China Mengutuk Tarif Baru Trump 54%, Sebut Bentuk Intimidasi Ekonomi
Selasa, 08 April 2025 - 22:17 WIB
loading...
A
A
A
Selain itu Beijing juga bakal mengajukan gugatan ke Organisasi Perdagangan Dunia ( WTO ). Peningkatan sengketa perdagangan telah berdampak langsung pada pasar keuangan global, membuat bursa saham Eropa, AS dan Asia jatuh.
Para ekonom menyuarakan keprihatinan mereka tentang potensi resesi global, dimana Goldman Sachs meningkatkan kemungkinan resesi di AS menjadi 45% dalam 12 bulan ke depan.
Sebuah editorial di surat kabar Global Times mengutarakan, AS telah mengambil pendekatan yang salah untuk mengatasi masalah ekonomi domestiknya seperti daya saing manufaktur yang tidak memadai.
Alih-alih mengatasi masalah melalui reformasi, pemerintah AS "mengelak dari tanggung jawab" dan "mengalihkan kesalahan" dengan menggunakan kenaikan tarif, tulis surat kabar itu.
Aksi balasan Beijing ditujukan untuk "menunjukkan tekadnya yang tegas" untuk tidak mentolerir "pelanggaran sembrono" terhadap aturan perdagangan global oleh AS, tambahnya.
Para ekonom menyuarakan keprihatinan mereka tentang potensi resesi global, dimana Goldman Sachs meningkatkan kemungkinan resesi di AS menjadi 45% dalam 12 bulan ke depan.
Sebuah editorial di surat kabar Global Times mengutarakan, AS telah mengambil pendekatan yang salah untuk mengatasi masalah ekonomi domestiknya seperti daya saing manufaktur yang tidak memadai.
Alih-alih mengatasi masalah melalui reformasi, pemerintah AS "mengelak dari tanggung jawab" dan "mengalihkan kesalahan" dengan menggunakan kenaikan tarif, tulis surat kabar itu.
Aksi balasan Beijing ditujukan untuk "menunjukkan tekadnya yang tegas" untuk tidak mentolerir "pelanggaran sembrono" terhadap aturan perdagangan global oleh AS, tambahnya.
Lihat Juga :