Indonesia Kena Tarif Impor 32% dari Trump, JK: Efeknya Cuma 10%
Sabtu, 05 April 2025 - 14:42 WIB
loading...
Wakil Presiden (Wapres) ke-10 dan ke-12 Jusuf Kalla. FOTO/SindoNews
A
A
A
JAKARTA - Kebijakan tarif resiprokal yang diterapkan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump kepada Indonesia sebesar 32% diyakini tidak memberikan efek negatif bagi neraca perdagangan Indonesia.
Wakil Presiden (Wapres) ke-10 dan ke-12 Jusuf Kalla mengatakan, tarif impor 32% merupakan biaya masuk impor untuk komoditas dari Indonesia. Namun, kebijakan itu justru membuat harga barang impor di AS jauh lebih mahal dari harga sebelumnya.
Dia mencontohkan, harga sepatu Indonesia itu berkisar USD15- USD20. Namun, nilai ini menjadi lebih tinggi atau di kisaran USD50-USD70 di pasar Negeri Paman Sam.
"Nah di sini ada dua harga. Contohnya sepatu atau garment. Rata-rata sepatu Nike itu dibeli di Indonesia antara USD15 sampai USD20. Berapa harga jual Amerika? Harga jual, kalau Anda ke Amerika beli itu antara USD50-USD70," ujar JK saat ditemui di kediamannya kawasan Brawijaya Raya, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Sabtu (5/4/2025).
Baca Juga: Soal Kebijakan Tarif Trump, JK: Ini Tekanan untuk Negosiasi
Wakil Presiden (Wapres) ke-10 dan ke-12 Jusuf Kalla mengatakan, tarif impor 32% merupakan biaya masuk impor untuk komoditas dari Indonesia. Namun, kebijakan itu justru membuat harga barang impor di AS jauh lebih mahal dari harga sebelumnya.
Dia mencontohkan, harga sepatu Indonesia itu berkisar USD15- USD20. Namun, nilai ini menjadi lebih tinggi atau di kisaran USD50-USD70 di pasar Negeri Paman Sam.
"Nah di sini ada dua harga. Contohnya sepatu atau garment. Rata-rata sepatu Nike itu dibeli di Indonesia antara USD15 sampai USD20. Berapa harga jual Amerika? Harga jual, kalau Anda ke Amerika beli itu antara USD50-USD70," ujar JK saat ditemui di kediamannya kawasan Brawijaya Raya, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Sabtu (5/4/2025).
Baca Juga: Soal Kebijakan Tarif Trump, JK: Ini Tekanan untuk Negosiasi
Lihat Juga :