Melongok Rekomendasi Saham saat IHSG Bergerak Terbatas Jelang Neraca Dagang dan Dividen Bank
Senin, 14 April 2025 - 07:57 WIB
loading...
A
A
A
"Strategi jangka menengah dan analisis fundamental tetap krusial. Contoh seperti BBNI akan cum date 14 April dan ex date 15 April dengan estimasi dividend yield 8-9 persen," ungkap David.
Sebelumnya, IHSG ditutup pada level 6.262 pada akhir perdagangan Jumat, 11 April 2025, atau melemah sekitar -3,9% dibandingkan pekan sebelumnya. Selama penurunan tersebut, investor asing masih mencatatkan penjualan bersih (out flow) mencapai Rp5,3 triliun di pasar reguler.
Secara teknikal, David menjelaskan bahwa IHSG masih belum mampu menembus area Moving Average 20 (MA20). Baca Juga: IHSG Dibuka Balik ke Zona Merah, Mayoritas Sektor Kompak Turun
"Area resistance 6.500 menjadi area yang sangat penting untuk diperhatikan pelaku pasar karena area ini merupakan support yang sudah diuji berkali-kali dan dipertahankan dari tahun 2022," katanya.
Mengenai sentimen yang membebani IHSG pekan lalu, David menyebutkan dua sentimen global dan satu sentimen domestik. Dari global, terdapat sentimen harga emas dan kebijakan tarif Donald Trump.
Harga emas melonjak melewati USD3.200 per ons karena melemahnya Dolar AS dan meningkatnya permintaan aset safe haven di tengah volatilitas pasar dan ketegangan perdagangan.
Sebelumnya, IHSG ditutup pada level 6.262 pada akhir perdagangan Jumat, 11 April 2025, atau melemah sekitar -3,9% dibandingkan pekan sebelumnya. Selama penurunan tersebut, investor asing masih mencatatkan penjualan bersih (out flow) mencapai Rp5,3 triliun di pasar reguler.
Secara teknikal, David menjelaskan bahwa IHSG masih belum mampu menembus area Moving Average 20 (MA20). Baca Juga: IHSG Dibuka Balik ke Zona Merah, Mayoritas Sektor Kompak Turun
"Area resistance 6.500 menjadi area yang sangat penting untuk diperhatikan pelaku pasar karena area ini merupakan support yang sudah diuji berkali-kali dan dipertahankan dari tahun 2022," katanya.
Mengenai sentimen yang membebani IHSG pekan lalu, David menyebutkan dua sentimen global dan satu sentimen domestik. Dari global, terdapat sentimen harga emas dan kebijakan tarif Donald Trump.
Harga emas melonjak melewati USD3.200 per ons karena melemahnya Dolar AS dan meningkatnya permintaan aset safe haven di tengah volatilitas pasar dan ketegangan perdagangan.
Lihat Juga :