Tarif Trump 32% Bakal Gerus Ekspor Indonesia, Awas PHK Massal
Kamis, 03 April 2025 - 09:47 WIB
loading...
A
A
A
“Nah, ini yang harus dihindari, apalagi di tengah kampanye pemerintah yang mengatakan kita akan menuju pertumbuhan ekonomi 8 persen. Jadi pemerintah tidak bisa diam saja, mengabaikan gejolak perekonomian global yang salah satunya itu adalah kebijakan Trump,” paparnya.
PHK menjadi mungkin karena banyak industri yang sudah terkontraksi saat ini. Bahkan Piter menyebut telah terjadi deindustrialisasi dini seperti di sektor tekstil yang banyak tutup dan memberhentikan para pekerjanya.
Deindustrialisasi dini sektor tekstil mencuat beberapa waktu lalu atau jauh sebelum Donald Trump mengumumkan adanya tarif impor baru. Salah satunya produsen tekstil terbesar di Asia Tenggara (ASEAN), PT Sri Rejeki Isman Tbk (Sritex) yang harus gulung tikar.
“Tekstil misalnya itu kita sudah berapa banyak yang tutup, berapa banyak yang sudah melakukan PHK, itu sebelum Trump menerapkan kebijakan tarifnya,” beber dia.
Lebih jauh, Piter mengatakan, multiplier effect yang buruk dari kebijakan Trump dapat dilihat dari perdagangan China, sebagai mitra utama Indonesia.
China disebut-sebut sebagai negara paling terdampak atas kebijakan Trump. Namun tertekannya perdagangan Negeri Tirai Bambu -julukan China- itu juga memberi sinyal negatif bagi Indonesia, karena permintaan bahan baku China ke Indonesia juga ikut menurun.
PHK menjadi mungkin karena banyak industri yang sudah terkontraksi saat ini. Bahkan Piter menyebut telah terjadi deindustrialisasi dini seperti di sektor tekstil yang banyak tutup dan memberhentikan para pekerjanya.
Deindustrialisasi dini sektor tekstil mencuat beberapa waktu lalu atau jauh sebelum Donald Trump mengumumkan adanya tarif impor baru. Salah satunya produsen tekstil terbesar di Asia Tenggara (ASEAN), PT Sri Rejeki Isman Tbk (Sritex) yang harus gulung tikar.
“Tekstil misalnya itu kita sudah berapa banyak yang tutup, berapa banyak yang sudah melakukan PHK, itu sebelum Trump menerapkan kebijakan tarifnya,” beber dia.
Lebih jauh, Piter mengatakan, multiplier effect yang buruk dari kebijakan Trump dapat dilihat dari perdagangan China, sebagai mitra utama Indonesia.
China disebut-sebut sebagai negara paling terdampak atas kebijakan Trump. Namun tertekannya perdagangan Negeri Tirai Bambu -julukan China- itu juga memberi sinyal negatif bagi Indonesia, karena permintaan bahan baku China ke Indonesia juga ikut menurun.
Lihat Juga :