Pengusaha China Ejek Tarif Trump: Barang Mewah di AS Dibuat dengan Cost Murah

Senin, 21 April 2025 - 13:06 WIB
loading...
A A A
Nike, misalnya, mendapatkan sekitar 18% alas kakinya dari China. Harga sahamnya merosot sekitar sepertiga sejak akhir Februari, saat presiden AS mulai meningkatkan serangan tarifnya terhadap Beijing.

Selain itu brand H&M mendapatkan sebagian besar pakaiannya dari China dan Bangladesh. Sahamnya turun sekitar 11% dalam dua bulan terakhir. Perang tarif yang memanas membuat perusahaan mode memberikan peringatan terhadap kemungkinan kenaikan harga.

Chairman JD Sports, Andrew Higginson mengatakan, beberapa hal akan menjadi "lebih mahal jika tarif ini tetap pada level tertinggi".

Dia juga menambahkan: "Ini adalah ilusi bahwa semuanya hanya tentang tenaga kerja murah ... Negara-negara ini telah menginvestasikan sejumlah besar dalam teknologi dan kemampuan manufaktur yang digunakan untuk membuat sejumlah produk."

Baca Juga: China Desak AS Akhiri Perang Dagang, tapi Juga Siap Meladeni

Seorang juru bicara Lululemon mengatakan, perusahaan membuat sekitar 3% barang jadinya di China daratan. Ditambahkan juga olehnya bahwa: "Produk Lululemon asli hanya tersedia untuk dibeli di lokasi toko Lululemon kami, situs e-commerce Lululemon yang terdaftar dan toko resmi dan khusus tertentu."

(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Obat Generik Bebas Tarif...
Obat Generik Bebas Tarif 2 Tahun, Lalu Melonjak Jadi 200%
60 Negara Jadi Sasaran...
60 Negara Jadi Sasaran Tarif Baru Trump, Termasuk Sekutu Dekat AS!
AS Kembali Picu Perang...
AS Kembali Picu Perang Dagang, Kali Ini Kanada Bakal Dihantam Tarif 50%
AS Ancam Tarif 100%...
AS Ancam Tarif 100% Bagi Pembeli Minyak Rusia, China Meradang dan Siapkan Pembalasan
Genderang Perang Dagang,...
Genderang Perang Dagang, Trump Ancam Tarif 100% yang Berani Pajaki Google, Meta, dan Apple!
Tarif Trump 18% Mengancam...
Tarif Trump 18% Mengancam Komoditas Unggulan Nasional, RI Rayu AS Minta Pengecualian
China Terus Perkuat...
China Terus Perkuat Militer, AS Ajak Sekutu Melawan Beijing
Pertemuan Xi Jinping...
Pertemuan Xi Jinping dan Trump Gagal Buat Terobosan Perang Iran, Ini 3 Faktanya
Barang Lelang Hasil...
Barang Lelang Hasil Rampasan Dipamerkan Kejagung di CFD, Ada Ferrari hingga Lukisan Emas
Rekomendasi
Video Baru Bongkar Insiden...
Video Baru Bongkar Insiden Final Piala Dunia 2026, Lisandro Martinez Diduga Pukul Gavi
Sebut Ada 3 Kancil Politik...
Sebut Ada 3 Kancil Politik Indonesia, Prabowo: Kalau Berkumpul, Bahaya
Gempa Magnitudo 5,8...
Gempa Magnitudo 5,8 Guncang Ternate Maluku Utara Pagi Ini
Berita Terkini
Hari Anak Nasional,...
Hari Anak Nasional, Jasa Raharja Ajak Generasi Muda Jadi Pelopor Keselamatan
Gonjang-ganjing Sektor...
Gonjang-ganjing Sektor Energi, Singapura Rombak Kabinet Besar-besaran
Di Balik Penghargaan...
Di Balik Penghargaan CCEPC Indonesia, Gao Hai Komitmen Bangun Kemitraan Jangka Panjang
Pertamina Trans Kontinental...
Pertamina Trans Kontinental Ajak Siswa Lestarikan Ekosistem Laut
PLN EPI Tawarkan Kontrak...
PLN EPI Tawarkan Kontrak hingga 5 Tahun untuk Pemasok Biomassa
Ancaman Blokade Laut...
Ancaman Blokade Laut Merah, Asia Nego Arab Saudi Alihkan Rute Tanker Minyak ke Afrika
Infografis
Perbandingan Pangkalan...
Perbandingan Pangkalan Militer AS vs China di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved