Tarif Trump Bikin Banyak Negara Makin Semangat Gabung BRICS
Jum'at, 18 April 2025 - 21:00 WIB
loading...
A
A
A
Baca Juga: Siasati Tarif Trump, RI Siap Genjot Pasar Ekspor Eropa dan Australia
Sementara itu, Presiden China Xi Jinping dalam lawatannya ke negara-negara Asia Tenggara, yang salah satunya mengunjungi Vietnam dengan tegas mengajak negara itu untuk memperkuat kerja sama. Dalam pertemuan di Hanoi, Xi mengajak Vietnam bekerja sama lebih erat dengan China untuk menjaga stabilitas sistem perdagangan global, industri, dan rantai pasok. Xi menjanjikan bahwapasar raksasa China selalu terbuka untuk Vietnam dan menegaskan bahwa China dan Vietnam harus memperkuat fokus strategis dan bersama-sama menentang perundungan unilateral.
Terkait ekspansi BRICS pada 2025, diketahui sebanyak 44 negara telah menyatakan ketertarikannya untuk bergabung. Dari jumlah itu, sebanyak 23 negara telah mengajukan permohonan secara resmi, sementara 21 negara secara informal menyatakan minat untuk bergabung. Perluasan BRICS diyakini akan membuatlebih banyak negara akan bergabung dalam gerakan dedolarisasi.
Sementara itu, di tengah panasnya perang tarif dengan Amerika, China disinyalir terus melakkan dedolarisasi denganmembuang miliaran dolar dan obligasi pemerintah AS.Data terbaru menunjukkan bahwa China telah membuang dolar AS dan obligasi pemerintah senilai USD22,7 miliar dan secara konsisten mengurangi kepemilikannya. Pemerintah China perlahan namun pasti menyingkirkan semua utang AS dan tetap terbebas dari fluktuasi pasar yang berasal dari ekonomi Amerika.
Sementara itu, Presiden China Xi Jinping dalam lawatannya ke negara-negara Asia Tenggara, yang salah satunya mengunjungi Vietnam dengan tegas mengajak negara itu untuk memperkuat kerja sama. Dalam pertemuan di Hanoi, Xi mengajak Vietnam bekerja sama lebih erat dengan China untuk menjaga stabilitas sistem perdagangan global, industri, dan rantai pasok. Xi menjanjikan bahwapasar raksasa China selalu terbuka untuk Vietnam dan menegaskan bahwa China dan Vietnam harus memperkuat fokus strategis dan bersama-sama menentang perundungan unilateral.
Terkait ekspansi BRICS pada 2025, diketahui sebanyak 44 negara telah menyatakan ketertarikannya untuk bergabung. Dari jumlah itu, sebanyak 23 negara telah mengajukan permohonan secara resmi, sementara 21 negara secara informal menyatakan minat untuk bergabung. Perluasan BRICS diyakini akan membuatlebih banyak negara akan bergabung dalam gerakan dedolarisasi.
Sementara itu, di tengah panasnya perang tarif dengan Amerika, China disinyalir terus melakkan dedolarisasi denganmembuang miliaran dolar dan obligasi pemerintah AS.Data terbaru menunjukkan bahwa China telah membuang dolar AS dan obligasi pemerintah senilai USD22,7 miliar dan secara konsisten mengurangi kepemilikannya. Pemerintah China perlahan namun pasti menyingkirkan semua utang AS dan tetap terbebas dari fluktuasi pasar yang berasal dari ekonomi Amerika.
(fjo)
Lihat Juga :