BRICS Kian Digdaya Dibandingkan G7, Kuasai Hampir 40% Ekonomi Dunia di 2025

Senin, 20 April 2026 - 08:04 WIB
loading...
BRICS Kian Digdaya Dibandingkan...
Presiden Rusia Vladimir Putin (kanan) dan Presiden Tiongkok Xi Jinping berjabat tangan saat pertemuan di sela-sela KTT BRICS di Kazan Kremlin, Kazan, Rusia, Selasa, 22 Oktober 2024. FOTO/AP
A A A
NEW DELHI - Pangsa pasar blok ekonomi BRICS terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) global mencetak rekor tertinggi sebesar 39,2% pada 2025, sekaligus memperlebar jarak dominasi dengan kelompok negara maju G7. Pencapaian monumental ini menandai pergeseran kekuatan ekonomi dunia dari Barat menuju negara-negara berkembang di tengah momentum keketuaan India di dalam aliansi tersebut.

"Perubahan ini bersifat fundamental dan tidak dapat dielakkan," ujar Wakil Kepala Staf Administrasi Kepresidenan Rusia, Maxim Oreshkin, dalam sebuah forum di St. Petersburg dikutip dari TASS, Senin (19/4/2026).

Baca Juga: Lawan Blokade Barat, Dua Raksasa BRICS Perkuat Poros Eurasia di Tengah Krisis Hormuz

Berdasarkan paritas daya beli (PPP), ekonomi BRICS saat ini telah melampaui angka 40% dari total PDB global. Sementara, data Dana Moneter Internasional (IMF) yang diolah kantor berita RIA Novosti menyebutkan pangsa PDB BRICS meningkat 0,5 poin persentase sepanjang 2025.

Sebaliknya, kelompok G7 justru mengalami penurunan ke titik terendah bersejarah sebesar 28,3%. Sebagai perbandingan, pada tahun 1992, G7 tercatat masih menguasai 63% ekonomi dunia, yang menunjukkan terjadinya tren dedominasi Barat selama tiga dekade terakhir.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Warga India Gila Emas,...
Warga India 'Gila' Emas, Perusahaan Gadai Rusia Bidik Pasar Rp89.038 Triliun
Ekonomi China Kuartal...
Ekonomi China Kuartal II Tumbuh 4,3%, Terendah dalam 3 Tahun Terakhir
UE Putar Haluan Kembali...
UE Putar Haluan Kembali ke Pelukan Rusia, Rogoh Dana Raksasa Rp123 Triliun demi LNG
Teluk Kembali Memanas,...
Teluk Kembali Memanas, China Siaga Jaga Produksi BBM Tetap Tinggi
Rusia Larang Ekspor...
Rusia Larang Ekspor Solar, Picu Kekhawatiran Baru di Pasar Energi Dunia
Industri Plastik Tertekan...
Industri Plastik Tertekan Impor Murah China, Pabrik Mulai Pangkas Jam Kerja
Filipina dan China Bentrok,...
Filipina dan China Bentrok, 1 Tentara Terluka
Makin Kewalahan, Rusia...
Makin Kewalahan, Rusia Pilih Buru Operator Drone Ukraina
Merasakan Liburan yang...
Merasakan Liburan yang Berkesan dengan Menjelajahi Beijing dan Shanghai
Rekomendasi
Beredar Isu Menteri...
Beredar Isu Menteri PU Dody Hanggodo Kena Reshuffle Agustus Mendatang, Istana Buka Suara
Kasus Febrie Adriansyah...
Kasus Febrie Adriansyah Diminta Diusut Tuntas, Publik Diminta Mengawal
Mendagri Prihatin Kepala...
Mendagri Prihatin Kepala Daerah Kena OTT Lagi, Padahal Sudah Retret-Pembekalan
Berita Terkini
Cara PAMA Ikut Meningkatkan...
Cara PAMA Ikut Meningkatkan Kualitas Kesehatan Masyarakat
Prabowo: 66,4 Juta Warga...
Prabowo: 66,4 Juta Warga RI Dapat LPG Subsidi, Lebih Banyak dari Penduduk Singapura
Menanti Peran Besar...
Menanti Peran Besar Pertamina dalam Proyek LNG Kelas Dunia Blok Masela
Purbaya Segera Temui...
Purbaya Segera Temui Kepala BGN, Bahas Pemotongan Anggaran MBG
Soal Investor PFII Bebas...
Soal Investor PFII Bebas Pajak hingga 50 Tahun, Purbaya: Masih Belum Tentu
Purbaya: Stabilitas...
Purbaya: Stabilitas Sistem Keuangan Tetap Terjaga di Semester I 2026
Infografis
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Libya Cuma Rp427 per Liter
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved