Wabah Corona Meluas, Ekonom: Kebijakan Ekonomi RI Bakal Tumpul

Senin, 09 Maret 2020 - 09:34 WIB
Wabah Corona Meluas,...
Wabah Corona Meluas, Ekonom: Kebijakan Ekonomi RI Bakal Tumpul
A A A
JAKARTA - Penyebaran virus corona (Covid-19) mengancam pertumbuhan ekonomi global . Pasalnya, perekonomian China yang berkontribusi 17% terhadap ekonomi global dipastikan melambat akibat wabah yang bermula di Wuhan ini.

Sebagai catatan, wabah virus corona yang telah meluas ke lebih dari 90 negara menyebabkan banyak kota diisiloasi dan pemerintah melarang warganya untuk tidak bepergian ke luar negeri. Hal ini membuat sektor pariwisata terpukul, serta terganggunya arus ekspor dan impor di sejumlah negara.

"Adanya virus corona ini akan melemahkan ekonomi di seluruh dunia, karena agar virus tidak menyebar luas banyak akses ditutup ke semua negara. Ini juga bisa berpengaruh ke ekonomi Indonesia yang mana kebijakan ekonomi bakal tumpul," ujar ekonom Senior Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Faisal Basri saat dihubungi SINDOnews di Jakarta, Senin (9/3/2020). (Baca Juga: Menyebar Sampai Indonesia, Mutasi Baru Virus Corona Samai AIDS )

Mengutip Bloomberg, Jumat (6/3), kerugian akibat wabah corona secara global dapat mencapai USD2,7 triliun atau setara dengan seluruh Produk Domestik Bruto (PDB) Inggris. Kerugian yang besar ini dikarenakan banyaknya aktivitas produksi dan kegiatan ekonomi lainnya seperti pariwisata yang terhenti.

Bloomberg Economics memperkirakan bahwa pertumbuhan PDB pada kuartal pertama 2020 melambat 1,2% secara tahunan (year-on-year/YoY) atau mencatat rekor terlemah. Proyeksi tersebut bisa saja terjadi jika perekonomian China tidak segera bangkit kembali pada bulan Maret ini.

Ekonom Indef Bhima Yudisthira menambahkan, dampak corona bisa ditelusuri lewat korelasi hubungan ekonomi China ke Indonesia. Setiap 1% penurunan pertumbuhan ekonomi China, ekonomi Indonesia bisa terpengaruh 0,3%.

"Ini karena korelasi perdagangan dan investasi Indonesia-China cukup besar. Prediksinya tahun ini pertumbuhan China akan meluncur 5%, atau turun 1% dibanding 2019," sebutnya.

Dia memproyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun ini akan meleset dari APBN 2020. Adapun pertumbuhan ekonomi diperkirakan akan mencapai 4,8%.

"Sebelum ada virus corona, Indef pasang target pertumbuhan di 2020 sebesar 4,8%. Jadi, kalau mau direvisi tahun ini growth bisa turun ke 4,5% karena virus corona," jelasnya.
(ind)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Pertumbuhan Ekonomi...
Pertumbuhan Ekonomi Sulawesi Selatan Kuartal I Tahun 2024
Dorong Industri Event...
Dorong Industri Event untuk Pertumbuhan Ekonomi Nasional
Proyeksi Pertumbuhan...
Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi RI Kembali Dipangkas
Membaca Ketahanan Ekonomi...
Membaca Ketahanan Ekonomi RI dalam Dinamika Global Kuartal III 2025
BI Proyeksikan Ekonomi...
BI Proyeksikan Ekonomi RI Tumbuh 4,7 Persen hingga 5,5 Persen di 2025
Prospek Bisnis Seiring...
Prospek Bisnis Seiring Pertumbuhan Ekonomi RI
Berita Terkini
Harga Emas Antam Hari...
Harga Emas Antam Hari Ini Turun Rp15.000 per Gram, Serok atau Jual?
36 menit yang lalu
PINDEX 2026 Dibuka,...
PINDEX 2026 Dibuka, Pertamina Patra Niaga Tampilkan Inovasi Engineering Energi Hilir
1 jam yang lalu
Rupiah Jebol Tembus...
Rupiah Jebol Tembus Rp18.000 per Dolar AS, Pelemahan Terburuk Sepanjang Sejarah
1 jam yang lalu
IHSG Rontok Lagi Hari...
IHSG Rontok Lagi Hari Ini, Tak Lama Pembukaan Anjlok 1,25% ke 5.866
1 jam yang lalu
IHSG Nyungsep, Purbaya...
IHSG Nyungsep, Purbaya Tuding Rumor Downgrade S&P Jadi Biang Kerok
2 jam yang lalu
Didimax Rayakan Ulang...
Didimax Rayakan Ulang Tahun ke-27, Kepala Bappebti Berikan Apresiasi
2 jam yang lalu
Infografis
7 Dosa Kebijakan Nicolas...
7 Dosa Kebijakan Nicolas Maduro: Akar Kehancuran Ekonomi dan Sosial Venezuela
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved