Tarif Trump Ancam Ekonomi Indonesia, Bisa Jadi Malapetaka Nasional
Sabtu, 05 April 2025 - 08:45 WIB
loading...
A
A
A
Mukhaer menyebut, kenaikan tarif impor akan berdampak langsung pada harga barang, terutama yang berbasis dolar AS. Mengingat mayoritas transaksi impor Indonesia masih menggunakan dolar hal ini akan mendorong pelemahan nilai tukar rupiah secara signifikan, bahkan ia memperkirakan bisa menyentuh angka Rp20.000 per dolar AS.
"Depresiasi rupiah dan derasnya arus keluar modal asing (capital outflow) akan memperburuk kinerja pasar saham dan mempersempit ruang fiskal pemerintah. Ini situasi gawat darurat ekonomi," katanya.
Ia mendorong pemerintah untuk segera memperluas implementasi Local Currency Transaction (LCT) guna mengurangi ketergantungan terhadap dolar AS. Menurutnya, LCT bukan hanya opsi teknis, tetapi bentuk keberanian politik dalam memperkuat kedaulatan ekonomi nasional.
"Pejabat negara harus memberi teladan. Tukarkan dolarmu ke rupiah. Ini bukan soal teknis semata, tapi nasionalisme," ujarnya lantang.
Mukhaer juga menekankan pentingnya mempertimbangkan integrasi Indonesia ke dalam inisiatif BRICS Pay dan New Development Bank (NDB) sebagai solusi jangka panjang dalam membangun ketahanan moneter dan akses pembiayaan pembangunan berkelanjutan.
"Depresiasi rupiah dan derasnya arus keluar modal asing (capital outflow) akan memperburuk kinerja pasar saham dan mempersempit ruang fiskal pemerintah. Ini situasi gawat darurat ekonomi," katanya.
Ia mendorong pemerintah untuk segera memperluas implementasi Local Currency Transaction (LCT) guna mengurangi ketergantungan terhadap dolar AS. Menurutnya, LCT bukan hanya opsi teknis, tetapi bentuk keberanian politik dalam memperkuat kedaulatan ekonomi nasional.
"Pejabat negara harus memberi teladan. Tukarkan dolarmu ke rupiah. Ini bukan soal teknis semata, tapi nasionalisme," ujarnya lantang.
Mukhaer juga menekankan pentingnya mempertimbangkan integrasi Indonesia ke dalam inisiatif BRICS Pay dan New Development Bank (NDB) sebagai solusi jangka panjang dalam membangun ketahanan moneter dan akses pembiayaan pembangunan berkelanjutan.
Lihat Juga :