Tarif Impor Terbaru Trump Hantam Negara-negara Termiskin, Bagaimana Nasibnya

Jum'at, 04 April 2025 - 14:20 WIB
loading...
A A A
"Kami berspekulasi tentang apa yang dihitung AS, kami berasumsi itu bisa mencakup neraca perdagangan, atau pertimbangan lain. Tetapi pada titik ini kami membutuhkan kejelasan dari AS tentang bagaimana mereka sampai pada angka tersebut," katanya.

Pada tahun 2023, Afrika Selatan mencetak surplus perdagangan sebesar USD4,2 miliar dengan AS, sebagai mitra dagang terbesar keduanya.

Di sisi lain Tau mengatakan, tarif pada negara tetangga Lesotho "benar-benar akan menghancurkan" negara berpenduduk 2,3 juta orang yang bergantung pada ekspor berlian dan pakaian tersebut.

Sedangkan Botswana, yang hampir secara eksklusif bergantung hanya pada ekspor berlian, terkena tarif 37% oleh AS. Bahkan ketika menteri pertambangan menyambangi AS bulan lalu untuk mempromosikan penjualan permata di pasar terbesar mereka. Pantai Gading, pengekspor kakao terbesar di dunia, sekarang harus bersaing dengan tarif 21%.

Kebijakan terbaru Trump menandai perubahan besar kebijakan perdagangan Amerika setelah Perang Dunia II yang mempromosikan integrasi ekonomi sebagai sarana untuk membantu negara-negara berkembang dan menempatkan kepentingan Washington di luar negeri.

Pada tahun 2000, Presiden Bill Clinton saat itu mendorong pertumbuhan dan peluang Afrika, yang memberikan akses bebas bea kepada negara-negara Afrika sub-Sahara yang memenuhi syarat untuk lebih dari 1.800 produk.

Mantan Presiden George W. Bush memperluasnya pada tahun 2004 dan mempromosikan inisiatif yang akan membantu negara-negara membawa produk ke konsumen AS. Namun program itu akan diperbarui, diubah, atau dihentikan pada bulan September.

"Negara-negara Afrika dihukum karena memiliki surplus perdagangan, beberapa di antaranya dicapai dengan mengejar kebijakan pembangunan yang didorong oleh ekspor, seperti yang disarankan oleh AS," kata Yvonne Mhango, ekonom Afrika Bloomberg.

"Sebagian besar negara Afrika mengekspor bahan baku ke Amerika. Salah satu argumen Trump untuk kebijakan tarif ini adalah mengembalikan pekerjaan manufaktur ke AS. Menampar tarif tinggi di Afrika tidak akan membantu," ungkap Yvonne Mhango.

Pengaruh China

Bagi banyak negara, terutama di Asia, kebangkitan China mengganggu ketergantungan ekonomi mereka pada AS. Banyak negara yang memupuk hubungan dengan Beijing untuk menarik investasi dan pembiayaan yang sangat dibutuhkan untuk infrastruktur. Situasi tersebut membuat banyak negara kecil merasa tertekan untuk memilih berada di pihak yang mana.

Kamboja, yang dua mitra dagang terbesarnya adalah China dan AS, telah berbelok ke arah Beijing, yang menjadi sumber investasi asing terbesar negara itu. Sebagian besar total perdagangan AS-Kamboja tahun lalu sebesar USD13 miliar terdiri dari barang-barang manufaktur seperti pakaian dan alas kaki yang dibuat di Kamboja dan dijual ke konsumen Amerika.

Juru bicara pemerintah Kamboja Pen Bona mengatakan melalui pesan teks, dia belum dapat mengomentari tarif, dan masalah itu sedang ditinjau.

Di Bangladesh, yang juga sangat bergantung pada pasar AS untuk ekspor garmennya, pemerintah mengatakan sedang mencari cara untuk menurunkan tarif agar mempertahankan akses perdagangannya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Tantang Dominasi Dolar...
Tantang Dominasi Dolar AS, China Perluas Penggunaan Yuan secara Global
Sambut Kabar Damai AS-Iran,...
Sambut Kabar Damai AS-Iran, Harga Bitcoin Melesat Tembus USD65.900
20 Negara Pengimpor...
20 Negara Pengimpor Terbesar Produk China, Indonesia Peringkat Berapa?
Tarif Trump 18% Mengancam...
Tarif Trump 18% Mengancam Komoditas Unggulan Nasional, RI Rayu AS Minta Pengecualian
10 Presiden Terkaya...
10 Presiden Terkaya Sepanjang Sejarah AS, Trump Jauh Lebih Unggul dari Pendahulunya
24 Negara Pembeli Minyak...
24 Negara Pembeli Minyak Terbesar AS, Cek Posisi Indonesia
10 Pesawat Militer Termahal...
10 Pesawat Militer Termahal di Dunia, Harga 7 Bomber B-2 Hampir Setara Anggaran MBG Indonesia
Marahnya Warga Israel...
Marahnya Warga Israel atas Kesepakatan AS-Iran: Kami Dikhianati Trump, Ini Kesalahan Besar
Menkeu AS Sebut Zelensky...
Menkeu AS Sebut Zelensky Bajingan Kecil Bertingkah seperti Mr Bean yang Sakau
Rekomendasi
Ditahan Curacao, Ekuador...
Ditahan Curacao, Ekuador Gagal Segel Tiket ke Babak Gugur Piala Dunia 2026
China Kenalkan Senjata...
China Kenalkan Senjata Laser Genggam Lijian untuk Jatuhkan Drone
Prabowo Ucapkan Selamat...
Prabowo Ucapkan Selamat Ulang Tahun Ke-65 untuk Jokowi
Berita Terkini
Transformasi Ekonomi...
Transformasi Ekonomi Progresif, Kepala BPS Canangkan Sensus Ekonomi di Maluku Utara
MNC Sekuritas Dukung...
MNC Sekuritas Dukung Literasi Pasar Modal melalui Seminar Nasional 'Lo Kheng Hong Investment Philosophy'
Bidik Pasar Renovasi...
Bidik Pasar Renovasi Rumah, SIG Perluas Jangkauan Beton Siap Pakai di Perkotaan
Iran Tutup Lagi Selat...
Iran Tutup Lagi Selat Hormuz, Harga Minyak Global Kembali Melonjak
Menkeu Purbaya di Nankai...
Menkeu Purbaya di Nankai University: Mesin Ekonomi Indonesia Melaju Kencang, Fiskal Sehat dan Tangguh
Selat Hormuz Kembali...
Selat Hormuz Kembali Dibuka, Kilang-kilang Asia Ogah Ikut Demam Minyak Teluk
Infografis
Daftar Lengkap 14 Negara...
Daftar Lengkap 14 Negara yang Diancam Tarif Baru Trump
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved