Dulu Kabur, Kini Perusahaan Asing Antri untuk Kembali ke Rusia
Sabtu, 29 Maret 2025 - 10:00 WIB
loading...
A
A
A
Dorongan tersebut mencerminkan pentingnya Rusia secara strategis bagi negara tersebut sebagai pasar, khususnya mengingat meningkatnya tekanan tarif dari AS, kata outlet tersebut.
LG Electronics dilaporkan menjadi salah satu yang pertama, dan baru-baru ini melanjutkan sebagian operasi di pabrik peralatan rumah tangganya di Moskow, yang memproduksi mesin cuci dan lemari es, kata outlet tersebut mengutip sumber-sumber industri.
"Langkah tersebut ditujukan untuk mencegah kerusakan fasilitas produksi yang telah menganggur," kata seorang pejabat LG kepada Korea Times.
Baca Juga: Sinyal Kuat AS Cabut Sanksi Rusia demi Hidupkan Ekspor Biji-bijian Laut Hitam
Hyundai Motor Group, yang bersama dengan KIA menduduki dua posisi teratas di antara merek mobil di Rusia pada tahun 2021, juga menilai dengan cermat prospek untuk kembali memasuki pasar Rusia. Grup tersebut menjual pabriknya di St. Petersburg hanya seharga 10.000 rubel (USD120) dengan opsi pembelian kembali selama dua tahun pada tahun 2023. Artinya, grup tersebut harus membuat keputusan untuk memulai kembali produksi di fasilitas tersebut sebelum akhir tahun 2025.
LG Electronics dilaporkan menjadi salah satu yang pertama, dan baru-baru ini melanjutkan sebagian operasi di pabrik peralatan rumah tangganya di Moskow, yang memproduksi mesin cuci dan lemari es, kata outlet tersebut mengutip sumber-sumber industri.
"Langkah tersebut ditujukan untuk mencegah kerusakan fasilitas produksi yang telah menganggur," kata seorang pejabat LG kepada Korea Times.
Baca Juga: Sinyal Kuat AS Cabut Sanksi Rusia demi Hidupkan Ekspor Biji-bijian Laut Hitam
Hyundai Motor Group, yang bersama dengan KIA menduduki dua posisi teratas di antara merek mobil di Rusia pada tahun 2021, juga menilai dengan cermat prospek untuk kembali memasuki pasar Rusia. Grup tersebut menjual pabriknya di St. Petersburg hanya seharga 10.000 rubel (USD120) dengan opsi pembelian kembali selama dua tahun pada tahun 2023. Artinya, grup tersebut harus membuat keputusan untuk memulai kembali produksi di fasilitas tersebut sebelum akhir tahun 2025.
Lihat Juga :