Emas Terus Cetak Rekor, Saham ANTM Diprediksi Bisa Sentuh Rp2.500

Selasa, 22 April 2025 - 17:40 WIB
loading...
Emas Terus Cetak Rekor,...
Melesatnya harga emas diyakini menjadi kabar baik bagi saham ANTM yang diprediksi bisa naik ke Rp2.500. FOTO/Ilustrasi
A A A
JAKARTA - Setelah terus mencetak all time high sepanjang tahun, harga emas diprediksi akan tetap kuat pada tahun 2025 ini. Seiring dengan itu, saham PT Aneka Tambang Tbk ( ANTM ) atau Antam dinilai menjadi pilihan teratas di sektor emas Bursa Efek Indonesia (BEI), dengan kuatnya eksposur di bisnis ini.

Setelah emas menyentuh level tertinggi di level USD3.440 per troy ons (oz) pada Senin (21/4), reli harga emas diprediksi terus berlanjut. Sepanjang tahun 2025, tercatat harga emas sudah melonjak lebih dari 70%. Reli harga emas dipicu oleh kombinasi tekanan geopolitik di Timur Tengah dan Asia Timur, risiko resesi global, serta arah kebijakan moneter longgar dari bank sentral utama seperti The Federal Reserve.

Goldman Sachs memprediksi harga emas bisa menyentuh USD4.500 per oz jika resesi terjadi di Amerika Serikat (AS), kondisi yang mendorong orang memborong aset safe haven seperti emas. Sentimen ini dinilai menjadi kabar baik bagi saham ANTM. Pada Selasa pekan ini, saham ANTM melonjak 4,78% ke level Rp2.190. Tren ini diprediksi berlanjut, sehingga saham ANTM diprediksi bisa menyentuh Rp2.500.

Baca Juga: Harga Emas Antam Terus Cetak Rekor Baru, Diramal Tembus Rp2,3 Juta per Gram

"Emas semakin diminati sebagai aset lindung nilai, terutama ketika volatilitas pasar meningkat. Kenaikan ini langsung menjadi katalis positif bagi saham ANTM," ujar pendiri Stocknow.id, Hendra Wardana, dalam keterangannya, Selasa (22/4/25).

Menurut Hendra, saham ANTM berpeluang menguat hingga Rp2.500 per saham jika tren bullish emas berlanjut. "Potensi cuan dari capital gain saja bisa mencapai 25% dari posisi saat ini, belum termasuk dividen," kata dia. Saham ANTM saat ini diperdagangkan di kisaran Rp2.090. Dalam sebulan terakhir, investor asing mencatatkan aksi beli bersih (net buy) atas saham ANTM senilai Rp675 miliar, menjadikannya salah satu saham logam paling diburu sepanjang kuartal II-2025.

Tahun ini, volume penjualan emas Antam ditargetkan naik menjadi 39-40 ton, seiring ekspansi ekspor ke Asia Selatan dan Timur Tengah serta meningkatnya permintaan domestik dari kelas menengah. Jika rata-rata harga emas 2025 bertahan di kisaran USD3.500 per troy oz, pendapatan ANTM diperkirakan Rp75 triliun, naik dari Rp69,19 triliun pada 2024. Laba bersih juga diproyeksi meningkat ke Rp3–5 triliun, seiring efisiensi biaya, depresiasi rupiah, dan optimalisasi fasilitas pemurnian.

Dengan valuasi price to earnings ratio (PER) forward 2025 di kisaran 12–13 kali, saham ANTM masih dinilai atraktif dibanding rata-rata sektor logam global yang mencapai 16 kali. "Dengan dukungan struktur bisnis, prospek harga komoditas, dan kinerja keuangan yang membaik, ANTM pantas menjadi pilihan utama investor sektor emas," ujar Hendra.

Baca Juga: ATM Emas Ini Viral, Perhiasan Dilebur dan Menghasilkan Uang dalam 30 Menit

Sementara, Analis Panin Sekuritas Andhika Audrey menyebut emas sebagai tulang punggung utama pendapatan antam, sekaligus alasan kuat untuk merevisi naik target harga saham ANTM menjadi Rp2.300.

Segmen emas menjadi penggerak utama pendapatan ANTM tahun 2024, dengan volume penjualan mencapai 1,4 juta oz atau tumbuh 67,5% secara tahunan. Kenaikan ini turut ditopang oleh rata-rata harga jual emas sebesar Rp1,3 juta per gram, naik 31,5% seiring rekor harga emas global.

Panin Sekuritas menilai ruang untuk ekspansi margin ANTM masih terbuka lebar, terutama melalui peralihan pasokan emas dari impor ke domestik. Mulai 2025, perseroan akan mengandalkan pasokan emas dari Freeport Indonesia sebanyak 30 ton per tahun melalui skema off-take, tanpa beban premium pasar maupun PPh 22 impor.

Dengan prospek tersebut, Panin Sekuritas merekomendasikan beli saham ANTM dan menaikkan target harga dari Rp1.700 menjadi Rp2.300. Valuasi ini didasarkan pada kombinasi metode DCF (30%) dan EV/EBITDA (70%) dengan implikasi EV/EBITDA sebesar 8,6x untuk 2025.

"Faktor pendorong revisi target harga meliputi rekor harga emas global, peningkatan permintaan dari bank sentral seperti PBoC dan India, serta efisiensi biaya melalui pembelian emas dari Freeport yang menjadi game changer bagi struktur biaya Perseroan," pungkasnya.
(fjo)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Libur 1 Muharram, Harga...
Libur 1 Muharram, Harga Emas Antam Stagnan di Rp2,7 Juta per Gram
Harga Emas Antam Naik...
Harga Emas Antam Naik Rp18.000, Buyback Melonjak Rp46.000 per Gram
IHSG Besok Berpeluang...
IHSG Besok Berpeluang Lanjut Reli ke Level 6.100, Intip Faktor Pendongkraknya
Harga Emas Antam Hari...
Harga Emas Antam Hari Ini Naik Tipis, Segram Jadi Rp2,71 Juta
Emas Antam Kembali Berkilau,...
Emas Antam Kembali Berkilau, Hari Ini Naik Rp20 Ribu Sentuh Rp2.709.000 per Gram
Harga Emas Ambles Rp24...
Harga Emas Ambles Rp24 Ribu Jadi Rp2.689.000 per Gram, Buyback Terjun Bebas Rp92.000
10 Negara dengan Cadangan...
10 Negara dengan Cadangan Emas Terbesar Dunia, AS Masih Teratas
Ini Gaun Emas Termahal...
Ini Gaun Emas Termahal di Dunia! Beratnya 10 Kg, Harganya Rp24 Miliar
Satu Dekade Membangun...
Satu Dekade Membangun Literasi Keuangan Berbasis Emas di Indonesia
Rekomendasi
Argentina vs Aljazair:...
Argentina vs Aljazair: Messi dan Misi Pertahankan Takhta Piala Dunia
Kelompok Suporter Eropa...
Kelompok Suporter Eropa Kritik FIFA: Tribun Piala Dunia 2026 Minim Pemisahan Penonton
NASA Temukan Planet...
NASA Temukan Planet Raksasa dengan Suhu seperti di Bumi dan Dipenuhi Gas Metana
Berita Terkini
Selat Hormuz Dibuka,...
Selat Hormuz Dibuka, tapi Pemulihan Pasokan Minyak Global Butuh Berbulan-bulan
Momentum Indonesia Perkuat...
Momentum Indonesia Perkuat Fondasi Ketahanan Energi di 2026, Ini Kuncinya
Utang Pemerintah Bengkak...
Utang Pemerintah Bengkak saat Swasta Lesu, Alarm bagi Fiskal Negara
PLN EPI Dorong UMKM...
PLN EPI Dorong UMKM Naik Kelas lewat Budidaya Madu Kelulut
Menteri PU Tinjau IPTC,...
Menteri PU Tinjau IPTC, Nindya Karya Dukung Penambahan Fasilitas Atlet Difabel
Indonesia Tak Lagi Bergantung...
Indonesia Tak Lagi Bergantung Impor Minyak Timur Tengah
Infografis
Ketakutan Resesi AS,...
Ketakutan Resesi AS, Harga Emas ke Rekor Sepanjang Masa
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved