AS Menang Banyak? Ini Tawaran Indonesia dalam Negosiasi Tarif

Jum'at, 18 April 2025 - 10:38 WIB
loading...
AS Menang Banyak? Ini...
Indonesia menawarkan berbagai kerja sama yang saling menguntungkan dengan AS dalam negosiasi tarif perdagangan. FOTO/Ilustrasi
A A A
JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan, dalam negosiasi tarif perdagangan dengan Amerika Serikat (AS) yang baru dimulai, Indonesia aktif menawarkan berbagai potensi kerja sama yang saling menguntungkan. Indonesia menjadi salah satu negara yang lebih awal melakukan pembicaraan dengan pemerintah AS, menyusul negara lain seperti Vietnam, Jepang, dan Italia.

Memanfaatkan kesempatan tersebut, kata Menko Airlangga, delegasi Indonesia telah melakukan pembahasan yang hangat, cair, dan konstruktif dengan United States Trade Representative (USTR) dan Secretary of Commerce. Dalam pertemuan tersebut, jelasnya, Indonesia mengajukan beberapa poin penting yang telah disampaikan melalui surat resmi.Salah satu tawaran utama dari Indonesia adalah peningkatan pembelian energi dari Amerika Serikat, termasuk Liquefied Petroleum Gas (LPG), food oil, dan bensin (gasoline).

Baca Juga: Menko Airlangga: Perundingan Tarif dengan AS Diselesaikan dalam 60 Hari

Selain itu, Indonesia juga berencana untuk terus membeli produk agrikultur dari AS, seperti gandum, kedelai (soya bean), susu kedelai (soya bean milk), serta meningkatkan impor barang-barang modal.

"Dari pembahasan tadi, ada beberapa hal yang diusulkan oleh Indonesia seperti yang sudah disampaikan di dalam surat resmi, bahwa Indonesia akan meningkatkan pembelian energi dari Amerika Serikat, antara lain LPG, kemudian US food oil, dan gasoline. Juga Indonesia berencana untuk terus membeli produk agrikultur dan juga meningkatkan pembelian barang-barang modal dari Amerika," jelas Menko dalam konferensi per, JUmat (18/4/2025).

Indonesia juga berkomitmen untuk memfasilitasi perusahaan-perusahaan Amerika Serikat yang beroperasi di Indonesia, termasuk mempertimbangkan perizinan dan insentif yang dapat diberikan.

Baca Juga: Balas Perang Tarif Trump, Presiden China Xi Jinping Galang Kekuatan di ASEAN

Selain itu, kerja sama terkait mineral strategis atau critical mineral juga ditawarkan, serta upaya mempermudah prosedur impor untuk produk-produk Amerika, termasuk produk kualitas kultura. Dalam sektor investasi, Indonesia mendorong agar kerja sama dilakukan secara business to business.

Lebih lanjut, Indonesia menekankan pentingnya penguatan kerja sama di sektor pengembangan sumber daya manusia, termasuk pendidikan, sains, teknologi, engineering, matematika, ekonomi digital, serta jasa keuangan (financial services) yang diharapkan dapat lebih menguntungkan Amerika Serikat.

Poin krusial lainnya yang diangkat Indonesia adalah penerapan tarif yang lebih kompetitif dibandingkan negara-negara pesaing. Airlangga menyoroti bahwa produk ekspor utama Indonesia seperti garmen, alas kaki, tekstil, furnitur, dan udang saat ini dikenakan tarif yang lebih tinggi dibandingkan beberapa negara pesaing di ASEAN maupun negara Asia lainnya.

Airlangga menegaskan, Pemerintah Indonesia berupaya untuk mencapai kesepakatan yang adil dan berimbang, serta menghindari dampak negatif dari kebijakan tarif AS terhadap ekspor nasional. Langkah-langkah yang diambil Indonesia mencerminkan strategi proaktif untuk menjaga akses pasar dan memperkuat kerja sama ekonomi dengan Amerika Serikat.

(fjo)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Tarif Trump 18% Mengancam...
Tarif Trump 18% Mengancam Komoditas Unggulan Nasional, RI Rayu AS Minta Pengecualian
Buntut Dugaan Kerja...
Buntut Dugaan Kerja Paksa, Indonesia Terancam Digetok Tarif Baru dari AS
BUMN Ekspor Resmi Beroperasi...
BUMN Ekspor Resmi Beroperasi Besok 1 Juni 2026! Terbagi 2 Fase, Eksportir Wajib Lapor DSI
Kadin Ungkap Nilai Dagang...
Kadin Ungkap Nilai Dagang Indonesia-Prancis Tembus USD1 Miliar di Kuartal I-2026
Rakortas Stimulus Kuartal...
Rakortas Stimulus Kuartal II 2026: Berikut Paket Insentif Fiskal, hingga Biaya Transportasi
Gap Dagang Puluhan Miliar...
Gap Dagang Puluhan Miliar Dolar dengan AS-China di Balik Pembentukan BUMN Khusus Ekspor DSI
KJRI Penang: Konektivitas...
KJRI Penang: Konektivitas BNCT Perkuat Rantai Pasok bagi Negara-negara Asean dan Asia
ART RI-AS Dinilai Tidak...
ART RI-AS Dinilai Tidak Mencerminkan Prinsip Timbal Balik, Indonesia Tanggung Beban Lebih Besar
Polemik Tarif Resiprokal...
Polemik Tarif Resiprokal AS, Prabowo Tegaskan Tak Bakal Korbankan Kepentingan Nasional
Rekomendasi
Syiar Islam Harus Dekat...
Syiar Islam Harus Dekat dengan Masyarakat
Putin Siapkan KTT Rusia-ASEAN...
Putin Siapkan KTT Rusia-ASEAN dan Perundingan Bilateral di Sela-selanya
Gunung Merapi Erupsi,...
Gunung Merapi Erupsi, Guguran Lava Meluncur 2 Kilometer ke Arah Barat
Berita Terkini
Utang Pemerintah Bengkak...
Utang Pemerintah Bengkak saat Swasta Lesu, Alarm bagi Fiskal Negara
PLN EPI Dorong UMKM...
PLN EPI Dorong UMKM Naik Kelas lewat Budidaya Madu Kelulut
Menteri PU Tinjau IPTC,...
Menteri PU Tinjau IPTC, Nindya Karya Dukung Penambahan Fasilitas Atlet Difabel
Indonesia Tak Lagi Bergantung...
Indonesia Tak Lagi Bergantung Impor Minyak Timur Tengah
MANU dan Universitas...
MANU dan Universitas Jember Kolaborasi Perkuat Pengembangan SDM Pertanian
Ini Jenis Produk Sawit...
Ini Jenis Produk Sawit dan Batu Bara yang Ekspornya Diatur Lewat PT DSI
Infografis
Iran Paksa AS Terima...
Iran Paksa AS Terima Kekalahan setelah 40 Hari Berperang, Ini 10 Poin Gencatan Senjata
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved