Perang Dagang Mencekam, China Balas Tarif Impor 34% untuk Semua Barang dari AS

Sabtu, 05 April 2025 - 07:50 WIB
loading...
A A A
"Tarif China untuk barang-barang AS akan mulai berlaku pada Kamis mendatang," kata kementerian tersebut. Tarif baru AS atas barang-barang China mulai berlaku pada Rabu. China juga membidik sektor pertanian AS dengan mengumumkan penangguhan impor produk ayam dari tiga perusahaan AS, dan impor sorgum dari C&D (USA) Inc, dengan alasan masalah kesehatan.

Kementerian Perdagangan China mengatakan telah mengajukan gugatan ke Organisasi Perdagangan Dunia (WHO) atas tarif 34% yang diumumkan Trump pada hari Rabu.

"China selalu menjadi pembela setia tatanan ekonomi dan perdagangan internasional dan pendukung kuat sistem perdagangan multilateral," ujar juru bicara kementerian. "Kami mendesak AS untuk segera memperbaiki praktik-praktiknya yang keliru dan membatalkan langkah-langkah tarif sepihak."

Baca Juga: Trump Umumkan Tarif Semua Barang Impor ke AS, Indonesia Kena 32%

Kementerian Perdagangan menambahkan 11 perusahaan AS ke dalam daftar entitas yang tidak dapat diandalkan, melarang mereka mengimpor dari atau mengekspor ke China, dan 16 perusahaan ke dalam daftar pengawasan ekspor. Selain itu, Kementerian Perdagangan mengumumkan investigasi anti-dumping terhadap tabung CT X-ray medis impor dari AS dan India dan kontrol ekspor baru pada tanah jarang termasuk samarium, gadolinium, terbium, disprosium, lutetium, skandium, dan yttrium yang dimulai pada Jumat (4/4).

(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
AS-Iran Kembali Saling...
AS-Iran Kembali Saling Serang, Harga Minyak Dunia Melesat Lebih 3%
Teluk Kembali Memanas,...
Teluk Kembali Memanas, China Siaga Jaga Produksi BBM Tetap Tinggi
Permintaan Minyak Global...
Permintaan Minyak Global Diramal Turun Tajam di 2026, Terburuk sejak Pandemi Covid-19
Industri Plastik Tertekan...
Industri Plastik Tertekan Impor Murah China, Pabrik Mulai Pangkas Jam Kerja
Rahasia Industri Logam...
Rahasia Industri Logam Tanah Jarang China Dibongkar Ilmuwan, AS-Jepang Pegang Kunci Mineral Langka!
Iran-AS Memanas Lagi,...
Iran-AS Memanas Lagi, Harga Minyak Dunia Melonjak Lebih dari 6%
Perang Iran Kembali...
Perang Iran Kembali Berkecamuk, Cadangan Rudal Strategis AS Terus Menipis
Siapa Zhang Zhidong?...
Siapa Zhang Zhidong? Warga China yang Dituduh sebagai Raja Fentanyl Meksiko
AS Ingin Ambil Alih...
AS Ingin Ambil Alih Selat Hormuz, Trump: Kita Akan Dapat Bayaran
Rekomendasi
10 Merek Baru GIIAS...
10 Merek Baru GIIAS 2026: Leapmotor sampai Truk Farizon, Siapa Saja?
Kapasitas Baterai iPhone...
Kapasitas Baterai iPhone Lipat Terungkap Secara Tak Terduga
Menembus Batas Geografis,...
Menembus Batas Geografis, Layanan VIOLA Menjadi Jembatan Asa JKN di Ujung Negeri
Berita Terkini
Prabowo Kumpulin Menteri...
Prabowo Kumpulin Menteri di Hambalang Bahas Harga Khusus BBM untuk Nelayan
Raih 3 Pengakuan Internasional,...
Raih 3 Pengakuan Internasional, IIF Terus Memperkuat Kapasitas Pendanaan Infrastruktur
S&P Pertahankan Rating...
S&P Pertahankan Rating dan Outlook Kredit Indonesia, Purbaya: Arah Kebijakan Ekonomi Terjaga
Danamon Prasmul EduWealth...
Danamon Prasmul EduWealth Menjawab Tren Kenaikan Biaya Pendidikan: Ekosistem Pendanaan dan Proteksi
Sensus Ekonomi Tak Hanya...
Sensus Ekonomi Tak Hanya Dilakukan Indonesia: Gerakan Global yang Diikuti Malaysia hingga Zimbabwe
Membuka Pintu Investasi...
Membuka Pintu Investasi dan Kerja Sama Selangor-Jawa Barat lewat SIBS 2026
Infografis
3 Alasan Greenland Jadi...
3 Alasan Greenland Jadi Kunci AS untuk Perang Nuklir Melawan Rusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved