Perang Dagang Menggila, Trump Targetkan Kapal-kapal China usai Beijing Boikot LNG AS

Sabtu, 19 April 2025 - 07:36 WIB
loading...
A A A
Boikot ini dipimpin oleh Beijing, yang memberlakukan tarif 15% untuk LNG AS pada 10 Februari. Sejak saat itu, China telah meningkatkan tarif atas LNG AS menjadi 49% secara efektif membuat gas tersebut tidak terjangkau oleh sebagian besar pasar China untuk waktu yang tidak terbatas.

Trump telah memungut tarif 145% untuk impor China, sementara Beijing telah menanggapi dengan pungutan 125% untuk impor AS sebagai balasannya. Tidak ada pihak yang menunjukkan kesediaan untuk mundur dengan Trump bersikeras bahwa China harus datang ke meja perundingan untuk membuat kesepakatan.

Namun, Trump minggu ini mengisyaratkan bahwa akan bersedia untuk mengakhiri konfrontasi perdagangannya dengan China setelah berminggu-minggu kenaikan tarif.

Ia mengatakan kepada para wartawan di Gedung Putih, "Saya tidak ingin mereka naik lebih tinggi karena pada titik tertentu Anda akan membuat orang tidak membeli. Jadi, saya mungkin tidak ingin naik lebih tinggi atau bahkan tidak ingin naik ke tingkat itu. Saya mungkin ingin menurunkannya karena Anda tahu Anda ingin orang membeli dan, pada titik tertentu, orang tidak akan membeli."

"Saya memiliki hubungan yang sangat baik dengan Presiden Xi, dan saya pikir ini akan terus berlanjut. Dan saya akan mengatakan bahwa mereka telah mengulurkan tangan beberapa kali."

Baca Juga: China Setop Impor LNG AS Gegara Tarif Trump, Geser ke Sumber Alternatif

China mengimpor sekitar 4,16 juta metrik ton LNG AS pada 2024, senilai sekitar USD2,4 miliar, menurut data bea cukai China. China adalah importir LNG terbesar di dunia dengan AS sebagai pemasok terbesar keempat.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Ekonomi China Kuartal...
Ekonomi China Kuartal II Tumbuh 4,3%, Terendah dalam 3 Tahun Terakhir
Trump Batal Pungut Biaya...
Trump Batal Pungut Biaya 20% di Selat Hormuz, Negara Teluk Janji Investasi Jumbo ke AS
Trump Minta Tarif 20%...
Trump Minta Tarif 20% Kargo di Selat Hormuz, Bisa Kantongi Rp541 Miliar per Supertanker
AS Terapkan Blokade...
AS Terapkan Blokade Baru di Selat Hormuz, Harga Minyak Dunia Melonjak 9%
AS-Iran Kembali Saling...
AS-Iran Kembali Saling Serang, Harga Minyak Dunia Melesat Lebih 3%
Teluk Kembali Memanas,...
Teluk Kembali Memanas, China Siaga Jaga Produksi BBM Tetap Tinggi
China Ungguli AS dalam...
China Ungguli AS dalam Popularitas Global, Xi Jinping Dianggap Lebih Positif daripada Trump
Trump Geram pada Netanyahu...
Trump Geram pada Netanyahu karena Kritik Rencana AS Jual Jet Tempur Siluman F-35 ke Turki
Israel Marah atas Runtuhnya...
Israel Marah atas Runtuhnya Dukungan AS, Padahal Sudah Bayar Buzzer Rp26,8 Miliar Per Bulan
Rekomendasi
Kasus Korupsi Febrie...
Kasus Korupsi Febrie Adriansyah dan Don Ritto Kini Sepenuhnya Kewenangan Jaksa
MNC University Gelar...
MNC University Gelar Seleksi Beasiswa Jalur Prestasi Basket
Uji Dynotest Tukang...
Uji Dynotest Tukang Solar di Thailand: Berapa Besar Kenaikan Tenaga Toyota FJ Cruiser Terbaru?
Berita Terkini
Iran Beri Ancaman Ekstrem...
Iran Beri Ancaman Ekstrem Soal Energi Global: Minyak untuk Semua atau Tidak Sama Sekali
Hadapi Dinamika Pasar...
Hadapi Dinamika Pasar Energi Global, PLN EPI Perkuat Kompetensi SDM
3 Cara Cek Emas Asli...
3 Cara Cek Emas Asli untuk Menghindari Kerugian Finansial
MNC Bank Gandeng MNC...
MNC Bank Gandeng MNC Sekuritas Dorong Literasi Keuangan Gen Z lewat Solusi Perbankan Digital
Beli Properti Lebih...
Beli Properti Lebih Ringan? KPR BRI Solusi Jawabannya!
Transformasi Digital...
Transformasi Digital dan HSSE Jadi Kunci Elnusa Petrofin Perkuat Rantai Pasok Energi
Infografis
11 Kombes Pol Pecah...
11 Kombes Pol Pecah Bintang usai Dapat Promosi Jabatan pada Juni 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved