cyril Ramaphosa belum lama ini yang setuju bahwa negaranya harus mempercepat upaya membangun sistem mandiri. Terutama sektor-sektor utama seperti kesehatan dan pembangunan sosial.

Pemerintahan Presiden AS, Donald Trump mengumumkan pada bulan Februari kemarin, bahwa mereka mengakhiri 90% kontrak Badan Pembangunan Internasional AS ( USAID ). Pemerintah mengutip kegagalan untuk memajukan kepentingan nasional Amerika, dan secara efektif menghentikan pengeluaran kemanusiaan senilai USD60 miliar di seluruh dunia.

Khalid Muhammad juga mengatakan bahwa meskipun situasi ini menghadirkan tantangan yang jelas, hal itu juga mendorong Afrika Selatan menuju diversifikasi ekonomi yang diperlukan. Dia menekankan, bahwa lingkungan saat ini menuntut kerja sama yang lebih dalam dengan mitra BRICS serta hubungan perdagangan yang diperbarui di seluruh Afrika.

"Tindakan Donald Trump ... (telah) dalam arti tertentu mendorong kami melakukan mendiversifikasi pasar untuk ekonomi Afrika Selatan," kata Muhammad, dengan menunjukkan bahwa perubahan ini bisa bermanfaat dalam jangka panjang.

Membahas soal efek langsung dari pemotongan bantuan AS, Ia menyakini Western Cape menghadapi konsekuensi signifikan. Pemerintah provinsi – yang dipimpin oleh oposisi Aliansi Demokratik (DA) – telah menjadi sangat bergantung pada dana USAID untuk memerangi tuberkulosis dan HIV/AIDS.

Kata Muhammad menambahkan "di situlah kita akan paling merasakannya".

Sementara terkait pengusiran duta besar Afrika Selatan baru-baru ini dari AS setelah dia mengkritik kebijakan Trump, Muhammad menegaskan bahwa masalah ini sedang ditangani secara diplomatis oleh presiden dan Departemen Hubungan Internasional.

Baca Juga: Mantan Presiden Afrika Selatan: BRICS Memegang Kunci Keseimbangan Global

"Kami mengatakan bahwa kami harus adil, kami harus setara dalam cara menangani masalah ini," katanya, sambil menegaskan kembali ketidakpuasan ANC dengan bagaimana AS menangani situasi tersebut.

(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Menguak di Balik Lawatan...
Menguak di Balik Lawatan Prabowo 1,5 Tahun, Seskab Teddy: BRICS hingga Investasi Rp2.430 Triliun
Dolar AS Mulai Dikepung,...
Dolar AS Mulai Dikepung, Mampukah BRICS Meruntuhkan Dominasi Greenback?
BRICS Jadi Senjata Terakhir...
BRICS Jadi Senjata Terakhir Indonesia jika Impor 150 Juta Ton Barel Minyak Rusia Batal
Iran Desak BRICS Hancurkan...
Iran Desak BRICS Hancurkan Kekebalan AS, Sinyal Pergeseran Blok Ekonomi ke Aliansi Militer?
Dominasi Dolar AS Kembali...
Dominasi Dolar AS Kembali Menguat, Pangsa Transaksi Global Tembus 51,1%
BRICS Kian Digdaya Dibandingkan...
BRICS Kian Digdaya Dibandingkan G7, Kuasai Hampir 40% Ekonomi Dunia di 2025
Perang Iran: Dari Bertahan...
Perang Iran: Dari Bertahan Hidup Menjadi Pengatur Kawasan?
PM Pakistan: Perjanjian...
PM Pakistan: Perjanjian Damai Iran dan AS Terwujud dalam 24 Jam Mendatang
Netanyahu Blak-blakan...
Netanyahu Blak-blakan Bongkar Alasan Israel Gagalkan Gencatan Senjata AS-Iran!
Rekomendasi
RCTI Hadirkan Sinetron...
RCTI Hadirkan Sinetron Komedi Komunal Terbaru Tobat Jatuh Cinta, Kisah Empat Janda di Kampung Sindang Barang!
Roy Suryo dan Dokter...
Roy Suryo dan Dokter Tifa Pemeriksaan Kesehatan di RS Polri, Langsung Teriak: Siap!
Petani dan Pelaku UMKM...
Petani dan Pelaku UMKM Sumut, Riau, hingga Aceh Kirim Hasil Kerajinan Lidi ke China
Berita Terkini
Mandatori B50 Buka Peluang...
Mandatori B50 Buka Peluang Swasembada Energi dan Jadikan Indonesia Pionir Energi Bersih
Bitcoin Melemah Usai...
Bitcoin Melemah Usai FOMC, Indodax Ingatkan Manajemen Risiko
Pascadamai AS-Iran:...
Pascadamai AS-Iran: Kapal Raksasa Ini Tembus Selat Hormuz, Krisis Energi Global Mulai Mereda?
BEI Tegaskan MSCI Belum...
BEI Tegaskan MSCI Belum Putuskan Status Pasar Saham RI
Rupiah Hari Ini Masih...
Rupiah Hari Ini Masih Terseok-seok ke Posisi Rp17.804 per Dolar AS
JustMarkets Luncurkan...
JustMarkets Luncurkan Trading Saham SpaceX untuk Klien
Infografis
5 Alasan Kapal Induk...
5 Alasan Kapal Induk AS Tak Lagi Relevan dalam Perang Masa Depan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved