Hingga Akhir Maret 2025, MUF Catatkan Pembiayaan Baru Rp5,7 Triliun
Kamis, 17 April 2025 - 23:13 WIB
loading...
Hingga akhir Maret 2025, MUF mencatatkan pembiayaan baru (new booking) sebesar Rp5,7 triliun, tumbuh 3,5% secara tahunan (year-on-year/yoy). Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - PT Mandiri Utama Finance (MUF) , anak usaha PT Bank Mandiri (Persero) Tbk yang bergerak di sektor pembiayaan , memperkuat posisinya dengan kinerja solid sepanjang kuartal pertama tahun 2025, meskipun menghadapi tekanan dari kondisi ekonomi makro yang belum pulih dan perlambatan industri otomotif nasional .
Capaian ini mencerminkan ketahanan model bisnis MUF, strategi pertumbuhan yang selektif, serta fokus yang konsisten terhadap kualitas portofolio di tengah dinamika pasar yang tidak pasti. Baca Juga: MUF Hadirkan Pembiayaan Konvensional dan Syariah
Corporate Secretary & Legal MUF, Elisabeth Lidya Sirait memaparkan, bahwa hingga akhir Maret 2025, MUF mencatatkan pembiayaan baru (new booking) sebesar Rp5,7 triliun, tumbuh 3,5% secara tahunan (year-on-year/yoy).
Segmen mobil baru mendominasi pembiayaan sebesar 53%, diikuti oleh segmen mobil bekas sebesar 19%, dana tunai 18% dan motor (baru dan bekas) sebesar 10,5%. Sejalan dengan itu, piutang pembiayaan perusahaan mencapai Rp36,2 triliun, tumbuh 12%, sementara total aset tercatat sebesar Rp15,6 triliun, tumbuh 29%.
“Hal ini mengindikasikan bahwa minat konsumen terhadap produk pembiayaan tetap ada, terutama di segmen-segmen yang masih resilient,” ungkap Elisabeth, Kamis (27/4/2025).
Capaian ini mencerminkan ketahanan model bisnis MUF, strategi pertumbuhan yang selektif, serta fokus yang konsisten terhadap kualitas portofolio di tengah dinamika pasar yang tidak pasti. Baca Juga: MUF Hadirkan Pembiayaan Konvensional dan Syariah
Corporate Secretary & Legal MUF, Elisabeth Lidya Sirait memaparkan, bahwa hingga akhir Maret 2025, MUF mencatatkan pembiayaan baru (new booking) sebesar Rp5,7 triliun, tumbuh 3,5% secara tahunan (year-on-year/yoy).
Segmen mobil baru mendominasi pembiayaan sebesar 53%, diikuti oleh segmen mobil bekas sebesar 19%, dana tunai 18% dan motor (baru dan bekas) sebesar 10,5%. Sejalan dengan itu, piutang pembiayaan perusahaan mencapai Rp36,2 triliun, tumbuh 12%, sementara total aset tercatat sebesar Rp15,6 triliun, tumbuh 29%.
“Hal ini mengindikasikan bahwa minat konsumen terhadap produk pembiayaan tetap ada, terutama di segmen-segmen yang masih resilient,” ungkap Elisabeth, Kamis (27/4/2025).
Lihat Juga :