IMF Abaikan Ancaman Resesi dari Kebijakan Tarif Trump
Rabu, 02 April 2025 - 07:20 WIB
loading...
IMF menilai kebijakan tarif resiprokal Trump tidak mungkin menyebabkan resesi dalam waktu dekat. FOTO/Dok.
A
A
A
JAKARTA - Kebijakan tarif yang dijalankan Presiden AS Donald Trump memicu ketidakpastian yang signifikan dan merusak kepercayaan terhadap ekonomi global. Kendati demikian, Dana Moneter Internasional ( IMF ) menilai hal itu tidak mungkin menyebabkan resesi dalam waktu dekat.
Trump diperkirakan akan segera mengumumkan tarif timbal balik atau resiprokal yang menargetkan negara-negara yang mengenakan tarif pada produk-produk Amerika atau menerapkan praktik-praktik perdagangan yang dianggap tidak adil oleh Gedung Putih. Serangkaian tarif khusus negara akan menargetkan semua mitra dagang AS, termasuk Uni Eropa (UE), China, dan Kanada. Trump menyebut hari di mana ia akan meluncurkan kebijakan tarif resiprokal tersebut sebagai "Hari Pembebasan".
Baca Juga: Ekonomi 15 Negara Mitra Dagang AS yang Paling Terpukul Tarif Timbal Balik Trump
Trump memberlakukan berbagai tarif sejak kembali ke Gedung Putih pada bulan Januari, termasuk pungutan luas terhadap China, sanksi atas barang-barang Kanada dan Meksiko, baja dan aluminium, dan yang terbaru, mobil-mobil asing dan suku cadang utama.
Dalam wawancara dengan Reuters pada hari Senin, Direktur Pelaksana IMF Kristalina Georgieva mengatakan bahwa IMF diperkirakan akan sedikit menurunkan perkiraan ekonomi globalnya dalam pembaruan Prospek Ekonomi Dunia mendatang. Akan tetapi, lembaga itu tidak melihat akan terjadinya resesi.
Trump diperkirakan akan segera mengumumkan tarif timbal balik atau resiprokal yang menargetkan negara-negara yang mengenakan tarif pada produk-produk Amerika atau menerapkan praktik-praktik perdagangan yang dianggap tidak adil oleh Gedung Putih. Serangkaian tarif khusus negara akan menargetkan semua mitra dagang AS, termasuk Uni Eropa (UE), China, dan Kanada. Trump menyebut hari di mana ia akan meluncurkan kebijakan tarif resiprokal tersebut sebagai "Hari Pembebasan".
Baca Juga: Ekonomi 15 Negara Mitra Dagang AS yang Paling Terpukul Tarif Timbal Balik Trump
Trump memberlakukan berbagai tarif sejak kembali ke Gedung Putih pada bulan Januari, termasuk pungutan luas terhadap China, sanksi atas barang-barang Kanada dan Meksiko, baja dan aluminium, dan yang terbaru, mobil-mobil asing dan suku cadang utama.
Dalam wawancara dengan Reuters pada hari Senin, Direktur Pelaksana IMF Kristalina Georgieva mengatakan bahwa IMF diperkirakan akan sedikit menurunkan perkiraan ekonomi globalnya dalam pembaruan Prospek Ekonomi Dunia mendatang. Akan tetapi, lembaga itu tidak melihat akan terjadinya resesi.
Lihat Juga :