Risiko Resesi Amerika Semakin Besar, Begini Isi Ramalan Goldman Sachs
Rabu, 02 April 2025 - 20:29 WIB
loading...
A
A
A
"Tarif yang lebih tinggi kemungkinan akan meningkatkan krisis konsumen," ungkap Goldman Sachs memperingatkan, serta menambahkan bahwa kenaikan harga akan menggerus pendapatan yang disesuaikan dengan inflasi.
Goldman Sachs menaikkan perkiraan inflasi akhir 2025 menjadi 3,5%, naik dari 2,8% bulan lalu. Selain itu untuk angka pengangguran diprediksi meningkatkan menjadi 4,5%, tertinggi sejak Oktober 2021, dan menurunkan perkiraan pertumbuhan PDB menjadi 1%, terlemah sejak 2020.
Secara keseluruhan, Goldman saat ini menetapkan probabilitas resesi 35% dalam 12 bulan ke depan, naik dari 20% dalam prospek sebelumnya.
Sementara beberapa kritikus memperingatkan bahwa strategi tarif Trump berisiko memicu perang dagang global, serta memancing pembalasan dari mitra dagang utama AS seperti China, Kanada dan Uni Eropa. Namun Trump bersikeras bahwa tarif diperlukan karena ekonomi Amerika telah "ditipu oleh setiap negara di dunia."
Uni Eropa kemungkinan akan mendapatkan pukulan lebih keras daripada AS, bahkan Goldman memprediksi, UE bisa tergelincir ke dalam resesi secara teknis di akhir tahun ini.
Goldman Sachs menaikkan perkiraan inflasi akhir 2025 menjadi 3,5%, naik dari 2,8% bulan lalu. Selain itu untuk angka pengangguran diprediksi meningkatkan menjadi 4,5%, tertinggi sejak Oktober 2021, dan menurunkan perkiraan pertumbuhan PDB menjadi 1%, terlemah sejak 2020.
Secara keseluruhan, Goldman saat ini menetapkan probabilitas resesi 35% dalam 12 bulan ke depan, naik dari 20% dalam prospek sebelumnya.
Sementara beberapa kritikus memperingatkan bahwa strategi tarif Trump berisiko memicu perang dagang global, serta memancing pembalasan dari mitra dagang utama AS seperti China, Kanada dan Uni Eropa. Namun Trump bersikeras bahwa tarif diperlukan karena ekonomi Amerika telah "ditipu oleh setiap negara di dunia."
Uni Eropa kemungkinan akan mendapatkan pukulan lebih keras daripada AS, bahkan Goldman memprediksi, UE bisa tergelincir ke dalam resesi secara teknis di akhir tahun ini.
Lihat Juga :