Siapa Penasihat Ekonomi Trump yang Paling Berpengaruh Sehingga Kebijakannya Sangat Kontroversial?

Selasa, 08 April 2025 - 14:52 WIB
loading...
Siapa Penasihat Ekonomi...
Presiden AS Donald Trump mengumumkan tarif baru di Rose Garden di Gedung Putih, Rabu, 2 April 2025, di Washington. FOTO/AP
A A A
JAKARTA - Salah satu penasihat ekonomi yang paling berpengaruh dalam kebijakan tarif Presiden Donald Trump adalah Peter Navarro, yang menjabat sebagai Direktur Kantor Kebijakan Perdagangan dan Produksi Nasional (Office of Trade and Manufacturing Policy).

Sebagai seorang ekonom yang vokal, Navarro mendukung kebijakan perdagangan yang lebih proteksionis, terutama penerapan tarif tinggi terhadap produk impor, dengan fokus utama pada barang-barang dari China. Navarro dikenal karena pandangannya yang keras terhadap perdagangan internasional dan sering berargumen bahwa Amerika Serikat perlu mengurangi defisit perdagangan dengan negara-negara besar, seperti China.

Pandangan ini memengaruhi keputusan Trump terkait tarif, yang sering menjadi titik perdebatan dan kontroversi dalam kebijakan luar negeri AS, terutama dalam bentuk "Perang Dagang." Selama masa jabatan pertama Trump, Navarro memegang peranan penting dalam mendorong penerapan tarif secara agresif. Ia juga dikenal dengan gaya komunikasi yang keras, bahkan menanggapi perselisihan perdagangan dengan negara-negara sekutu AS dengan bahasa yang tegas.

Baca Juga: AS dan China Saling Serang, Trump Ancam Gebuk Tarif Tambahan 50%

Pada 2018, setelah ketegangan dengan Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau, Navarro menyebut para pemimpin asing yang terlibat dalam diplomasi dengan Trump sebagai orang-orang yang akan mendapat tempat khusus di neraka. Namun, meski memiliki pengaruh besar, Navarro bukan satu-satunya penasihat ekonomi yang memberikan nasihat kepada Trump.

Larry Kudlow, yang menjabat sebagai Kepala Dewan Ekonomi Nasional (Council of Economic Advisers), lebih mendukung kebijakan pasar bebas. Kudlow sering kali berbeda pendapat dengan Navarro dalam beberapa aspek kebijakan ekonomi, namun tetap berperan dalam membentuk arah kebijakan ekonomi Trump.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
AS-Iran Sepakat Damai,...
AS-Iran Sepakat Damai, Harga Minyak Dunia Langsung Anjlok
20 Negara Pengimpor...
20 Negara Pengimpor Terbesar Produk China, Indonesia Peringkat Berapa?
Tarif Trump 18% Mengancam...
Tarif Trump 18% Mengancam Komoditas Unggulan Nasional, RI Rayu AS Minta Pengecualian
10 Presiden Terkaya...
10 Presiden Terkaya Sepanjang Sejarah AS, Trump Jauh Lebih Unggul dari Pendahulunya
24 Negara Pembeli Minyak...
24 Negara Pembeli Minyak Terbesar AS, Cek Posisi Indonesia
Energi Menjadi Medan...
Energi Menjadi Medan Perang AS-China di Abad Ini
Pesawat Terjun Payung...
Pesawat Terjun Payung Jatuh di AS, 12 Orang Tewas
Eks PM Israel Serukan...
Eks PM Israel Serukan Netanyahu Digulingkan dengan Tongkat dan Batu
Militer Iran: AS dan...
Militer Iran: AS dan Israel Tak Punya Pilihan Selain Kalah dan Menyerah!
Rekomendasi
Papan Tulis Sakti Jepang...
Papan Tulis Sakti Jepang Bikin Belanda Mandek
Buka Peluang Global,...
Buka Peluang Global, BRImo Kini Hadirkan Reksa Dana USD Batavia untuk Investor
Ruben Onsu Curhat, Konflik...
Ruben Onsu Curhat, Konflik dengan Sarwendah Bikin Lelah Fisik dan Mental
Berita Terkini
AS-Iran Sepakat Damai,...
AS-Iran Sepakat Damai, Harga Minyak Dunia Langsung Anjlok
IHSG Dibuka Melesat...
IHSG Dibuka Melesat 1,85% ke 6.118, Mayoritas Saham Menghijau
Harga Emas Antam Naik...
Harga Emas Antam Naik Rp18.000, Buyback Melonjak Rp46.000 per Gram
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Pastikan Kualitas BBM dengan Pengelolaan Impurities di Kilang
Elon Musk Jadi Kuadriliuner...
Elon Musk Jadi Kuadriliuner Pertama di Dunia, Seberapa Banyak Uangnya?
Bank Mantap Dorong Penerapan...
Bank Mantap Dorong Penerapan Gaya Hidup Ramah Lingkungan di Sekolah
Infografis
Sejarah Panjang Persia...
Sejarah Panjang Persia Menjadi Iran yang Mengubah Timur Tengah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved